Tujuan Komunikasi Intrapersonal, Apa Saja

Tujuan Komunikasi Intrapersonal, Apa Saja ?

Tujuan Komunikasi Intrapersonal, Apa Saja ? – Komunikasi intrapersonal atau komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri dengan tujuan untuk berpikir, melakukan penalaran, menganalisis dan merenung. Sedangkan menurut Nina (2011) menjelaskan komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi pada diri manusia, meliputi proses sensasi, asosiasi, persepsi, memori dan berpikir.

Menurut Effendy seperti yang dikutip oleh Rosmawaty (2010) mengatakan bahwa komunikasi intrapersonal atau komunikasi intrapribadi merupakan komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Dia berbicara kepada dirinya sendiri. Dia berdialog dengan dirinya sendiri. Dia bertanya dengan dirinya sendiri dan dijawab oleh dirinya sendiri. Selanjutnya Rakhmat seperti dikutip oleh Rosmawaty (2010) mengatakan komunikasi intrapersonal adalah suatu proses pengolahan informasi, meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.

Dari konsep tentang komunikasi intrapersonal dari beberapa ahli komunikasi, penulis mesintesakan bahwa komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri meliputi proses sensasi, asosiasi, persepsi memori dan berpikir dengan tujuan untuk berpikir, melakukan penalaran, menganalisis dan merenung.

 

Tujuan Komunikasi Intrapersonal

Berikut ini merupakan tujuan komunikasi intrapersonal antara lain:

  1. Kesadaran diri. Komunikasi intrapersonal memungkinkan orang untuk menyadari setiap aspek kepribadian mereka sendiri. Dengan introspeksi, orang akan menjadi sadar akan kualitas yang membantu membentuk kepribadiannya yang pada gilirannya membuatnya sadar akan motivasi, aspirasi, dan harapannya kepada dunia. Jika pemahaman diri seseorang mutlak, akan membantu mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya kepada orang lain dengan mudah.
  2. Rasa percaya diri. Dengan berkomunikasi intrapersonal diyakini bahwa seseorang bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri dan rasa aman.
  3. Manajemen diri. Dengan melakukan komunikasi intrapersonal seseorang bisa melengkapi dirinya untuk mengelola urusan sehari-hari secara efisien dengan menggunakan kekuatannya secara maksimal yang pada gilirannya mengkompensasi kelemahannya.
  4. Motivasi diri. Selain untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri dan manajemen diri, komunikasi intrapersonal juga bertujuan untuk mengetahui tentang apa yang seseorang inginkan dari kehidupan dan memungkinkan orang tersebut berusaha mencapai tujuan dan sasaran tersebut sambil terus memotivasi diri mereka sendiri.
  5. Terfokus. Kualitas motivasi diri dan manajemen diri akan membantu mengembangkan konsentrasi yang lebih dalam mengarahkan fokusnya pada tugas yang ada.
  6. Kemampuan beradaptasi. Orang akan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya karena pengetahuan tentang kualitasnya sendiri memungkinkannya untuk percaya diri dan dengan tenang mengambil keputusan dan mengubah pendekatannya sesuai dengan respon terhadap stimulus situasional.

 

Komunikasi intrapersonal merupakan fondasi untuk melakukan komunikasi interpersonal. Mampu berdialog dengan diri sendiri berarti mampu mengenal diri sendiri. Suatu hal yang penting bagi seseorang untuk mengenal diri sendiri. Belajar mengenai diri sendiri berarti belajar bagaimana kita berpikir, merasakan, dan bagaimana kita mengamati, menginterprestasikan dan mereaksi lingkungan kita.

Dengan memahami komunikasi intrapersonal memudahkan kita untuk mengenal pribadi kita. G. Wiseman dan L. Barker dalam karyanya ? speech-interpersonal communication? seperti yang dikutip oleh Rosmawaty (2010) menjelaskan mengenai proses komunikasi intrapersonal yang terjadi pada diri komunikator.

