Pengertian Administrasi Pendidikan dan Istilah Istilah Terkait

Pengertian Administrasi Pendidikan dan Istilah Istilah Terkait

Ada beberapa pengertian administrasi pendidikan dan istilah-istilah yang berkaitan erat dengannya. Terkadang, tanpa kita ketahui hal tersebut menjadikan kita salah paham dan salah kaprah dalam memahaminya.

Maka, sebelum membahas ke dunia administrasi pendidikan, sudah seyogyanya kita mengetahui istilah-istilah dan arti daripada istilah tersebut. Beberapa istilah (organisasi, administrasi, management, leadership, human relation) dan pengertiannya adalah sebagai berikut:

1) Organisasi

Ditinjau dari sudut pandang pertama bahwa organisasi adalah sebagai suatu wadah yaitu usaha pembentukan bagian-bagian, unit-unit, fungsi-fungsi, komponen- komponen dan tugas-tugas dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan dari sudut pandang kedua bahwa organisasi sebagai suatu proses adalah proses menetapkan dan mengelompokkan pekerjaan yang akan dilakukan, merumuskan dan melimpahkan tanggung jawab dan wewenang serta menyusun hubungan-hubungan dengan maksud agar memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam menentukan suatu tujuan.

2)   Administrasi (Etimologis dan Semantik)

Istilah administrasi berasal dari kata latin “administrare” yang berarti membantu atau melayani.

Pengertian dalam arti sempitnya berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungan satu sama lain.

Pengertian dalam arti luasnya, berarti segala aktivitas individu-individu (para pejabat) dalam suatu organisasi yang berkaitan dengan tugas memerintah, memajukan, dan memperlengkapi usaha bersama untuk mencapai usaha yang ditentukan.

3)   Manajemen

Manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan”.

Juga dapat didefinisikan bahwa manajemen adalah proses dengan mana pelaksanaan dari pada suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.

4)   Leadership

Banyak ahli yang memberikan batasan tentang leadership sesuai sudut tinjauannya masing-masing contohnya: “kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan secara sukarela”(George Terry)

Dan juga ada yang mengatakan “kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan untuk memberikan inspirasi, membimbing, mengarahkan orang lain”(Carter V.Good)

5)   Human Relation

Dalam administrasi hubungan antar manusia tidak boleh diabaikan, sebab apabila tidak ada hubungan antar manusia yang baik maka tidak akan ada kerja sama yang tercipta diantara manusia.

Berarti Human Relation adalah keseluruhan rangkaian hubungan, baik yang bersifat formal antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan, serta bawahan dengan bawahan yang lain yang harus dibina dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tercipta suatu teamwork dan suasana kerja yang intim dan harmonis dalam rangka mencapai tujuan.

Kapan dan Bagaimanakah Timbulnya Administrasi?

Bagaimana timbulnya administrasi untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia? Dan kira-kira kapankah munculnya administrasi di dunia ini? Berikut beberapa penjelasan tentang fase administrasi, yaitu:

1. Fase Pra-Sejarah(sebelum tahun 1 M)

Sebenarnya, administrasi telah ada sejak timbulnya peradaban manusia. Hal ini terbukti pada jaman Mesopotamia, uang logam telah menjadi alat tukar menukar yang dapat memperlancar jalannya perdagangan.

Zaman Babilonia menandakan adanya “taman tergantung” yang sulit ditandingi oleh manusia modern. Zaman Mesir kuno juga membuktikan adanya “papirus” yang merupakan data tercatat tentang peradaban kala itu (piramida pun juga menandakan hasil budaya besar)

2. Fase Sejarah (tahun 1 M sampai dengan 1886 M)

Bermula dari diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT-lah kemajuan administrasi dapat dilihat dari sistem pemerintahan yang dipakai Rasulullah SAW untuk membangun Daulah Islamiyah di Madinah, yang menjadi tolak ukur standar dunia syarat berdirinya sebuah negara.

Dan keteraturan itulah yang membuat Daulah Islamiyah berkembang pesat dan dapat menaklukkan semua jazirah arab bahkan sampai asia dan afrika, dan yang tidak bisa dipungkiri lagi Spanyol pun jatuh ke tangan Islam itu telah menunjukkan kemajuan administrasi yang sangat pesat.

3. Zaman Modern

Pada zaman ini perkembangan administrasi dilandasi dengan munculnya tokoh-tokoh baru di bidang administrasi dan manajemen. Frederick W.Taylor telah memelopori timbulnya “Gerakan Manajemen Ilmiah” di Amerika Serikat. Disusul kemudian Henry Fayol yang membahas manajemen perusahaan dengan bukunya “General and Indusrtrial Management”. Pada akhirnya, Taylor dianggap sebagai bapak manajemen ilmiah sedangkan Henry sebagai bapak administrasi modern.

