Teknik Pembuatan Soal HOTS Pilihan Ganda Bidang Ilmu Pengetahuan Alam

Soal pilihan ganda memang sangat cocok bila diandalkan sebagai komponen utama asesmen atau sebuah tes. Sudah lama soal-soal bentuk ini menjadi favorit guru untuk asesmen maupun perancang tes. Fleksibilitas dan kemudahan pengukuran merupakan fitur penting yang jarang dimiliki aoleh bentuk soal lain. Namun tetap saja soal pilihan ganda punya kelemahan. Meminimalisir kelemahan dan mengkombinasikan dengan soal-soal bentuk lain bisa menjadi salah satu solusi.

Kali ini kita akan membahas bagaimana kita membuat soal pilihan ganda yang berkarakter High Order Thinking Skills (HOTS). Kita akan coba mengulas bagaimana menerapkannya pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA).

Sebenarnya untuk asesmen IPA lebih cocok berbasis kinerja dan kertas, dan sebaiknya adalah kombinasi dari keduanya. Asesmen berbasis kertas tidak memungkinkan untuk pemeriksaan yang mendalam seperti halnya penilaian berbasis kinerja, tetapi asesmen berbasis kertas dapat mencakup materi yang lebih luas. Soal pilihan ganda juga masih memungkinkan untuk penilaian pengetahuan yang efektif melalui tingkat Analisis. Berikut ini akan kita bahas secara singkat tentang pembuatan soal pilihan ganda dengan tingkatan HOTS.

Tingkat Pengetahuan: Siswa dapat mengenali dan mengingat informasi yang dipelajari sebelumnya; tidak ada pengetahuan atau pemahaman informasi yang tersirat. Ingatlah bahwa terlepas dari kompleksitas suatu konsep, konsep ini terbatas pada tingkat pengetahuan jika siswa diberi informasi untuk dihafal.

Contoh kasus:

Siswa biasanya menghafal daripada mengklasifikasikan karakteristik hewan sesuai dengan kelas masing-masing. Berikut adalah contoh item untuk menguji apakah siswa mengetahui karakteristik kelas hewan:

1. Mamalia tidak ……

A. memiliki rambut.

B. bertelur.

C. merawat anak-anaknya.

D. punya darah hangat.

Perhatikan bahwa kata “tidak” dicetak miring untuk menghindari kebingungan.

Tingkat Pemahaman: Siswa dapat memahami atau meringkas informasi, menerjemahkan informasi dari satu bentuk atau tingkat ke yang lain, dan memahami tren data. Menurut definisi tersebut, pemahaman diperlukan di tingkat Pemahaman. Misalnya, jika kita memberi tahu siswa tentang sesuatu dan mereka memasukkan apa yang kita katakan kepada mereka ke dalam memorinya, informasi tersebut disimpan di tingkat Pengetahuan. Namun, jika mereka membaca sendiri tentang informasi yang sama, mereka harus memahami apa yang telah mereka baca untuk menyimpannya dalam memori. Untuk menentukan seberapa baik siswa memahami salah satu tugas membaca mereka, kita dapat menggunakan item pilihan ganda seperti berikut:

2. Seperti yang dinyatakan dalam teks di atas, contoh karnivora adalah

A. triceratops.

B. pterodactyl.

C. brachiosaurus.

Loading...

D. brontosaurus.

Item tingkat Pemahaman ini menguji pemahaman membaca: Siswa harus memahami teks yang disajikan sebelumnya untuk menjawab item. Juga, narasi soal menyatakan masalah yang dijawab oleh salah satu opsi singkat.

Tingkat Aplikasi: Siswa dapat mengambil informasi yang telah diperoleh dan dipahami serta menggunakannya dalam situasi nyata. Terkadang situasi hipotetis merupakan prekursor yang diperlukan untuk situasi aktual. Misalnya, sebagai bagian dari materi belajar botani, kita dapat merencanakan sebuah perjalanan lapangan. Untuk menentukan apakah siswa telah siap untuk menerapkan informasi yang kita berikan kepada mereka, kita dapat menggunakan item pilihan ganda seperti berikut:

3. Pada sebuah perjalanan lapangan, Anda memasuki sebuah areal perkebunan teh. Anda harus waspada terhadap?

A. laba-laba hitam.

B. kalajengking.

C. tarantula.

D. ular.

Dengan menghadirkan situasi hipotetis, kita telah meningkatkan apa yang bisa menjadi item Pengetahuan atau Pemahaman ke tingkat Aplikasi. Item pertanyaan dibuat singkat dan to the point, dan opsinya singkat serta mengandung pengalih yang masuk akal bersama dengan satu jawaban terbaik.

Tingkat Analisis: Siswa mampu memecah kesatuan yang utuh menjadi bagian-bagian dasarnya dan memahami hubungan di antara bagian-bagian itu, membandingkan fenomena, memahami metafora dan analogi, memahami hubungan antara sebab dan akibat, dan mengkategorikan fenomena. Dalam setiap tingkat ilmu pengetahuan alam, kita menghadapi situasi yang membutuhkan pemahaman tentang hubungan sebab-akibat. Untuk mengambil sampel seberapa baik siswa dapat menentukan hubungan sebab-akibat, kita dapat menggunakan item soal pilihan ganda sebagai berikut:

Loading...

4. Sebuah reaksi terjadi melalui pencampuran cuka, obat kumur, air, dan baking soda. Dua bahan utama yang menyebabkan reaksi adalah

A. cuka dan obat kumur.

B. air dan soda kue.

C. cuka dan air.

D. cuka dan soda kue.

Untuk menjawab item ini dengan benar, siswa harus menganalisis dengan benar campuran mana yang menghasilkan reaksi (sebab dan akibat). Tanpa informasi yang berlebihan, item soal menyajikan masalah yang harus dijawab dengan satu-satunya pilihan terbaik yang disamarkan oleh pengalih perhatian yang relatif singkat dan masuk akal.

Demikianlah pembahasan dan contoh singkat tentang pembuatan item soal pilihan ganda bidang Ilmu Pengetahuan Alam dengan kerangka HOTS. Semoga sedikit informasi ini cukup bermanfaat….

Tinggalkan Balasan