Prinsip Bisnis Syariah

Prinsip Bisnis Syariah

Loading...

Prinsip Bisnis Syariah – Saat ini, kesadaran beragama masyarakat Muslim di Indonesia mulai tinggi. Kamu bahkan bisa melihatnya sendiri, karena tingginya kesadaran beragama umat Muslim berdampak pada majunya bisnis syariah. Bagaimana bisa? Ya, karena untuk menunjang pengetahuan dan mengaplikasikan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, mereka membutuhkan beberapa hal, misalnya untuk urusan pakaian. Seorang wanita dan laki-laki mempunyai kewajiban untuk berpakaian sesuai dengan syariat yang telah ditentukan, yakni menutup aurat. Hal ini kemudian membuat tingginya angka keinginan orang untuk berbisnis pakaian syariah.

Tapi tak hanya itu saja, fenomena kesadaran ini juga disadari atau tidak telah membuat istilah ‘bisnis syariah’ kian ramai diperbincangkan. Bahkan, kamu juga dapat melihat sendiri, betapa banyak perusahaan, toko, usaha, yang mulai menggunakan kata ‘syariah’ pada bisnis yang dijalankannya. Hal ini tentu saja untuk menarik minat para konsumen. Tapi, bagaimanapun, seharusnya, label syariah ini bukan hanya ajang menarik minat konsumen ya, tetapi juga sebagai ajang refleksi dan menyadari, bahwa seorang muslim memang meski berbisnis dengan cara yang syar’i.

Dengan adanya penambahan label ‘syariah’, ternyata memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen muslim. Nah, setelah dari tadi kita membahas soal bisnis syariah apa sih sebenarnya bisnis syariah itu? Jadi, bisnis syariah merupakan transaksi jual beli yang memang prosedur transaksinya menggunakan syariat yang telah ditetapkan dalam Islam, dan al-Quran serta hadis menjadi pedoman utamanya.

Maka, ketika kesadaran akan pentingnya berbisnis syariah ini juga menghampiri ke hati dan pikiran kamu, ada hal yang meski kamu perhatikan, yakni prinsip utama dalam menjalankan bisnis syariah itu sendiri. Berikut ini 3 prinsip bisnis syariah yang harus kamu perhatikan.

Menjual Produk yang Halal

Dalam Islam, semua kegiatan kamu telah diatur dengan sangat inci, termasuk barang-barang yang akan kamu jual. Nah, pilihlah barang yang halal ya. Kegiatan bisnis syariah kamu akan dimulai dari pemilihan barang yang halal ini.

Tidak Ada Unsur Judi

Bagaimanapun, judi adalah hal yang dilarang keras dalam Islam, apa pun alasannya. Jalankan bisnis kamu dengan baik, dengan cara yang halal, jangan sampai memasukkan unsur judi di sana, karena adanya unsur judi bisa menjadikan bisnis yang kamu jalankan tidak lagi syariah, dan kamu akan menuai dosa.

Bebas Gharar (Penipuan)

Pastikan, bahwa bisnis yang kamu jalankan bebas dari gharar. Karena Rasulullah sendiri telah bersabda, bahwa siapa pun yang melakukan gharar atau penipuan, maka ia bukan bagian dari umat Rasulullah. Dan hal ini pernah terjadi di masa Rasulullah. Kala itu, Rasulullah tengah berjalan-jalan di pasar, dan ia akan membeli gandum. Tatkala ditimbang, Rasulullah memasukkan tangannya ke dalam gandum yang sedang ditimbang tadi, dan ternyata, di bagian bawah, gandumnya basah, sementara di bagian atas kering.

Hal ini adalah penipuan, kemudian Rasulullah mengeluarkan hadis tentang gharar tadi. Jadi, usahakan untuk tidak menipu pelanggan dengan berbagai kata manis. Jual saja sesuai dengan kadar kualitas barang yang kamu jual. Jangan sampai, hanya karena ingin menuai keuntungan besar kamu malah melakukan hal yang dilarang oleh Rasulullah.

Ini bukanlah alasan untuk berlaku curang ya, dan tidak akan pernah ada alasan untuk curang. Bahkan Rasulullah juga sudah mencontohkan bagaimana cara berdagang yang benar, yakni dengan selalu mengutamakan kejujuran akan kualitas barang yang ditawarkan.

Demikian beberapa prinsip bisnis syariah dalam Islam. Semoga kita bisa mempraktikkannya ke bisnis kita agar menuai berkah dari Allah (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan