Proses Berpikir Kreatif

Proses Berpikir Kreatif : Ide tidak muncul begitu saja!

Loading...

Ternyata berpikir kreatif ada prosesnya lho! Tidak asal-asalan dan juga tidak datang tiba-tiba. Kali ini saya akan membahas kerangka proses berpikir kreatif yang dibuat oleh Kuratko dan Hodgetts.

Bila Anda saat ini merasa diri Anda bukanlah seorang yang kreatif jangan minder dulu, apalagi putus asa. Juga jangan menganggap orang-orang yang kreatif itu dominan karena bakat. Karena bakat saja tidak cukup. Bakat masih perlu diasah untuk dimunculkan, sehingga punya dampak signifikan dan terasa manfaatnya.

Nah, kerangka proses berpikir kreatif dari Kuratko dan Hodgetts ini akan membantu kita semua mengapa sebagian besar orang kurang kreatif. Dan, yang paling penting adalah sampai di mana proses yang kita lakukan saat ini.

Mengetahui sampai di mana proses kita dan bagian mana yang tidak seimbang, akan membawa kita pada evaluasi diri menuju berkembang. Simak ulasan detailnya berikut ini.

Kerangka proses berpikir kreatif Kuratko dan Hodgetts
Kerangka proses berpikir kreatif Kuratko dan Hodgetts

Proses Berpikir Kreatif Kuratko & Hodgetts

Kuratko dan Hodgetts (2004) menguraikan model proses berpikir kreatif seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Proses ini terdiri dari empat elemen yang dibahas pada sub-bagian berikut.

• Akumulasi Pengetahuan

Inovasi biasanya diawali dengan pengumpulan informasi melalui penyerapan informasi yang berkaitan dengan masalah dari berbagai sumber yang berbeda. Banyak membaca di sekitar area spesifik yang sedang diteliti atau diminati juga berguna dalam mengembangkan berbagai perspektif tentang masalah tersebut.

Proses pencarian informasi juga dapat bermanfaat. Hal ini biasanya terkait dengan aktivitas membaca di berbagai bidang, bergabung dengan kelompok profesional baik offline maupun online, menghadiri pertemuan dan seminar, bepergian ke tempat baru, berbicara dengan orang yang berbeda, memindai (membaca) publikasi, mengembangkan perpustakaan tentang subjek, membawa buku catatan, dan mencurahkan waktu untuk mengejar keingintahuan alami.

Semua hal ini biasanya dilakukan secara simultan, terutama bila kita sudah merasa tertarik akan sesuatu. Orang dewasa akan merasa tertarik belajar bila mengetahui manfaat penting dari apa yang dipelajarinya.

• Tahap Inkubasi

Biarkan alam bawah sadar Anda memikirkan informasi yang dikumpulkan dan juga tentang masalah yang Anda anggap penting. Anda disarankan untuk melakukan aktivitas tanpa pikiran seperti berolahraga atau bermain, memikirkan masalah sebelum tidur, atau bermeditasi atau bisa juga bersantai.

Membebaskan pikiran dari gangguan duniawi dapat meningkatkan kreativitas. Ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa orang mendapatkan pikiran kreatif setelah tidur atau selama hal-hal seperti jalan kaki, olahraga, atau bahkan mandi.

Tahap ini sering tanpa disadari tapi perlu untuk disediakan prosesnya. Sadari bahwa hal ini penting. Biarkan pengetahuan-pengetahuan positif dan hal-hal baru mempengaruhi alam pikiran Anda. Proses ini dinamakan proses inkubasi dan akan matang dalam pemikiran Anda, serta kemudian muncul ide-ide atau pemikiran baru yang segar.

 • Ide

Jika inkubasi yang cukup telah dilakukan, penemuan solusi dapat muncul secara tiba-tiba atau secara bertahap. Kisah-kisah terkenal tentang momen inspirasi Newton dengan apel yang jatuh di kebun, atau momen ‘eureka’ Archimedes di kamar mandi, adalah contoh yang fenomenal namun sebenarnya umum. Hanya saja nilai bagi seseorang berbeda-beda.

Walaupun sudah muncul, ide itu juga bisa menguap begitu saja. Hanya orang-orang yang siap dapat mengembangkan ide sederhana menjadi luar biasa.

• Evaluasi dan Implementasi

Identifikasi ide-ide yang bisa diterapkan yang dapat diimplementasikan membutuhkan individu yang sehat dan memahami proses perencanaan bisnis atau sejenisnya. Dianjurkan agar Anda menguji ide dengan para ahli, mencatat intuisi, dan mengembangkan keterampilan manajemen.

Sangat diharapkan untuk mempelajari cara menjual dan cara kerja organisasi. Carilah nasihat sejak dini dan anggap masalah yang dihadapi sebagai tantangan yang bisa diatasi.

Menurut McFadzean (1998) berpikir kreatif dalam organisasi dapat ditingkatkan di mana pemecahan masalah secara kreatif memenuhi salah satu kriteria ini.

  • Pertama, ide atau produk yang dihasilkan harus baru dan bernilai.
  • Kedua, pemikiran harus tidak konvensional, menantang ide dan paradigma yang sudah ada.
  • Ketiga, pemikiran membutuhkan motivasi dan ketekunan yang berlangsung dari waktu ke waktu atau dengan intensitas tinggi.

Setiap pemikiran kreatif yang memiliki nilai komersial harus dapat diimplementasikan. Berpikir kreatif dapat didorong atau dikembangkan dengan mengikuti beberapa strategi berikut:

  1. Mengadopsi kebiasaan berpikir kreatif; ini bisa melalui penggunaan latihan berpikir seperti teka-teki silang, permainan kata dan mendongeng kelompok.
  2. Identifikasi kebiasaan dan persepsi yang menghalangi Anda untuk berpikir kreatif, seperti frasa umum yang Anda gunakan secara lahiriah atau batiniah untuk menghambat kemajuan sebuah ide baru.
  3. Mulailah melihat hubungan yang saling melengkapi dan aposisional antara orang dan objek. Pemikir kreatif memahami bagaimana orang dan benda berhubungan satu sama lain.
  4. Saat mempertimbangkan hubungan antara orang dan benda, lihat bagaimana mereka melengkapi Anda dalam upaya Anda untuk memuaskan kebutuhan Anda sendiri.

Nah, memahami proses berpikir kreatif akan membuat Anda tahu saat ini Anda sedang di posisi apa. Tidak perlu terlalu memikirkan hasil, atau menghakimi diri bahwa Anda bukan orang kreatif. Berpikir kreatif memang membutuhkan proses, dan proses itu sering kali bertahap serta membutuhkan waktu.

Yang terpenting adalah bagaimana Anda mengawal proses itu. Tidak perlu terburu-buru berorientasi pada hasil. Jalani dan nikmati proses Anda dalam menjalani belantara kehidupan dan liarnya alam pikiran.

So, selamat berproses dan temukan ide-ide segar yang bermanfaat bagi kehidupan. Sampai jumpa di lain kesempatan yang lebih menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

3 comments

Tinggalkan Balasan