Sekilas gambaran sejarah di atas menandakan bahwa administrasi telah ada sejak timbulnya peradaban manusia. Pada dasarnya ketika beberapa orang bekerja bersama sama menggulingkan batu agar tidak menghalangi lalu lintas, saat itu pun telah ada adminstrasi.

Sedangkan apabila batu itu digulingkan sendirian tanpa suatu tujuan apa pun itu menandakan bahwa di situ tidak ada proses administrasi yang baik. Dengan demikian administrasi memerlukan syarat-syarat atau prinsip-prinsip tertentu beserta tujuannya, agar dapat dikatakan sebagai administrasi.

Prinsip-prinsip Administrasi

Administrasi sebagai sebuah sistem dan mekanika, harus memenuhi syarat-syarat atau prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip administrasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Adanya kegiatan kerjasama yang dilakukan sekelompok manusia.
  • Adanya penataan atau pengaturan dalam kerja
  • Adanya sumber daya (manusia dan non manusia) untuk ditata.
  • Adanya tujuan yang akan dicapai dari kegiatan bersama.

Keempat prinsip di atas harus ada dalam administrasi. Apabila salah satu hilang, tidak dapat dikatakan lagi sebagai administrasi.

Tujuan Administrasi

Secara sederhana dapat dirumuskan bahwa tujuan administrasi adalah untuk menyelenggarakan dan mendayagunakan segala tenaga sarana dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif dan efisien agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Maka seharusnya sebuah organisasi memiliki tujuan yang terarah ini dan mengaplikasikannya dalam seluruh kegiatan agenda organisasi karena akan memberi hasil yang memuaskan.

Konsep dan Tujuan Administrasi Pendidikan

Pada dasarnya pengertian administrasi pendidikan merupakan penerapan pengertian administrasi dalam arti luas pada dunia pendidikan.

Ada yang mendefinisikannya sebagai berikut “Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, semua kegiatan bersama, dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia baik personal, materil maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan”.(Dr S Nasution)

Ngalim Purwanto, menyatakan bahwa administrasi pendidikan merupakan proses mengintegrasikan atau menggabungkan tujuan pendidikan secara personal, spiritual, hingga material. Kemdikbud RI, juga mengartikan administrasi pendidikan sebagai seluruh proses yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan meliputi pengarahan, perencanaan, pengoordinasian, pembiayaan, pelaporan, hingga pengawasan dalam rangka mencakup tentang pendidikan.

Dasuqi dan Somantri, menyatakan administrasi pendidikan sebagai upaya untuk mempraktikkan kaidah administrasi yang ada di bidang pendidikan.

Hadari Nawawi, mengungkapkan administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan bersama-sama untuk mencapai pendidikan agar tercipta pendidikan yang sistematis. Good Carter V, memaknai administrasi pendidikan sebagai segenap teknik dan prosedur yang dipergunakan dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.

Menurut Knezevich, administrasi pendidikan adalah suatu proses yang berurusan dengan penciptaan, pemeliharaan, stimulasi, serta penyatuan tenaga-tenaga dalam suatu lembaga pendidikan dalam usaha merealisasikan tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Sedangkan tujuan administrasi pendidikan tidak jauh dari tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh MPR No.IV/MPR/1978 yaitu:

“Pendidikan Nasional berdasarkan atas Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan dirinya sendiri serta bersama sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Ruang Lingkup dan Fungsi Administrasi Pendidikan

Secara umum, ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi :

  • Administrasi Dan Organisasi Kurikulum
  • Administrasi Ketenagaan Pendidikan
  • Administrasi Siswa, Mahasiswa Dan Generasi Muda
  • Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan
  • Administrasi Pembiayaan Pendidikan
  • Administrasi Layanan Khusus Pendidikan
  • Administrasi Kesekretariatan Pendidikan
  • Administrasi Hubungan Dengan Masyarakat

Sedangkan Fungsinya adalah sebagai berikut :

  • Fungsi Perencanaan
  • Fungsi Organisasi
  • Fungsi Koordinasi
  • Fungsi Motivasi
  • Fungsi Pengawasan

Prinsip Dasar Administrasi Pendidikan Modern

Administrasi pendidikan modern lebih mengarah kepada penghargaan yang tinggi terhadap komponen manusia. Prinsip demokrasi dalam pendidikan dijunjung tinggi, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Adapun prinsip prinsip administrasi pendidikan modern adalah sebagai berikut:

  1. Memprioritaskan tujuan di atas pertimbangan pribadi dan mekanisme organisasi.
  2. Pengorganisasian wewenang dan tanggung jawab.
  3. Penyesuaian tanggung jawab diberikan pada karakter personal.
  4. Pengenalan terhadap faktor psikis manusia.

 

Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan mengenai pengertian administrasi pendidikan, prinsip-prinsip, tujuan, dan istilah istilah terkait dengannya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan. (maglearning.id)

Loading...

Tinggalkan Balasan