Keterampilan Komunikasi Interpersonal, Wajib Tahu !

Keterampilan Komunikasi Interpersonal, Wajib Tahu !

Keterampilan Komunikasi Interpersonal, Wajib Tahu ! – Berbicara mengenai keterampilan, keterampilan itu bukanlah sesuatu yang didapat secara instan. Keterampilan juga bukan merupakan hal yang didapat sejak lahir atau bahkan didapat dengan begitu saja.

Keterampilan lahir dari sebuah proses yang dilalui oleh seorang individu. Begitu pula halnya dengan keterampilan komunikasi. Seorang bayi tidak dapat berkembang menjadi manusia seperti pada umumnya tanpa adanya komunikasi yang dilakukan dengan keluarga atau lingkungan terdekatnya.

Pada tulisan ini, mari kita bahas dan mencoba memahami keterampilan komunikasi dalam sebuah komunikasi antarpribadi (interpersonal).

 

Kompetensi Interpretatif

Kekuatan Interpretasi atau keterampilan membaca adalah keterampilan yang memungkinkan individu mengenali dan memahami ide-ide paling penting yang terkandung dalam sebuah teks. Istilah interpretasi, menurut Aleksandr Luria (salah satu penulis neurolinguistik pertama), memainkan peran mendasar dalam proses kognitif manusia. Ini juga merupakan cara proses psikis yang lebih tinggi diatur dalam otak manusia.

Penafsiran dilakukan melalui bahasa, dan ini adalah refleksi dari visi individu yang dimiliki setiap orang di dunia. Dalam pengertian ini, interpretasi menggunakan penggunaan bahasa menentukan bagaimana kita memahami dan memahami kenyataan. Jadi, ketika makna kata itu diubah, ia kehilangan tanda linguistik dan cara pembaca memahami konteksnya.

 

Kegunaan Kompetensi Interpretatif

Keterampilan interpretatif memungkinkan identifikasi dan pengakuan berbagai situasi, masalah, proposisi, grafik, peta, skema, dan lainnya. Semua ini untuk memahami maknanya dan membangun posisi atau menentang apa yang diusulkan dalam teks (Consuelo, 2010).

Dengan kata lain, berdasarkan keterampilan interpretatif yang dikatakan Conseulo, sebuah keterampilan interpretatif dalam komunikasi interpersonal memungkinkan untuk terjadinya rekonstruksi situasi, dan individu yang memiliki atau menerapkan keterampilan tersebut dengan cara tertentu, yang ada di dalam dirinya, dan cara tersebut bersifat umum.

Proses interpretasi dilakukan melalui bahasa dan cara individu memahami kenyataan. Oleh karena itu, penafsiran tidak dapat dipahami sebagai proses penerimaan suatu pesan, tetapi proses interpretasi ini dimaknai sebagai peristiwa kompleks dari sebuah peristiwa mental yang terjadi di dalam diri individu yang kemudian peristiwa mental tersebut digunakan untuk menyusun kembali suatu peristiwa di dalam pikiran dan untuk memahami informasi yang didapat ketika proses penafsiran tersebut.

Titik awal dari kompetensi interpretatif adalah mengajukan pertanyaan yang memungkinkan untuk memahami makna dari suatu situasi. Di sisi lain, interpretasi situasi sepenuhnya tergantung pada individu itu sendiri, karena itu adalah orang yang bertanggung jawab untuk memahami maknanya. Pemahaman makna seperti itu terkait dengan representasi mental seseorang dari konsep, dipengaruhi oleh pengalaman mereka sebelumnya.

Sizing in People (Individu)

Saat individu berinteraksi, individu tersebut sampai pada pemahaman seperti apa orang lain itu. Mengetahui bagaimana mengukur individu adalah cara lain untuk mengurangi ketidakpastian dalam berkomunikasi, di sini terdapat empat faktor:

  1. Penggunaan Konstruksi Pribadi Untuk Menilai Orang Lain.

Konstruksi pribadi adalah tolak ukur mental untuk mengevaluasi objek, peristiwa, dan orang karena konstruksi “pribadi” tidak ada dua orang yang akan menggunakannya dengan cara yang persis sama.

Walaupun kita masing-masing menggunakan konstruksi yang berbeda untuk menilai orang lain, kita menggunakannya dengan cara yang sama. Steven Duck telah mencatat pola khas dalam penggunaan empat jenis konstruksi. Ke empat jenisnya adalah: konstruksi fisik, konstruksi peran, konstruksi interaksi, dan konstruksi psikologis.

