KAMERA: Ringkasan Singkat dari Lubang Jarum sampai Mirrorless

Kamera adalah alat optik yang digunakan untuk mengambil gambar diam atau merekam gambar bergerak. Kamera fotografi terdiri dari lensa yang memfokuskan cahaya dari sebuah obyek, dan badan kamera yang mengatur mekanisme pengambilan gambar.

Kata kamera berasal dari camera obscura, yang berarti “ruang gelap”, saat ini lebih dikenal dengan istilah kamera lubang jarum. camera obscura pertama dibuat oleh Abu Ali Al-Hasan Ibn Al-Haytham atau juga dikenal sebagai Alhazen. Benda ini menujukkan bagaimana cahaya bisa digunakan untuk memproyeksikan gambar pada permukaan datar.

Kamera film

Kamera fotografi modern merupakan evolusi dari camera obscura. Fungsi kamera sangat mirip dengan fungsi mata manusia seperti yang ditunjukkan oleh Alhazen. Namun foto permanen pertama baru bisa dibuat pada tahun 1825 oleh Joseph Nicéphore Niépce.
Pada 1841, proses pengambilan gambar dengan kamera disempurnakan lagi oleh Henry Fox Talbot. Dengan kamera buatan Talbot, gambar dari kamera yang sebelumnya tidak bisa dicetak ulang, jadi bisa direproduksi sampai jumlah tak hingga.

Kamera yang ada di pasaran saat ini adalah kamera film, polaroid, dan digital. Tentunya sekarang kita lebih mudah menemukan kamera digital dibanding kamera jenis lainnya. Kamera film dan polaroid sudah lama ditinggalkan oleh para fotografer.

Pondasi kamera digital, yang telah merevolusi bisnis kamera dimulai dari pengembangan perangkat charge-couple device (CCD) pada tahun 1969 oleh Bell Labs. CCD mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik dan menjadi jantung perangkat digital saat ini sebelum era CMOS yang lebih murah.

Kamera DSLR

Pada tahun 1991 kamera DSLR pertama diperkenalkan dan mulai dijual, walaupun pada tahun 1984 Canon sudah pernah mendemonstrasikannya. DSLR adalah singkatan dari digital single lens reflex. Pada kamera DSLR, cermin di dalam kamera membelokkan cahaya yang masuk melalui lensa sehingga obyek dapat dilihat dari bagian viewfinder.

kamera digital
Loading...

Ada sensor di belakang cermin. Ketika tombol pengambilan gambar ditekan, cermin di dalam kamera terbalik menyebabkan cahaya jatuh pada sensor. Ketika cahaya jatuh pada sensor inilah gambar ditangkap lalu diproses untuk disimpan. Desain refleks inilah yang membedakan kamera DSLR dari kamera lain.

Kamera Mirrorless

Kamera mirrorless sangat digemari oleh pecinta fotografi maupun videografi akhir-akhir ini, variannya semakin bertambah banyak dengan kemampuan yang semakin aduhai. Apasih sebenarnya kamera mirrorles ini? dan tentu saja apa bedanya dengan kamera DSLR?

kamera mirrorles


Seperti yang mungkin sudah bisa Anda tebak, perbedaan utamanya adalah bahwa kamera mirrorles tidak memiliki cermin refleks. dengan demikian sensor kamera mirrorles akan selalu terkena cahaya, memungkinkannya untuk menangkap gambar Live View tanpa perlu cermin atau jendela bidik optik. Sebagai gantinya, ‘tampilan langsung’ literal ini ditampilkan di layar LCD di belakang badan kamera atau melalui jendela bidik elektronik – yang merupakan LCD mini atau monitor OLED.

Loading...

Tidak seperti jendela bidik optik, Live View memberikan pratinjau ‘langsung’ dan gambar persis seperti yang akan direkam oleh memori melalui sensor, memungkinkan Anda untuk melihat bagaimana hasil pengaturan yang telah dilakukan seperti ISO, aperture, dan kecepatan rana dapat mempengaruhi gambar akhir Anda, bahkan sebelum Anda benar-benar mengambilnya.
Tidak adanya cermin fisik ini membuat kamera dapat digunakan memotret dengan diam-diam (silent), menjadikannya sempurna untuk pernikahan atau acara lain yang sakral atau menuntut keheningan.

Hilangnya cermin refleks juga mengurangi jarak sensor di badan kamera dengan lensa yang berarti bahwa bagian belakang elemen lensa dapat lebih dekat dengan sensor gambar. Oleh karena itu, produsen dapat memproduksi lensa yang lebih eksotis dan berkinerja tinggi, walaupun demikian Anda tetap dapat mengadaptasi berbagai macam lensa dari jenis kamera lainnya.

Banyak kamera mirrorles sudah didesain memiliki stabilisasi gambar dalam badan kamera. Sistem ini menggunakan medan magnet untuk menstabilkan sensor dan menetralkan gerakan atau guncangan kamera. Hal ini sangat berguna untuk pengambilan gambar ketika tangan rentan goyah, misalnya memotret dalam cahaya rendah atau menggunakan lensa panjang.
Teknologi kamera digital yang semakin berkembang membuat kamera mirrorless dapat sepenuhnya bersaing dengan DSLR bahkan bisa memiliki lebih banyak keunggulan dalam menghasilkan kualitas gambar yang fantastis dalam tubuh yang kecil.