Design-Based Research

Variabel Budaya Dalam Design-Based Research

Loading...

Artikel ini menyajikan hasil penelitian di mana metode adaptasi budaya dan kepenasihatan berbasis pengetahuan dapat membantu desainer pembelajaran dalam mempertimbangkan variabel budaya selama proses desain pembelajaran dikembangkan. Untuk melakukannya, model konseptual kebudayaan dielaborasi, variabel budaya diidentifikasi, dan pengetahuan mengenai variabel ini dimodelkan melalui ontologi yang berfungsi untuk menciptakan basis pengetahuan “Keanekaragaman Budaya” yang mengintegrasikan pengetahuan tentang lima budaya.

Luaran hasil penelitian ini menyajikan desain dan pengujian fungsional dari sistem kepenasihatan berbasis pengetahuan yang memandu desainer pembelajran dalam tugas adaptasi budayanya.

Metodologi yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR), dengan lima iterasi. Design-Based Research adalah metodologi sistematis namun fleksibel dengan tujuan untuk meningkatkan praktik pembelajaran melalui analisis berulang, desain, pengembangan dan implementasi dalam konteks alam untuk menetapkan prinsip dan proposal teoritis.

Tujuan jenis penelitian pengembangan DBR ini adalah untuk memecahkan masalah yang ada dan yang sebenarnya, sambil membangun prinsip desain yang dapat menginformasikan pengambilan keputusan di masa depan. Selama lima iterasi dalam proses DBR, pengetahuan prosedural tentang budaya pertama kali dimodelkan untuk menggambarkan bagaimana budaya dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari, tetapi khususnya pengajaran dan pembelajaran.

Selanjutnya, pengetahuan deklaratif tentang variabel budaya dalam proses desain pembelajaran dan karakterisasinya dalam budaya tertentu dimodelkan. Akhirnya, metode adaptasi budaya yang dapat dieksekusi dimodelkan, dan prototipe sistem kepenasihatan dikembangkan.

Prototipe ini menggunakan pengetahuan yang diwakili secara formal untuk menasihati desainer instruksional tentang bagaimana mengadaptasi skenario pedagogis (untuk pelajaran, perkuliahan, atau bahkan kurikulum) ke budaya selain budaya mereka sendiri atau siswa yang awalnya dirancang untuk skenario pedagogis mereka. Perpaduan pengetahuan prosedural dan deklaratif memungkinkan untuk menawarkan alat yang memfasilitasi proses adaptasi budaya.

Penelitian ini dilakkukan dalam upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian berikut berikut ini:

  1. Bagaimana budaya dapat mempengaruhi pembelajaran dan pengajaran?
  2. Bagaimana pengertian budaya dan fungsinya didefinisikan?
  3. Apa yang bervariasi dalam skenario pedagogis dari satu budaya ke budaya lain?
  4. Bagaimana perancang instruksional beradaptasi dengan budaya baru?

Tahapan metode penelitian pengembangan yang dilakukan bisa dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar Metode Design-Based Research 5 Iterasi
Gambar Metode Design-Based Research 5 Iterasi

Secara total, penelitian ini dilakukan selama 8 tahun. Dimulai dari identifikasi variabel sampai, pengembangan alat. Dengan demikian hasilnya bersumber dari proses reflektif yang panjang dan menyeluruh.

Namun, jumlah responden yang terbatas membuat sulit didapat potret yang jelas dan dapat diandalkan dari lima budaya yang diwakili. Namun, analisis tanggapan memungkinkan untuk memilih variabel tertentu.

Untuk saat ini, model konseptual tidak dapat digunakan secara langsung oleh sistem, tetapi telah digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan ontologi Kebudayaan yang dapat digunakan sebagai instrumen untuk identifikasi variabel budaya dan pengumpulan data.

Akhirnya, prototipe sistem ini akan bekerja dengan baik dalam skala kecil, dengan lima budaya terwakili. Ini dapat membantu para desainer dalam tugas mereka beradaptasi dengan variabel budaya.

Dengan jumlah budaya yang terwakili lebih besar, basis pengetahuan dapat dikelola secara mandiri, di luar sistem. Para desainer dapat menciptakan “dunia tindakan” mereka sendiri dengan memilih empat atau lima budaya yang mereka rencanakan untuk bekerja dan mengintegrasikannya ke dalam versi sistem mereka yang disesuaikan. Adaptasi budaya lebih menarik jika memiliki tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru atau lembaga pendidikan.

Jenis Penelitian:

  • Dari sisi Aplikasi : Penelitian Terapan
  • Menurut Tujuan : Penelitian Pengembangan
  • Metode yang digunakan : Penelitian Kualitatif

Judul Artikel:

Considering cultural variables in the instructional design process: A knowledge-based advisor system

Url Abstrak : https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0360131519302751

Sitasi :

Savard, I., Bourdeau, J., & Paquette, G. (2020). Considering cultural variables in the instructional design process: A knowledge-based advisor system. Computers and Education, 145, 103722. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103722

Download Fulltext : Link 1

Loading...

Tinggalkan Balasan