  1. Teori Kepribadian Implisit: Pengorganisasian Tayangan Karakter.

Individu tidak hanya membentuk opini terisolasi dari orang lain, melainkan, individu itu mengatur semua persepsi individu kita menjadi gambaran yang lebih lengkap dengan mengisi banyak informasi yang hilang.

Salah satu cara individu melakukan ini adalah melalui apa yang disebut sebagai teori kepribadian implisit. Ini adalah kepercayaan bahwa sifat-sifat individu tertentu terkait dengan sifat-sifat lain. Masing-masing individu memiliki catatan sendiri tentang ciri-ciri apa yang berjalan bersama. Bagi beberapa orang, sifat-sifat (konstruksi) “cerdas”, “tenang”, dan “ramah” dapat berkumpul bersama.

Jika individu mengamati perilaku yang ditafsirkannya sebagai ramah dan tenang, maka individu tersebut dapat menghubungkan kecerdasan dengan orang itu tanpa bukti langsung.

  1. Nubuat yang Terpenuhi dengan Sendirinya (Interpersonal SelfFulfilling Prophecies).

Kecenderungan persepsi penting lainnya adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Berbeda dengan teori kepribadian implisit yang lebih pasif (di mana sifat terkait dalam pikiran), ramalan yang dipenuhi sendiri melibatkan persepsi dan perilaku.

Tindakan ini mendorong target untuk berperilaku sesuai dengan harapan pengamat. Jika Anda yakin teman Anda “sensitif”, Anda cenderung menghindari topik sensitif dan lebih ragu dengan apa yang Anda katakan. Efek dari perilaku Anda? teman Anda menjadi terlalu sensitif karena Anda bertindak terlalu berlebihan.

Tidak sadar bahwa Anda telah membantu menciptakan suasana berduri, Anda berkata pada diri sendiri, “Ya Tuhan, itu benar. Anda tidak bisa mengatakan apa pun kepadanya.

  1. Kepuasan Kognitif: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kesan.

Tidak semua orang membentuk kesan dengan cara yang sama. Pengamat berbeda dalam jumlah dan kualitas konstruksi pribadi (diferensiasi), termasuk kategori psikologis yang lebih abstrak (abstraksi), dan memiliki cara yang lebih rumit dalam mengaitkan berbagai konstruk (integrasi).

Seseorang yang secara kognitif memiliki konstruk yang lebih sedikit, kurang abstrak tentang orang, dan memandang konstruk tersebut sebagai kesan yang relatif terisolasi. Mengingat perbedaan antara orang yang lebih kompleks, Anda mungkin mendapatkan kesan bahwa semakin kompleks, semakin baik. Sebenarnya, itu tergantung pada situasi dan orang lain.

 

Sizing Up Relationship

Ketika individu membaca situasi dan membentuk kesan terhadap orang lain, kita juga menghadapi tugas persepsi untuk menentukan aspek relevan apa dari diri yang cocok dengan situasi dan bagaimana hubungan yang muncul antara diri sendiri dan orang lain harus ditafsirkan.

1.Selfmentoring

Sama seperti individu membentuk bayangan orang lain, individu tersebut membentuk dan mempresentasikan gambar diri kita kepada orang lain. Kesadaran gambar diri dan kemampuan untuk menyesuaikan gambar ini dengan situasi yang dihadapi disebut sebagai pemantauan diri.

Monitoring diri yang tinggi cenderung membaca situasi sosial terlebih dahulu dan kemudian menyajikan wajah yang sesuai, bukan hanya menghadirkan citra diri yang konsisten dalam setiap situasi.

2.Fining Relationships: Self in Relation to Others

Ketika orang-orang berinteraksi, masing-masing menghadirkan citra diri kepada yang lain. Namun gambar-gambar ini, biasanya cukup cair. Satu proses persepsi yang penting adalah identifikasi jenis hubungan yang berlaku dalam situasi tertentu.

Pekerja kantoran di sebuah perusahaan tidak merasa bahwa hubungan atasan-bawahan dengan atasan tidak berlaku selama permainan softball.

Perbedaan persepsi dapat menyebabkan perasaan negatif yang tidak pernah dimaksudkan Berbagai label hubungan tersedia; kenalan-waktu, teman, teman dekat, hampir teman, hanya teman, tetangga, rekan bowling, kekasih platonis, suami dan istri, suami dan istri, saudara atau saudari darah, saudara lelaki dari saudara perempuan, rekan bisnis, teman sekamar, penasihat dan penasihat, tuan dan budak, bahkan dipinjamkan dan guru, daftarnya bisa berlanjut.

Begitu label relasional tertanam kuat dalam pikiran, ia cenderung membatasi persepsi kita tentang apa yang bisa kita lakukan bersama. Robert Carson telah menggunakan istilah kontrak utama untuk merujuk pada definisi hubungan yang berhasil yang memandu interaksi berulang dari angka dua apa pun.

Ini berarti bahwa ketika hubungan berkembang, persepsi yang awalnya dipandu oleh pengalaman akhirnya memberi jalan kepada pemahaman berdasarkan pada persetujuan lisan atau penerimaan diam-diam dari pola perilaku yang sudah mapan. Penting untuk mengenali bahwa mengidentifikasi jenis hubungan yang Anda libatkan mungkin sama pentingnya dengan mengetahui situasi atau membentuk kesan yang bermanfaat bagi yang lain.

Social Events

Semakin individu mengetahui di situasi mana individu tersebut sedang berinteraksi dengan orang lain, semakin efektiflah individu tersebut dalam memproduksi pesan. Ada beberapa cara yang berguna untuk manage situasi, yaitu,

  1. Identifikasi bagian

Maksudnya adalah agar individu dapat berkomunikasi dengan baik, individu itu harus mengetahui bahwa dia sedang berada di bagian sosial yang mana. Terkadang individu tidak tahu sedang berada di situasi apa dan apa yang harus dilakukan. Contohnya saat seseorang sedang berada di tempat yang asing baginya.

Cara terbaik dalam memecahkan masalah ini adalah dengan mengetahui situasinya. Ketika orang lain sedang memasuki suatu tempat, individu harus mengetahui terlebih dahulu di mana keberadaannya, seperti seseorang sedang berada di dalam mobil, atau sedang berada di kebun binatang dan lain-lain.

Namun dengan mengetahui lokasi di mana individu berada tidaklah cukup. Misalnya ketika individu sedang berada di dalam mobil belum tentu individu itu hanya berkendara atau bercakap-cakap antara seseorang dengan orang lain yang satu mobil dengannya, mungkin saja terjadi kecelakaan selama di perjalanan.

Agar dapat berkomunikasi dengan benar individu harus tahu petunjuk apa saja yang dapat menentukan kegiatan atau kejadian apa yang sedang berlangsung di suatu tempat. Jadi untuk dapat berkomunikasi dengan baik, individu harus memahami kejadian apa yang sedang berlangsung di sekitar.

  1. Memahami alur

Maksudnya adalah ketika suatu peristiwa sedang terjadi tentu ada rentetan peristiwa berikutnya yang dapat diprediksi. Misalnya ketika terjadi sebuah kecelakaan, peristiwa awal setelah kecelakaan itu adalah adanya orang yang menolong korban kecelakaan, cek cok antara siapa yang dirugikan dan yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, lalu solusi atas masalah dari peristiwa tersebut.

Mengetahui kejadian yang sedang berlangsung mempermudah kita untuk mengambil langkah dalam bertindak dan memahami alur dari sebuah peristiwa akan membuat sebuah peristiwa lebih mudah diprediksi. Michael Brenner membagi identifikasi ini menjadi 3 bagian, yaitu tertutup, terbuka, dan terdefinisi

  • Tertutup. Peristiwa dengan alur tertutup biasanya terjadi pada situasi di mana semua aktivitas sudah memiliki aturan dan tata caranya sendiri. Identifikasi ini membuat seseorang wajib mengikuti alur dari peristiwa tersebut. Contohnya adalah saat pendaftaran BPJS, asuransi, dan lain-lain.
  • Terbuka. Peristiwa dengan alur terbuka biasanya terjadi ketika individu sedang senggang dan tidak memiliki kesibukan seperti saat kita sedang jalan-jalan atau beristirahat. Peristiwa ini membuat individu memiliki alur yang dapat ia ciptakan sendiri dan bersifat bebas. Contohnya saat seseorang sedang senggang kita bebas ingin melakukan apa saja yang kita mau, baik itu pergi keluar bersama teman-teman atau menikmati waktu sendiri.
  • Terdefinisi. Peristiwa ini terjadi ketika seseorang telah membatasi atau lebih seperti mengontrol kegiatan dari peristiwa dengan alur terbuka. Peristiwa ini memberikan alternatif yang membuat kegiatan di waktu senggang lebih tersusun. Seperti saat menentukan kegiatan yang akan dilakukan saat sedang senggang.

Walaupun kita berpendapat bahwa pola peristiwa tertutup terkesan kaku dan pola terbuka memberi kita pilihan yang bebas, bayangkan jika tidak ada pola peristiwa yang membantu individu untuk mengontrol dan membatasi kegiatan kita. Tentu akan menjadi sebuah kekacauan dalam kegiatan individu sehari hari.

 

Ke halaman Selanjutnya……. (Keterampilan Komunikasi Interpersonal)

Loading...

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

Tinggalkan Balasan