DIMENSI GAMBAR DIGITAL

Gambar merupakan salah satu komponen utama media pembelajaran. Gambar mempunyai peran penting dalam mendukung sebuah narasi bahkan sangat efektif untuk menjelaskan materi-materi yang kompleks serta sangat membantu untuk menjelaskan sebuah proses.

Selama ini mungkin kita melihat melihat gambar berdasarkan dimensi ruang. Gambar dalam dimensi ini yang paling popular adalah gambar 2D dan 3D. Dalam  media pembelajaran digital selain gambar bentuk 1 dimensi hingga 3 dimensi yang sudah diterima secara luas, dapat menggunakan dimensi ke 4 yaitu dimensi waktu.

Secara lengkap Dowhal (1996) mendefinisikan dimensi gambar digital ini kedalam beberapa dimensi yaitu 0 dimensi sampai 7 dimensi. Berikut ini adalah kategori dimensi gambar digital menurut Dowhal:

  • 0D: piksel atau titik
  • 1D: garis atau vektor
  • 2D: gambar bentuk (punya dimensi panjang dan lebar)
  • 2½ D: gambar 2D yang mensimulasikan tiga dimensi
  • 3D: gambar tiga dimensi sebenarnya yang menggunakan model geometris
  • 3½ D: gambar 2D atau 3D yang mensimulasikan atau menyiratkan gerakan
  • 4D: gambar bergerak atau animasi
  • 5D: gambar dengan tambahan konten psikologis atau emosional
  • 6D: gambar yang dikombinasikan dengan media lain, terutama suara atau ucapan
  • 7D: gambar yang berinteraksi dengan manusia atau sistem komputer
Loading...

Berbagai kategori dimensi gambar digital ini tidak semuanya saling eksklusif. Sebagian gambar mungkin ada yang multi-dimensi yaitu mencakup berbagai jenis konten psikologis serta suara dan interaktivitas. Gambar digital akan disajikan dalam setiap kategori jika memenuhi persyaratan minimum, walaupun gambar tersebut mungkin menyertakan fitur lain juga.

Loading...

Setiap dimensi gambar digital punya karakteristik dan kelibihan sekaligus kelemahan tersendiri. Tidak semua gambar efektif digunakan dalam setiap media pembelajaran. Semua memiliki keterbatasan berdasarkan formulir, dan batasan itu harus jelas karena membatasi komunikasi informasi.

Contoh batasan-batasan itu diantaranya adalah ada batasan ilusi bahwa gambar 2D dapat membangkitkan realitas 3D atau 4D. Visualisasi dapat menyampaikan informasi yang hidup dalam jumlah terbatas secara koheren untuk pengambilan keputusan tanpa membanjiri indera dengan informasi yang berlebihan. Gambar foto-realistis dapat menyampaikan serangkaian makna yang terbatas, dan itu juga berlaku untuk gambar nonfoto-realistis (yang dapat membawa suasana hati yang lebih baik dan fokus pada ide-ide lebih jelas dengan elisi detail yang asing tetapi yang mungkin kurang detail dan mendalam dibanding foto-realistis).

Tinggalkan Balasan