memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga

Cara memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga

Loading...

Mengetahui cara memisahkan keuangan bisnis dan keuangan rumah tangga (pribadi) adalah salah satu kunci kesuksesan seorang pengusaha. Manajemen keuangan sederhana ini harus dimamputerapkan oleh siapa saja yang ingin usahanya semakin berkembang.

Ada sebagian orang yang masih saja mencampur aduk antara keuangan bisnis dengan keuangan keuangan rumah tangga. Padahal hal itu sangat tidak bagus untuk perkembangan sebuah usaha yang dijalankan. Hal ini akan mengakibatkan sulitnya mengontrol kondisi keuangan usaha hingga berujung pada kerugian atau bahkan kebangkrutan usaha. Jadi sangat penting sekali untuk memisahkan kedua keuangan tersebut.

Maka dari itu Anda perlu belajar bagaimana cara melakukan pemisahakan keuangan bisnis dan keuangan rumah tangga. Dengan begitu usaha akan berjalan dengan lebih lancar dan bisa dengan mudah untuk dikelola.

Agar Anda bisa sukses memisahkan kedua keuangan tersebut maka Anda bisa mencoba beberapa tips yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini. Tips tersebut Antara lain sebagai berikut :

1. Buatlah rekening bisnis dan rekening rumah tangga secara terpisah

Yang pertama kali yang harus dilakukan untuk menghindari tercampurnya keuangan bisnis dan keuangan rumah tangga adalah buat rekening secara terpisah.

Misalkan saja Anda membuka rekening bank, sebut saja Bank BCA untuk keuangan bisnis, kemudian Anda membuka satu lagi rekening Bank BRI untuk rumah tangga.

Jadi jangan sampai Anda mengambil uang di rekening BCA untuk keperluan pribadi, sedarurat apapun kalau bisa untuk bisa menahan diri tidak menggangu dari keunagan bisnis yang Anda jalankan.

2. Buatlah jadwal pengambilan uang dari keuntungan bisnis atau usaha

Lalu apakah tidak boleh mengambil keuangan bisnis untuk keluarga? Boleh saja, kan Anda berbisnis juga untuk keluarga kan. Namun alangkah lebih baik jadwalkan pengambilan keuangan bisnis secara khusus untuk dipindah ke rekening keluarga.

Contoh Anda membuat sebuah aturan untuk diri Anda sendiri, hanya akan memindah sebagian keuntungan dari bisnis ke rekening keluarga di tanggal akhir bulan atau awal bulan saja. Tetapkan pula tanggal pemindahan uang agar lebih pasti. Misalkan Anda hanya akan memindahkan uang setiap tanggal 1 awal bulan.

Kemudian di saat ada profit besar sekalipun jangan mengganggu uang tersebut. Karena sudah memiliki jadwal sendiri. Di sini kedisiplinan Anda sangat menentukan, sekali saja Anda keluar dari jadwal nantinya akan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak baik.

Dengan begitu Anda tidak akan sembarangan menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi atau keperluan keluarga.

3. Tentukan seberapa besar Anda mengambil uang dari usaha

Lalu jangan lupa untuk membuat aturan seberapa besar uang yang boleh Anda ambil dari rekening bisnis untuk kepentingan keluarga.

Tentukan besarannya dalam bentuk prosentase agar lebih mudah menentukan besaran menyesuaikan dengan perkembangan usaha Anda.

Contoh :

Di dalam 1 bulan penuh usaha Anda menghasilkan untung bersih sebesar Rp. 10.000.000,-. Lalu Anda menentukan komitmen hanya akan mengambil 30% dari keuntungan bersih usaha, maka Anda hanya boleh menggunakan uang dari bisnis tersebut sebesar Rp.3.000.000,- saja.

Kenapa hanya 30% ? Ini adalah sebuah tips penting, agar keuangan Anda lebih besar dalam support bisnis Anda. Dengan sisa netto 70%, anda bisa mengembangkan usaha Anda setiap bulannya dari sisa keuntungan tadi.

Banyak peisnis besar yang sudah melakukan hal seperti ini. Mereka awalnya hanya mengambil sedikit saja keuntungan untuk mereka pakai. Dan sisanya mereka gunakan untuk mengembangkan usaha itu sendiri.

4. Bersikap professional dengan tidak mencampur aduk urusan rumah tangga dengan urusan bisnis

Salah satu hal yang cukup menetukan keberhasilan dalam memisahkan keuangan bisnis dan keluarga adalah profesionalisme Anda.

Jadi jangan sering mencampur adukkan urusan bisnis dengan urusan keluarga. Usahakan semuanya tetap berjalan sesuai dengan aturan yang sudah Anda tetapkan. Terutama adalah dalam menahan diri untuk belanja pribadi berlebihan yang sampai mengganggu keuangan usaha Anda.

Berikanlah pengertian kepada keluarga Anda dengan baik, misalkan saja Anda masih merintis ya keluarga harus mengerti bahwa hasil yang Anda dapat dari usaha belum begitu besar. Dan yakinkan keluarga untuk bersabar bahwa ketika usaha atau bisnis sudah besar, nantinya jatah keuangan untuk keluarga juga akan semakin besar. Dengan kerjasama yang baik dalam satu keluarga pastinya akan lebih mudah dalam mengatur keuangan tersebut.

Demikianlah pembahasan kita cara cerdas memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi / rumah tangga. Semoga bisnis Anda semakin berkembang dan jaya, jaya, jaya…..

Loading...

Tinggalkan Balasan