Anak Bertengkar – Terjadinya proses persahabatan dan pertengkaran merupakan bukti bahwa manusia adalah makhluk sosial. Keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat sosial, oleh sebab itu apabila sesekali terjadi pertengkaran di antara anggota keluarga (kakak-beradik) adalah wajar, asal tidak berlebihan.
Pertengkaran di antara kakak-beradik dapat terjadi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah sikap saling meremehkan dan mengejek, memperebutkan wilayah atau kepemilikan, ketika suasana hati yang buruk, dan berebut untuk memenangkan suatu persaingan (Don Fleming, 2007).
Di dalam keluarga, ada kalanya pertengkaran di antara kakak-beradik berawal dari sebuah gurauan sekedar bercanda. Cara bercanda anak-anak ada yang lebih menyukai dalam bentuk perkataan seperti saling ledek atau saling ’mengata-ngatai sesuatu’ dan ada juga yang suka usil dengan saling melempar atau menggelitik. Situasi anak seperti tersebut tidak jarang membuat orangtua merasa khawatir jika pada akhirnya terjadi pertengkaran yang membuat suasana menjadi ribut dan kacau.
Sikap Orang Tua Ketika Anak Bertengkar
Apabila pertengkaran di antara mereka benar-benar terjadi, orangtua harus berhati-hati dalam bersikap. Campur tangan orangtua yang tidak tepat seperti melakukan pembelaan pada salah satu di antara mereka boleh jadi menimbulkan rusaknya hubungan di antara kakak-beradik. Anggapan anak bahwa orangtua telah bersikap pilih kasih dalam bertindak dapat menimbulkan rasa iri/cemburu dan bersaing tidak sehat untuk mendapatkan perhatian lebih dari orangtua.
Memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri adalah salah satu pelajaran yang baik bagi anak untuk belajar bagaimana bernegosiasi, menghadapi dan menyelesaikan masalah yang terjadi.
Tetapi, apabila pertengkaran yang terjadi sudah di luar kendali, seperti saling memukul, menggigit, menendang dan saling menjambang, turut campur tangan orangtua tentu sangat dibutuhkan, karena situasi sudah membahayakan.
Upaya Mencegah Anak Bertengkar
Mencegah anak-anak bertengkar adalah hal yang penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan sehat di dalam keluarga. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda coba:
- Ajarkan keterampilan komunikasi: Anak-anak perlu diajari cara berbicara dan mendengarkan dengan baik. Ajarkan mereka untuk berbicara dengan hormat, mengungkapkan perasaan dan pemikiran mereka tanpa mengejek atau mengkritik satu sama lain. Beri contoh dengan komunikasi yang baik di antara anggota keluarga.
- Beri perhatian pada perasaan mereka: Dukung anak-anak dalam mengungkapkan perasaan mereka dan bantu mereka memahami perasaan satu sama lain. Ini membantu mengurangi ketegangan dan konflik yang mungkin muncul akibat perasaan yang tidak diungkapkan.
- Buat aturan keluarga: Buat aturan keluarga yang jelas dan berlaku untuk semua anggota keluarga. Aturan ini bisa melibatkan hal-hal seperti membatasi waktu bermain video game, berbicara dengan hormat, dan membagi tugas rumah tangga. Pastikan semua anggota keluarga memahami aturan tersebut dan konsekuensinya.
- Berbicara tentang solusi: Ajarkan anak-anak untuk mencari solusi daripada hanya menyalahkan satu sama lain. Bantu mereka berpikir kreatif tentang cara mengatasi konflik, misalnya dengan berunding atau mencari kompromi.
- Beri contoh positif: Anak-anak sering meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Jadi, pastikan Anda dan pasangan juga mempraktikkan komunikasi yang baik dan penyelesaian konflik yang sehat.
- Dorong kerjasama: Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Ini dapat membantu mereka membangun hubungan yang positif dan saling mendukung.
- Tanggapi konflik dengan tenang: Ketika konflik timbul, penting untuk tetap tenang dan tidak terlibat dalam emosi yang kuat. Bicarakan dengan anak-anak tentang apa yang terjadi, dan bantu mereka menemukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan damai.
- Beri penghargaan untuk perilaku positif: Pujilah anak-anak ketika mereka berperilaku baik dan menyelesaikan konflik dengan damai. Ini akan memberi mereka insentif untuk terus mempraktikkan perilaku positif.
- Libatkan anak dalam pengambilan keputusan: Biarkan anak-anak merasa memiliki sebagian besar pengendalian dalam keputusan yang memengaruhi mereka. Ini dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan kurang cenderung untuk bertengkar.
- Jika diperlukan, cari bantuan dari profesional: Jika anak-anak terlibat dalam konflik yang serius atau berkelanjutan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau psikolog anak yang berkualitas.
Mencegah anak-anak bertengkar adalah upaya yang berkelanjutan, dan tidak selalu mungkin untuk menghindari konflik sepenuhnya. Namun, dengan mendukung mereka dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah yang baik, Anda dapat membantu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih damai.
Semoga bermanfaat (maglearning.id).