STRATEGI MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Strategi Meningkatkan Komunikasi Interpersonal

Strategi Meningkatkan Komunikasi Interpersonal – sebagai makhluk sosial, kita memerlukan komunikasi dengan orang lain, baik secara pribadi antara dua orang, dengan beberapa orang, dengan sejumlah kecil orang, atau dengan sejumlah besar orang dan massa. Komunikasi ini disebut komunikasi interpersonal.

 

Komunikator

Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan kepada khalayak. Karena itu komunikator biasa disebut pengirim, sumber, source, atau encoder. Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu, seseorang komunikator harus terampil berkomunikasi dan juga kaya ide serta penuh daya kreativitas.

 

Strategi Komunikator Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal

Satu hal yang sering dilupakan oleh komunikator sebelum memulai aktivitas komunikasinya ialah, bercermin pada dirinya apakah syarat-syarat yang harus dimiliki seorang komunikator yang andal telah dipenuhi atau belum.

 

Kecakapan komunikasi interpersonal dalam membentuk komunikator yang baik

Agar komunikasi interpersonal berjalan lancar dan mendatangkan hasil yang diharapkan, baik pemberi maupun penerima pesan perlu memiliki kemampuan dan kecakapan komunikasi interpersonal yang diperlukan.

Kompetensi komunikasi interpersonal adalah “tingkat dimana perilaku kita dalam komunikasi interpersonal sesuai dan cocok dengan situasi dan membantu kita mencapai tujuan komunikasi interpersonal yang kita lakukan dengan orang lain”. Tujuan itu mencakup tujuan personal, pribadi: isi pesan komunikasi yang kita sampaikan dan tujuan relasional-hubungan dengan orang lain yang berkomunikasi dengan kita.

 

Selanjutnya, de vito (1997) menyatakan agar komunikasi interpersonal berlangsung dengan efektif, dalam artian untuk menjadi seorang komunikator yang baik, maka ada beberapa aspek yang harus diperhatikan yaitu

  1. Keterbukaan

Keterbukaan dipahami sebagai kesediaan untuk membuka diri dalam mengungkapkan informasi secara jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam berinteraksi. Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal, yaitu komunikator harus terbuka kepada komunikan demikian juga sebaliknya, kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang, serta mengakui perasaan, pikiran serta mempertanggungjawabkannya.

  1. Empati

Empati didefinisikan sebagai kemampuan seseorang mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu. Hal ini termasuk salah satu cara untuk melakukan pemahaman terhadap orang lain.

Langkah pertama dalam mencapai empati adalah menahan godaan untuk mengevaluasi, menilai, menafsirkan dan mengkritik.

Langkah kedua dengan mencoba mengerti alasan yang membuat orang itu merasa seperti yang dirasakannya.

Ketiga, mencoba merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain dari sudut pandangnya.

Empati dapat dikomunikasikan secara verbal ataupun nonverbal. Secara nonverbal kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan keterlibatan aktif melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai, konsentrasi terpusat melalui kontak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, kedekatan fisik, dan sentuhan serta belaian yang sepantasnya.

 

  1. Sikap mendukung

Dukungan meliputi tiga hal. Pertama, descriptiveness, suasana yang bersifat deskriptif dan bukan evaluatif membantu terciptanya sikap mendukung. Lingkungan yang tidak dievaluasi menjadikan orang bebas dalam mengucapkan perasaannya dan orang tidak akan merasa tertekan.

Kedua, spontanity dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara spontan dan terus terang yang mempunyai sikap terbuka dalam mengemukakan pemikirannya.

Ketiga, provisionalism, dipahami sebagai kemampuan untuk berpikir secara terbuka (open minded).

  1. Sikap positif

Sikap positif dalam komunikasi interpersonal berarti bahwa kemampuan seseorang dalam memandang dirinya secara positif dan berperasaan positif pada saat berkomunikasi. Sikap positif tidak dapat lepas dari upaya mendorong, menghargai keberadaan serta pentingnya orang lain.

Dorongan positif umumnya berbentuk pujian atau penghargaan, dan terdiri atas perilaku yang biasanya kita harapkan, kita nikmati dan kita banggakan. Sebaliknya dorongan negatif, bersikap menghukum dan menimbulkan kebencian.

 

  1. Kesetaraan

Tidak akan pernah ada dua orang yang sama-sama setara dalam semua hal. Komunikasi interpersonal akan efektif apabila suasananya setara. Artinya harus ada pengakuan dari kedua belah pihak sama-sama bernilai dan berharga dan ada sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Kesamaan dalam suatu komunikasi akan menjadikan suasana komunikasi yang akrab, sebab dengan tercapainya kesamaan kedua belah pihak baik komunikan maupun komunikator akan berinteraksi dengan nyaman. Apabila suatu hubungan interpersonal di dalamnya terdapat kesetaraan, maka ketidaksepakatan serta konflik dipandang sebagai upaya untuk lebih memahami perbedaan tidak untuk menjatuhkan pihak lain. Kesetaraan tidak berarti menerima semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain melainkan memberikan “penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.

 

eModul Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Bahasan selengkapnya tentang — dapat Anda baca di eModul Komunikasi Verbal dan Non Verbal di bawah ini.

 

Asesmen — (eModul Komunikasi Perkantoran)

Setelah membaca materi di atas, silakan gunakan latihan soal Komunikasi Efektif berikut ini untuk berlatih

https://quizizz.com/join/quiz/5c6b7cbd26ea66002037de69/start

 

Demikianlah bahasan ringkas kami tentang Strategi Meningkatkan Komunikasi Interpersonal (eModul Komunikasi Perkantoran). Semoga bermanfaat (maglearning.id)

 

Loading...

Tinggalkan Balasan