 

Alur Komunikasi Intrapersonal

Pada prinsipnya komunikasi intrapersonal dipengaruhi oleh perangsang internal dan perangsang eksternal. Perangsang internal dipengaruhi oleh kondisi psikologis atau fisiologis, misalnya rasa lapar atau gelisah. Sedangkan perangsang eksternal datang dari lingkungan sekitar komunikator baik secara terbuka dan sengaja atau secara tertutup dan tidak disadari.

Alurnya adalah sebagai berikut :

  • Rangsangan baik internal maupun eksternal itu diterima oleh organisme sebagai getaran-getaran syaraf yang disampaikan kepada otak dan ini pada gilirannya memutuskan perangsang mana yang diperhatikan dan diperkirakan (proses diskriminasi).
  • Perangsang-perangsang yang dipilih pada tahap diskriminasi itu kemudian dikelompokkan lagi yaitu ditata menjadi beberapa susunan yang bermakna bagi komunikator. Sekali dikelompokkan, perangsang-perangsang yang didiskriminasi disandi balik ke dalam lambang (symbol decoded) diubah menjadi lambang-lambang pikiran di dalam diri komunikator, suatu tahap yang diperlukan jika perangsang akan diberi makna.
  • Setelah penyandibalikan (decoding), proses bergerak menuju proses ideasi (ideation) pemikiran, perencanaan, dan pengorganisasian pikiran. Di sini lambang-lambang yang datang dihubungkan dengan pengetahuan dan pengalaman terdahulu, maka terumuskan pesan yang direncanakan komunikator untuk dilontarkan.
  • Tahap ini diikuti oleh inkubasi (incubation), apabila ide-ide dibagikan menetas menjadi bentuk-bentuk tertentu.Pada titik ini lambang-lambang pikiran siap untuk disandi (encoded) diubah menjadi kata atau kial (gesture) yang bermakna.
  • Pada tahap transmisi (transmission) yang terakhir, lambang-lambang kata atau kial yang disandi, secara fisik dipancarkan, dalam bentuk ucapan, tulisan, dan lain-lain, yang dapat diterima dan dimengerti oleh komunikan yang dituju. Terjadilah komunikasi interpersonal.

 

Jadi, bagi seorang komunikator, melakukan komunikasi intrapersonal amat penting sebelum ia berkomunikasi dengan orang lain. Dengan komunikasi intrapersonal seorang komunikator berupaya untuk memformulasikan pesan yang akan disampaikan kepada komunikan, sehingga komunikasi akan efektif sesuai dengan tujuan.

Berdasarkan pembahasan di atas, kita dapat menganalisis permasalahan yang timbul pada kasus Pak Bram. Meskipun beliau memiliki pengetahuan teknik komunikasi efektif yang cukup, tetapi ternyata kepribadian beliau yang buruk temperamen, sombong, sinis, merupakan salah satu faktor internal yang berpengaruh pada proses komunikasi intrapersonalnya. Kepribadian berpengaruh terhadap proses ideasi seseorang (pemikiran, perencanaan dan pengorganisasian) pesan yang akan disampaikan kepada lawan bicara.

Kepribadian yang buruk akan berpengaruh terhadap proses ideasi yang pada akhirnya akan menghasilkan pesan yang buruk. Dengan kata lain Pak Bram bermasalah pada komunikasi intrapersonalnya. Kepribadian buruk Pak Bram berpengaruh terhadap komunikasi intrapersonalnya yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pesan yang disampaikan ketika berkomunikasi interpersonal.

 

Ebook Online Tujuan Komunikasi Intrapersonal

Berikut ini adalah ebook online komunikasi Interpersonal, Intrapersonal, Impersonal, Kelompok yang berisi materi lebih lengkap dan detail.

 

Latihan Soal Online Komunikasi Interpersonal

Untuk melengkapi pembelajaran Anda silakan lakukan asesmen secara mandiri menggunakan kuis latihan soal berikut ini.

https://quizizz.com/join/quiz/5dca36ce03f145001d1f1073/start

 

Demikianlah bahasan kami mengenai Tujuan Komunikasi Intrapersonal. Semoga bermanfaat, sampai jumpa lagi di lain kesempatan (maglearning.id).

 

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan