dibentuknya ASEAN Economic Community

Dibentuknya ASEAN Economic Community dan Integrasi Ekonomi

Loading...

Dibentuknya ASEAN Economic Community atau sering disebut dengan komunitas masyarakat ekonomi Asean adalah salah satu wujud dari integrasi ekonomi. Integrasi ini cukup unik karena dilakukan oleh negara-negara sedang berkembang di kawasan Asia. Bagaimana bila ditinjau dari sisi teori tahapan integrasi ekonomi pada umumnya?

Sebagian besar negara di dunia telah mencoba melakukan integrasi ekonomi dengan negara lainnya. Tujuan dari integrasi ekonomi secara umum adalah untuk memperkuat posisi ekonomi sekelompok negara dalam pasar internasional, sehingga diharapkan mereka dapat bersaing dengan negara lain yang lebih besar dan lebih maju. Di samping itu, integrasi ekonomi juga dapat menjadi sarana untuk mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.

Melalui integrasi ekonomi, negara-negara anggota dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan kondisi khusus dibandingkan dengan persaingan pasar yang normal. Salah satunya adalah dibentuknya ASEAN Economic Community. Kondisi khusus yang dimaksud adalah masing-masing negara melakukan penurunan hambatan dalam perdagangan baik tarif maupun non tarif untuk produk-produk tertentu secara timbal balik. Dengan cara ini diharapkan masing-masing negara memiliki daya saing yang kuat di tingkat regional dan global (Krugman and Maurice, 2006).

Bentuk kerja sama regional bervariasi menurut perbedaan tingkat integrasi ekonomi yang dilakukan. Tahapan integrasi ekonomi yang selama ini dikenal adalah Free Trade Area, Customs Union, Common Market, dan Economic Union. (Salvatore, 2008). Free Trade Area (FTA) merupakan tahapan paling awal (tahapan pertama) dari proses integrasi ekonomi. Dalam FTA, sekelompok negara bersepakat untuk menurunkan atau menghilangkan hambatan dalam perdagangan, baik tarif maupun non-tarif.

Namun, masing-masing negara anggota masih diberikan kebebasan dalam menetapkan tarif perdagangannya sendiri terhadap negara bukan anggota FTA. Contoh FTA adalah AFTA (ASEAN Free Trade Area), ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area), dan NAFTA (North American Free Trade Area). 

Tahapan kedua dalam proses integrasi ekonomi adalah Customs Union (CU). Dalam CU, selain penghapusan hambatan dalam perdagangan secara internal, semua anggota juga menetapkan tarif yang sama terhadap negara bukan anggota.

Tahapan ketiga adalah Common Market (CM) atau pasar bersama. Common Market merupakan suatu Customs Union yang didalamnya ditetapkan kebijakan-kebijakan umum yang tidak hanya terbatas pada perdagangan internasional saja, tetapi juga menghilangkan semua hambatan dalam mobilitas modal dan tenaga kerja.

Tahapan keempat (terakhir) dalam integrasi ekonomi adalah Economic Union (EU). Economic Union merupakan  Common Market plus dimana negara anggota tidak hanya bersepakat dalam menghilangkan semua hambatan perdagangan dan menjamin kebebasan mobilitas semua faktor produksi, namun juga sampai pada penyatuan kebijakan moneter dan fiskal serta pembentukan mata uang tunggal bersama (common currency) dan bank sentral tunggal. Contoh Economic Union adalah Uni Eropa yang telah menggunakan mata uang tunggal, Euro.

Dampak dari suatu integrasi ekonomi terhadap peningkatan total perdagangan negara-negara anggota dapat dijelaskan melalui konsep trade creation dan trade diversion. Trade creation terjadi apabila suatu negara dapat mengimpor barang dengan harga yang lebih murah dari negara lain dalam suatu kawasan integrasi ekonomi, karena dihilangkannya hambatan tarif antar sesama negara anggota.

Sedangkan trade diversion terjadi apabila impor dari suatu negara yang berada di luar kawasan dengan biaya produksi lebih murah digantikan oleh negara lain yang berada dalam kawasan integrasi dengan biaya produksi lebih mahal. Hal ini terjadi karena produk dari negara lain dalam kawasan tersebut menjadi lebih murah akibat adanya penghapusan tarif (Salvatore, 2008).

Integrasi ekonomi di lingkungan negara ASEAN saat ini masih dalam tahap awal yaitu Free Trade Area (FTA) dengan pemberlakuan AFTA sejak tahun 2002. Pada tahun 2015, negara ASEAN akan memasuki tahapan ketiga dalam integrasi ekonomi yaitu Common Market dengan pemberlakukan ASEAN Economic Community (AEC), melewati tahapan yang kedua yaitu Customs Union (CU). Peningkatan tahapan dalam integrasi ekonomi membawa dampak semakin ketatnya persaingan di antara negara anggota baik dalam pasar barang, jasa, modal, maupun tenaga kerja.

Dibentuknya Integrasi Ekonomi dalam ASEAN Economic Community (AEC)

Kerja sama ekonomi ASEAN dimulai dengan disahkannya Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan budaya. Dalam dinamika perkembangannya, kerja sama ekonomi ASEAN diarahkan pada dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) yang pelaksanaannya berjalan relatif lebih cepat dibandingkan dengan kerjasama di bidang politik-keamanan dan sosial budaya.

Diawali pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-2 tanggal 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan disepakatinya Visi ASEAN 2020, para kepala negara ASEAN menegaskan bahwa ASEAN akan:

  • menciptakan kawasan ekonomi ASEAN yang stabil, makmur dan memiliki daya saing tinggi yang ditandai dengan arus lalutintas barang, jasa-jasa, dan investasi yang bebas, arus lalu lintas modal yang lebih bebas, pembangunan ekonomi yang merata serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi,
  • mempercepat liberalisasi perdagangan di bidang jasa, dan
  • meningkatkan pergerakan tenaga profesional dan jasa lainnya secara bebas di kawasan.

Selanjutnya pada beberapa KTT berikutnya (KTT ke-6 dan ke-7), para pemimpin ASEAN menyepakati berbagai langkah yang tujuannya adalah untuk mewujudkan visi tersebut. (Kementerian Perdagangan RI, 2009) 

Setelah krisis ekonomi yang melanda kawasan Asia Tenggara, para kepala negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-9 di Bali, Indonesia tahun 2003, menyepakati pembentukan komunitas ASEAN (ASEAN Community) dalam bidang keamanan politik (ASEAN Political-Security Community), ekonomi (ASEAN Economic Community), dan sosial budaya (ASEAN Socio-Culture Community) dikenal dengan Bali Concord II. Untuk pembentukan ASEAN Economic Community (AEC)pada tahun 2015, ASEAN menyepakati perwujudannya diarahkan pada integrasi ekonomi kawasan yang implementasinya mengacu pada ASEAN Economic Community  (AEC) Blueprint.

AEC Blueprint merupakan pedoman bagi negara-negara anggota ASEAN dalam mewujudkan AEC 2015. AEC Blueprint memuat empat pilar utama, yaitu:

  • ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas,
  • ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerse,
  • ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam), dan
  • ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Demikianlah pembahasan kami tentang tema dibentuknya ASEAN Economic Community sebagai salah satu perwujudan dari integrasi ekonomi negara-negara di kawasan Asean. Ternyata integrasi ini secara teoritis “melompat” dari tahap satu ke tahap tiga tanpa melalui tahap dua yaitu Customs Union. Dengan kata lain dibentuknya ASEAN Economic Community adalah lompatan dari tahap Free Trade Area (FTA) sejak tahun 2002 langsung melompat ke Common Market pada tahun 2015.

Semoga bahasan kita kali ini ada manfaatnya. Sampai jumpa lagi di bahasan yang lain. Jangan lupa jaga kesehatan dan salam belajar menyenangkan kapan saja di mana saja (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan