Pepatah Minang Tentang Kehidupan

Pepatah Minang Tentang Kehidupan Agar Lebih Terarah

Loading...

Pepatah Minang Tentang Kehidupan Agar Lebih Terarah – Setiap suku di Indonesia pasti mempunyai prinsip-prinsip yang layak dipegang dalam kehidupan. Salah satu suku yang terkenal akan prinsip hidupnya adalah prinsip orang Minangkabau. Orang Minang dikenal memiliki kesetiaan terhadap apa yang ia lakoni.

Banyak sekali pepatah pepatah Minang tentang kehidupan yang mempunyai arti yang bagus untuk diresapi dan diamalkan bukan hanya untuk orang Minang saja tapi juga siapa saja, termasuk kita. Dengan menghayati pepatah-pepatah ini senantiasa hidup kita akan lebih berarti dan terarah.

Untuk lebih lengkapnya mari kita simak ulasan tentang kumpulan pepatah Minang yang membuat hidup kita lebih terarah

“ Alat baulah Jo bapatuik makanan Bana siku – siku, kato nan Bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku “

Pepatah ini memiliki arti seseorang yang tidak mau menempuh jalan lurus menandakan hatinya sudah rusak. Pepatah ini membuat kita belajar untuk menerima nasehat orang lain, jangan suka menggurui dan jangan merasa paling benar sendiri.

Sia-sia orang yang menginginkan kebahagiaan namun dirinya menolak berbuat baik berarti hatinya sudah rusak, pikirannya tidak jernih. Orang yang tidak mau diajak berbuat baik berarti hatinya sudah tidak dalam keadaan baik lagi.

“ Alah Bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun beganti musim sandi adat jangan dianjak “

Pepatah Minang tentang kehidupan ini mempunyai arti walau tahun berganti tapi pegangan hidup tetaplah teguh jangan diubah. Ini adalah kenapa orang Minang kebanyakan kokoh dengan prinsipnya. Pepatah ini menekankan kita untuk setia dengan prinsip walau menghadapi masa sesulit apa pun asalkan prinsip yang kita anut merupakan kebenaran.

“ Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan “

Yang berarti orang yang sulit menerima pendapat orang lain tidak akan membuat hidupnya berkembang.  Nasehat diberlakukan untuk orang keras kepala merasa dirinya paling benar dan egois

Manusia itu tidak ada yang sempurna dan pasti ada kesalahan. Oleh karena itu diperlukan nasehat orang lain untuk mengingatkan. Jika kita melihat orang lain salah segera ingatkan, tapi saat kita melakukan kesalahan, kita juga harus legowo menerima kritik.

“ Baban Sakoyan dapek dipikua, Budi sekatek taraso darek “

Yang berarti seberat apa pun benda masih dipikul, tapi orang berbudi tercela akan berat menanggungnya. Orang Minang selalu mengajarkan tentang Budi pekerti, menghormati orang lain serta taat beragama.

Tak peduli pangkat atau kekayaan yang dipunyai karena hal itu bersifat duniawi yang kapan saja bisa dicari. Orang yang sudah buruk perilakunya akan memberatkan orang lain melebihi berat benda seberat apa pun di dunia ini.

“ Anjalai tumbuah dimunggu, Sugi Sugi dirumpun padi. Supaya pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan Budi “

Pepatah yang satu ini mempunyai arti pengetahuan tinggi hanya bisa didapat dari berguru sementara kemuliaan hati didapatkan dari Budi pekerti. Nasehat itu mengingatkan kita tentang pendidikan karakter. Kita harus menyelaraskan antara kepintaran otak dan akhlak terpuji. Karena di zaman ini banyak ditemui orang yang hanya pintar otaknya saja tapi tidak punya kebaikan dalam hatinya.

Nah, itulah tadi beberapa pepatah Minang tentang kehidupan yang sangat bagus untuk diterapkan oleh siapa pun, walaupun bukan orang Minang. Semoga hidup kita semakin mulia dan bahagia, salam persatuan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan