PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud

PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud

Loading...

Modul interaktif online PAI Kelas 8 BAB 5 bisa digunakan untuk belajar mandiri dengan tema Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud. Kita akan belajar tentang jenis-jenis sujud dalam Islam.

Sujud adalah satu bentuk kepasrahan dan penghambaan diri kepada Allah Swt. Hanya kepada Allah sajalah manusia itu boleh bersujud. Adapun kepada sesama manusia kita diperintahkan untuk saling menghormati saja.

Pada saat kita sujud maka dahi, telapak tangan, kaki, dan lutut semua menempel ke tanah (alas sujud). Inilah posisi paling ideal sebagai bentuk kepasrahan, ketundukan, dan kepatuhan total kepada Allah Swt.

Sujud sudah sangat lazim dilakukan di dalam shalat. Segala macam jenis shalat pasti ada sujudnya, kecuali shalat jenazah. Di dalam shalat fardu, setiap rakaat ada dua kali sujud. Dalam sehari semalam kita wajib haalat sebanyak 17 rakaat, berarti kita telah melakukan sujud sebanyak 34 kali.

Jika kita menambah dengan berbagai macam amalan shalat sunnah, akan lebih banyak kita bersujud kepada Allah Swt. Namun, yang akan kita bahas dalam uraian berikut ini adalah sujud-sujud yang dilakukan di luar rukun shalat tersebut. Macam-macam sujud yang dimaksud meliputi sujud syukur, sahwi, dan tilawah.

Sujud Syukur

Syukur artinya adalah berterima kasih kepada Allah Swt. Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh kenikmatan dari Allah atau telah terhindar dari bahaya.

Untuk mengungkapkan syukur seringnya kita hanya dengan mengucapkan kata “alhamdulillah”. Ternyata, di samping dengan mengucapkan hamdalah, kita juga diajarkan cara lain untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut. Cara lain yang dimaksud adalah dengan sujud syukur.

Dasar hukum melakukan sujud syukur adalah sunnah sebagaimana hadis Rasulullah berikut :

Artinya :

“Dari Abu Bakrah, “Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi saw. Sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmizi).

Sebab-sebab Melakukan Sujud Syukur

Sebab-sebab melaksanakan sujud syukur adalah :

  1. Mendapatkan nikmat dari Allah Swt. Apabila kita mendapatkan nikmat atau baru saja kita mendapatkan kabar yang menggembirakan, seketika itu juga ia melakukan sujud syukur tanpa menunda-nundanya lagi.
  2. Terhindar dari bahaya (kesusahan yang besar). Apabila kita terhindar dari bahaya atau bencana yang ketika itu terjadi, maka segeralah untuk melakukan sujud syukur tanpa menunda-nundanya lagi.

Tata Cara Melakukan Sujud Syukur

Tata cara sujud syukur cukup mudah untuk dipraktikkan dan dilaksanakan. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

1) Menghadap kiblat

2) Niat untuk sujud syukur

3) Sujud seperti sujud dalam shalat dengan membaca do’a sebagai berikut:

doa Melakukan Sujud Syukur

Artinya : “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan tiada kekuatan serta daya upaya kecuali atas ijin Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

4) Duduk kembali

5) Salam

Hikmah Sujud Syukur

Hikmah melakukan sujud syukur, sebagai berikut :

  1. Orang yang mendapatkan nikmat dan kelebihan kalau tidak berhati-hati dapat lupa diri sehingga menjadi angkuh atau sombong. Orang yang melakukan sujud syukur akan terhindar dari sifat sombong atau angkuh tersebut.
  2. Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan anugerah yang diterima dari Allah Swt.
  3. Merasa dekat dengan Allah sehingga memperoleh bimbingan dan hidayah-Nya.
  4. Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. dan selamat dari siksa-Nya.

Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu-ragu di dalam shalat. Sujudnya dua kali dan dilakukan setelah membaca tahiyat akhir sebelum salam.

Adapun hukum melakukan sujud sahwi adalah sunnah sebagaimana hadis Rasulullah saw. sebagai berikut:

Artinya:

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi saw bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu ragu dalam shalat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan shalatnya menurut yang diyakini, kemudian hendaklah sujud dua kali sebelum salam.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Sebab-sebab Sujud Sahwi

Sebab-sebab orang yang shalat melakukan sujud sahwi adalah:

  1. Lupa meninggalkan salah satu rukun shalat seperti lupa melakukan rukuk, iktidal, atau sujud.
  2. Lupa atau ragu jumlah rakaat.
  3. Lupa membaca do’a qunut (bagi yang membiasakan qunut).
  4. Lupa melakukan tasyahud awal.
  5. Kelebihan atau kekurangan dalam jumlah rakaat.

Dalam kasus rakaat kurang, apabila pada saat shalat ada yang mengingatkan bahwa rakaat shalat kita kurang, maka harus segera berdiri, takbir, dan melengkapi jumlah rakaatnya baru kemudian melakukan sujud sahwi.

Tata Cara Sujud Sahwi

Cara melakukan sujud sahwi sebagai berikut :

Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam apabila orang yang sedang shalat lupa akan bilangan shalat yang sedang dikerjakan atau lupa tidak melakukan tahiyat awal dan kita baru ingat sebelum dia salam.

  • Setelah selesai membaca tahiyat akhir, langsung sujud lagi dengan membaca:

Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan lupa”.

  • Bangun dari sujud disertai dengan mengucapkan takbir,
  • Kemudian duduk sebentar lalu takbir dan dilanjutkan sujud lagi dengan doa yang sama dengan sujud pertama.
  • Duduk kembali dan diakhiri dengan salam.

Hikmah Melakukan Sujud Sahwi

Manusia tidak boleh berperilaku sombong dan angkuh karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Yang tidak pernah lupa hanyalah Allah Swt.

Orang yang berbuat salah, khilaf, dan lupa harus segera memohon ampun kepada Allah dengan membaca istigfar. Demikian halnya ketika kita bersalah dengan orang tua, guru maupun teman harus segera meminta maaf kepada mereka.

Hikmah berikutnya adalah kita diajarkan untuk bisa memahami bahwa orang lain juga bisa salah. Jika orang tersebut mengakui kesalahannya dan minta maaf, maka sebagai umat Islam diajarkan untuk segera memberi maaf.

Ingatlah bahwa sifat takabur itu bisa terjangkit kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca ayat-ayat sajdah dalam al-Qur’ān ketika shalat maupun di luar shalat, baik pada saat membaca/ menghafal sendiri atau pada saat mendengarkannya. Hukum melaksanakan sujud tilawah adalah sunnah.

Sebab-sebab Sujud Tilawah

Sujud tilawah dilakukan karena pada saat membaca atau mendengarkan bacaan al-Qur’ān menemukan ayat-ayat sajdah baik pada saat shalat maupun di luar shalat.

Adapun ayat-ayat sajdah yang ada di dalam al-Qur’ān berjumlah 15 yaitu:

  1. Q.S. al-A’rāf/7 ayat 206
  2. Q.S. ar-Ra’du/13 ayat 15
  3. Q.S. an-Nahl/16 ayat 49
  4. Q.S. Al-Isrā’/17 ayat 109
  5. Q.S. al-Hajj/22 ayat 18
  6. Q.S. Maryam/19 ayat 58
  7. Q.S. al-Hajj/22 ayat 77
  8. Q.S. al-Furqān/25 ayat 60
  9. Q.S. an-Naml/ 27 ayat 25
  10. Q.S. al-Sajdah/32 ayat 15
  11. Q.S. Sad/38 ayat 24
  12. Q.S. Fussilat/41 ayat 38
  13. Q.S. an-Najm/53 ayat 62
  14. Q.S. al-Insyiqāq/84 ayat 21
  15. Q.S. al-‘Alaq/96 ayat 19

Syarat Sujud Tilawah

Di dalam melaksanakan sujud tilawah harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Suci dari hadas dan najis
  2. Menghadap kiblat
  3. Menutup aurat.

Rukun Sujud Tilawah

Adapun rukun sujud tilawah adalah:

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Sujud satu kali dengan diawali bacaan takbir
  4. Duduk setelah sujud dengan tuma’ninah tanpa membaca tasyahud
  5. Salam

Tata Cara Sujud Tilawah

Tata cara sujud tilawah ada dua macam, yaitu:

1. Sujud tilawah yang dilakukan di luar shalat.

Adapun cara yang melakukan sujud tilawah di luar shalat sebagai berikut:

  1. Berdiri menghadap kiblat
  2. Berniat melakukan sujud tilawah
  3. Takbiratul ihram
  4. Sujud satu kali
  5. Duduk sejenak
  6. Salam

2. Sujud tilawah yang dilakukan di dalam shalat.

Adapun cara melakukan sujud tilawah di dalam shalat sebagai berikut:

Pada saat kita sedang berdiri dalam shalat membaca ayat sajdah atau imam membaca ayat sajdah, kita langsung melakukan sujud satu kali dengan membaca do’a sujud tilawah. Setelah selesai melakukan sujud tilawah tersebut kita langsung berdiri lagi dan melanjutkan salat kembali.

Do’a sujud tilawah adalah sebagai berikut:

Do’a sujud tilawah adalah

Artinya:

“aku bersujud kepada Tuhan yang menjadikan diriku, Tuhan yang membukakan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan-Nya.”

Video Pembelajaran PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud

Asesmen Online PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud

https://quizizz.com/join/quiz/5d68984b7a5e75001af8e655/start

Asesmen Online PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud

Demikianlah modul interaktif online PAI Kelas 8 BAB 5 Jiwa Lebih Tenang dengan Banyak Melakukan Sujud yang bisa kami hadirkan. Semoga bermanfaat, selamat belajar dengan menyenangkan, kapan saja dari mana saja, sampai jumpa lagi di lain tulisan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan