Strategi Pembelajaran Ekspositori dan Sintaks Pelaksanaannya

Strategi Pembelajaran Ekspositori dan Sintaks Pelaksanaannya

Salah satu strategi pembelajaran yang dipandang memiliki kelebihan adalah strategi pembelajaran ekspositori. Banyak yang mengatakan bahwa penggunaan strategi pembelajaran ini dalam sebuah kegiatan pembelajaran di sekolah lebih terasa optimal jika dibandingkan dengan penggunaan strategi pembelajaran yang lainnya? Benarkah? Apa sebenarnya yang menjadikannya dapat demikian? Sebaiknya anda meluangkan waktu santai yang anda miliki dengan seksama, karena di sini saya akan mengulas beberapa hal tentang strategi pembelajaran yang satu ini. Selamat membaca.

 

Pengertian Strategi Pembelajaran Ekspositori

Pertama kali yang akan kita ulas pada kesempatan kali ini adalah mengenai apa sih strategi pembelajaran ekspository itu? Strategi pembelajaran ekspositori adalah sebuah strategi pembelajaran di mana seorang tenaga pendidik dianjurkan untuk melakukan penyampaian materi pembelajaran secara verbal kepada para peserta didiknya.

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampain materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa mengusai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen menamakan strategi ini dengan istilah pembelajaran langsung, karena dalam strategi ini materi pelajaran langsung disampaikan oleh guru, siswa tidak dituntut menemukan materi itu.

Hal ini memiliki tujuan utama yakni agar penyampaian materi tersebut dapat berjalan dengan optimal. Dengan kata lain tenaga pendidik menyampaikan materi pembelajaran secara langsung atau lisan sehingga tak salah jika kemudian banyak yang menyebut bahwa strategi pembelajaran yang semacam ini merupakan strategi pembelajaran ceramah langsung.

 

Perbedaan Strategi Ekspositori Dengan Metode Ceramah

Perbedaan strategi ekspositori dengan metode ceramah, sebagaimana dikatakan Wina sanjaya adalah dalam strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus tanya jawab bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran.

Strategi pembelajaran ini dikatakan efektif dalam mencapai pemahaman yang dimiliki oleh para peserta didik karena pertama pada pembelajaran yang semacam ini seorang tenaga pendidik menjelaskan langsung sehingga kecil kemungkinan peserta didik mendapat pemahaman jauh di luar apa yang disampaikan tenaga pendidiknya. Strategi pembelajaran yang semacam ini memiliki orientasi yang cukup mendasar yakni pada tujuan dari sebuah kegiatan pembelajaran itu sendiri.

Sekali lagi kita tekankan bahwa strategi ekspositori berbeda dengan metode ceramah. Dalam aplikasi strategi ini bisa memakai metode ceramah dan memungkinkan terjadinya tanya jawab dan atau diskusi.

Dengannya maka dapat kita petik sebuah kesimpulan singkat mengenai strategi pembelajaran ini adalah strategi yang memiliki tujuan agar peserta didik memahami pelajaran. Berdasarkan hal tersebutlah akhirnya yang menjadikan pembelajaran yang berlangsung dapat lebih efektif karena segala sesuatu yang terdapat di dalam kegiatan pembelajaran tersusun secara sistematis dan jelas.

Terlebih ketika kita menyimak cara penyampaian materi pembelajaran ini yang menekankan pada komunikasi verbal yang akan membuat para peserta didik lebih merasa dekat dengan para tenaga pendidik yang mereka miliki. Hingga akhirnya dapat menciptakan sebuah kondisi belajar yang ideal.

 

Karakteristik Strategi Pembelajaran Eskpositori

  1. Strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi utama dalam melakukan strategi ini, sering orang mengidentikkan dengan metode ceramah.
  2. Biasanya materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang.
  3. Tujuan utama pembelajaran ini adalah penguasaan materi itu sendiri, artinya setelah pembelajaran itu berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan baik dan benar dengan cara mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.

Dimyati dan mujiono menambahkan bahwa tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai kepada siswa. Hal yang esensial pada bahan pengajaran harus dijelaskan kepada siswa.

 

Kelebihan Strategi Ekspositori

Kelebihan strategi pembelajaran ekspository adalah sebagai berikut :

  1. Dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pelajaran dengan demikian ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan yang telah disampaikan.
  2. Strategi ini dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa sangat luas sementara waktunya sangat terbatas.
  3. Melalui strategi ini selain siswa mendengarkan melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi melalui pelaksanaan demonstrasi.
  4. Strategi ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.

 

Kelemahan Strategi Ekspositori

Ada pun beberapa kelemahan strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut :

  1. Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar secara baik.
  2. Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan individual.
  3. Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi kemampuan interpersonal serta kemampuan berpikir kritis.
  4. Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan berkomunikasi dan kemampuan mengelola kelas

 

Langkah-langkah strategi ekspositori

Langkah-langkah atau sintaks pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan

Persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan ekspositori sangat bergantung pada langkah persiapan. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah:

  1. Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif
  2. Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar
  3. Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa
  4. Menciptakan iklim dan suasana yang terbuka
  5. Memberikan sugesti yang positif
  6. Mulailah dengan membuka tujuan yang harus dicapai

 

  1. Penyajian

Penyajian adalah langkah penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan yang harus dipikirkan oleh guru dalam penyampaian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.

  1. Menghubungkan

Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal yang memungkinkan siswa untuk menangkap keterkaitan yang telah dimiliki.

  1. Menyimpulkan

Menyimpulkan tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan langkah penyimpulan adalah langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori. Sebab melalui langkah siswa akan dapat mengambil inti sari proses penyajian.

  1. Penerapan

Langkah penerapan ini merupakan langkah yang penting dari proses pembelajaran ekspositori sebab melalui langkah ini guru akan dapat menyimpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.

 

Demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan kepada anda sekalian tentang strategi pembelajaran ekspositor di atas. Semoga dengannya dapat memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian. Sampai jumpa pada ulasan menarik di kesempatan yang akan datang! (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan