Macam-macam Video Pembelajaran

Pesatnya perkembangan teknologi digital ikut berperan dalam membuat semakin populernya video pembelajaran. Banyak sekali konten video yang dimanfaatkan oleh semua orang dalam berbagai format dan jalur distribusi. Bisa dikatakan bahwa saat ini video adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya setiap lapisan masyarakat.

Lahirnya platform penyebaran video berbasis internet seperti YouTube membuat video semakin mudah diakses oleh siapapun dan dari manapun. Jutaan bahkan milyaran penduduk dunia mengakses video tiap harinya. Mereka mengakses video ini dengan berbagai macam tujuan, mulai dari sekadar untuk hiburan sampai keperluan pembelajaran.

Video untuk tujuan yang terakhir inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini. Bila kita cermati banyak sekali manfaat video dalam pembelajaran, seperti kemampuan menjangkau pengguna yang lebih luas, kemudahan distribusi, sampai pada beragam konten yang bisa disajikan untuk mendukung pembelajaran.

Pada dasarnya video adalah gambar statis yang disajikan secara berurutan sehingga mempunyai efek gerakan. Semakin rapat atau semakin banyak jumlah gambar yang disajikan dalam suatu satuan waktu tertentu maka akan semakin baik kualitas visualnya. Biasanya menggunakan satuan detik yaitu frame per second (fps).

Video kemudian berkembang dari hanya berupa tampilan visual menjadi kombinasi antara audio dan visual atau sering disebut dengan multimedia. Untuk kepentingan pembelajaran, multimedia sangat efektif digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Dimana kita bisa memanfaatkan dua saluran yang saling mendukung yaitu penglihatan dan pendengaran. Hari ini hampir semua video adalah multimedia.

Video atau multimedia dalam pembelajaran hadir dalam berbagai format. Secara teknis format ini sangat beragam dan sebagian besar adalah digital. Pada tulisan ini kita abaikan mengenai format-format ini.

Marilah kita bahas mengenai fungsi video dalam pembelajaran.

Banyak sekali fungsi-fungsi video dalam pembelajaran. Dari sekian banyak kategori-kategori video pembelajaran tersebut dibagi menjadi tiga domain yaitu:

  • Mendukung Pembelajaran dan Pengembangan Keterampilan
  • Menyajikan Pengalaman
  • Memperbaiki motivasi dan perasaan.

Berikut ini adalah berbagai jenis video dari ketiga domain tersebut.

Mendukung Pembelajaran dan Pengembangan Keterampilan

  1. gambar komposit, misalnya layar terbagi menjadi 2 atau lebih, baik yang proporsional maupun tidak
  2. animasi diagram yang mengeksplorasi proses
  3. metafora / simbolisme / analogi visual
  4. memodelkan suatu proses dengan melakukan penyederhanaan
  5. menggambarkan konsep dengan contoh nyata
  6. menyingkat waktu dengan mengedit kehidupan nyata, video yang dipercepat
  7. penjajaran situasi yang kontras
  8. kekuatan naratif dari sistem yang kaya simbol
  9. demonstrasi keterampilan oleh seorang ahli

Menyajikan Pengalaman (pengganti Pengalaman) dengan menunjukkan sesuatu yang tidak mungkin diakses langsung

  1. perubahan atau pergerakan yang dinamis
  2. tempat atau lokasi yang berbahaya atau jauh di luar negeri
  3. sudut pandang, misal dari udara, big close-up atau dengan pembesaran.
  4. proses atau peralatan teknis
  5. objek 3D, menggunakan gerakan atau penjajaran
  6. gerakan lambat / cepat
  7. orang / binatang yang berinteraksi baik nyata atau drama
  8. peristiwa hanya satu kali atau jarang terjadi
  9. urutan dan durasi kronologis
  10. bahan-bahan untuk dianalisis pemirsa
  11. acara bertahap, misal eksperimen kompleks, pentingnya dramatisasi

Menjaga motivasi dan perasaan

tekad, motivasi, dan aktivasi

  1. merangsang nafsu untuk belajar, misalnya dengan mengungkapkan daya tarik subjek
  2. memacu aksi, memprovokasi pemirsa untuk bangkit dan melakukan sesuatu
  3. memotivasi penggunaan strategi dengan menunjukkan keberhasilannya, misalnya teknik ujian atau trik menjadi juara

apresiasi, perasaan, sikap

  1. mengurangi isolasi pelajar yang jauh dengan menunjukkan visualisasi guru atau sesama siswa
  2. mengubah sikap, penghargaan, menimbulkan empati bagi orang-orang
  3. meyakinkan, mendorong kepercayaan diri
  4. mengautentikasi abstraksi akademik dengan menunjukkan penggunaannya dalam memecahkan masalah kehidupan nyata

Dampak Kategori Video dalam Pembelajaran

Loading...

Klaim bahwa kategori-kategori di atas dapat mendorong hasil pembelajaran dengan menyumbangkan beberapa kelebihan dari fitur-fitur unik video sebenarnya secara empiris belum banyak diteliti. Klaim tersebut lebih banyak berasal dari pendapat para ahli. Sekitar setengah dari kategori-kategori tersebut dibuat pada tahun 1980-an oleh Komite Penyiaran Universitas Terbuka Inggris, dengan tujuan memastikan penggunaan video yang hemat biaya.

Dasar dari klaim nilai tambah untuk kategori-kategori ini adalah sistem simbol video yang kaya, yaitu gambar bergerak, gerakan nyata atau lambat, kehidupan nyata atau diagram, dengan narasi sinkron dan efek suara, gerakan kamera (tilt, pan, dolly, truck, pedestial) dan zoom, big close-up, transisi bidikan, efek visual, pengurutan kronologis, metafora visual, model skala, dan masih banyak lagi. Atribut-atribut ini membuat video lebih efektif daripada media lainnya.

Satu pengecualian terjadi di domain 3. Peragaan drama yang didramatisir dengan baik pada audionya terkadang dapat membangkitkan lebih banyak realisme dan emosi daripada hanya video saja dengan merangsang imajinasi visual pendengar. Misalnya, untuk menimbulkan empati, video lebih efektif daripada audio ketika benar-benar diperlukan untuk melihat perilaku manusia.

Contoh ini menggambarkan bahwa untuk beberapa kategori  video, dalam keadaan tertentu, ada pilihan media yang lebih baik daripada video. Bahkan, ada beberapa kategori yang tidak ada alternatifnya untuk video – misalnya gerak cepat melalui perekaman time-lapse, di mana kehidupan nyata dapat dipercepat ribuan kali.

Meskipun ada banyak kategori yang secara nyata tidak dapat dicapai tanpa video atau multimedia, masih ada yang meragukan bahwa media apa pun dapat memberikan nilai tambah di atas media lain untuk tugas pembelajaran apa pun. Ada pemikiran yang mengikuti R.E. Clark (1983) yang percaya bahwa belajar hanya dipengaruhi oleh metode instruksional, terlepas dari media apa saja yang digunakan. Analogi yang dikutip secara luas adalah bahwa media adalah ‘kendaraan belaka yang memberikan instruksi tetapi tidak memengaruhi prestasi siswa, tidak lebih dari truk yang mengantarkan bahan makanan kita sehingga tidak mungkin menyebabkan perubahan nutrisi’.

Loading...

Namun, pada tahun 1994 pandangan Clark sedikit berubah. Dia mengatakan ‘Tidak dapat diperdebatkan bahwa media atau atribut media apa pun harus ada. agar pembelajaran dapat terjadi, hanya media dan atribut tertentu yang lebih efisien untuk pelajar, tujuan pembelajaran, dan tugas tertentu”.

Meskipun pandangan ini lebih masuk akal daripada posisi Clark 1983, ia masih meremehkan perbedaan dalam kemampuan media yang berbeda. Yang benar adalah bahwa truk generik ala Clark mungkin tidak sesuai untuk mengangkut setiap jenis makanan. Misalnya, bayangkan jika hanya audio yang digunakan menggambarkan bentuk tiga dimensi yang rumit, atau hanya media cetak yang mencoba menggambarkan sebuah rangkaian tari-tarian.

Prinsip Multimedia

Untuk membuat video pembelajaran yang berkualitas perlu memperhatikan beberapa prinsip multimedia yang diterapkan dalam pengembangan video. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya adalah:

Disadur dari “Designing Video and Multimedia for Open and Flexible Learning” karya Jack Koumi