KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN SOSIAL EKONOMI

KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN SOSIAL EKONOMI

Loading...

Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial Ekonomi – Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang meresahkan masyarakat modern dan dihadapi oleh semua negara tak terkecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara maju dan terkaya di dunia, namun masih terdapat jutaan orang yang tergolong miskin.

Kemiskinan sangat erat hubungannya dengan ketimpangan distribusi pendapatan atau sering disebut dengan ketimpangan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah di seluruh dunia pada saat ini berusaha untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi ini.

Lalu bagaimana pandangan tentang kemiskinan dan ketimpangan ini menurut beberapa ideologi ekonomi utama? Berikut ini penjelasan mengenai kemiskinan dan ketimpangan berdasarkan perspektif Liberal Klasik, Radikal, Konservatif, dan Liberal Modern.

Kemiskinan dan Ketimpangan Menurut Perspektif Liberal Klasik

Ketimpangan distribusi pendapatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu:

  • Kepemilikan aset. Aset merupakan salah satu sumber pendapatan individu dan aset setiap individu pasti berbeda sehingga terjadi ketimpangan distribusi pendapatan.
  • Preferensi individu. Pilihan setiap individu berbeda-beda, ada yang lebih memilih bekerja daripada menggunakan waktu luang, dan sebaliknya. Sehingga pendapatan yang diperoleh tidak sama karena preferensi individu yang berbeda. Oleh karena itu terjadi adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
  • Teknologi. Apabila suatu perusahaan menginginkan mampu bertahan dalam pasar global harus meningkatkan teknologi yang digunakan.
  • Intervensi pemerintah. Apabila pemerintah mengambil kebijakan pasar bebas, maka kemiskinan dan ketimpangan semakin rendah daripada pasar yang diatur oleh pemerintah.

Argumen Liberal Klasik terhadap kemiskinan dan ketimpangan, meliputi:

  • Kebebasan. Jika individu diberikan kebebasan untuk memilih maka akan terjadi ketimpangan di antara orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda.
  • Keadilan. Suatu pekerjaan yang membutuhkan biaya pendidikan dan pelatihan lebih tinggi, tingkat tanggung jawab lebih besar, dan risiko yang diambil lebih besar, maka imbalan atau pendapatannya lebih tinggi daripada yang sebaliknya. Oleh karena itu terdapat istilah “kompensasi perbedaan upah”.
  • Efisiensi. Efisiensi dalam produksi sangat memengaruhi imbalan yang diterima. Apabila terjadi efisiensi dalam produksi maka pendapatan yang diterima lebih besar dibandingkan dengan yang tidak efisien dalam berproduksi.
  • Pertumbuhan.  Agar tidak terjadi ketimpangan antar individu, daerah, dan/atau negara, maka harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara memperbesar kapasitas produksi.

Pada awalnya, kemiskinan dianggap sebagai akibat jumlah penduduk yang melebih sumber daya alam, sepertinya teorinya Thomas Malthus. Sehingga menentang tindakan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dikarenakan dengan adanya bantuan dari pemerintah akan mendorong pertumbuhan penduduk semakin meningkat.

Namun, pada abad ke-20 di mana semakin besarnya perluasan peran pemerintah dalam ekonomi, kaum liberal klasik mulai berargumen bahwa kemiskinan disebabkan oleh pemerintahan yang salah arah dalam memuat kebijakan yang mencegah pasar beroperasi secara bebas.

Solusi untuk mengatasi kemiskinan menurut kaum liberal klasik yaitu sebagai berikut:

  • meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
  • pengurangan kesejahteraan, karena kesejahteraan dianggap dapat menciptakan kemiskinan karena terjadi ketergantungan yang menyebabkan terjadinya pengangguran;
  • memperbesar amal pribadi karena mampu meningkatkan kesejahteraan misalnya yang didapat dari pembayaran pajak;
  • menghilangkan pajak penghasilan negatif; dan
  • pembentukan zona perusahaan (aglomerasi) sehingga mampu mendorong pengusaha dan penciptaan lapangan kerja dikarenakan pajak yang lebih rendah, peraturan yang sedikit.

Kemiskinan dan Ketimpangan Menurut Perspektif Radikal

Kaum radikal mendukung adanya perbedaan upah dan gaji karena terdapat berbagai jenis kegiatan. Namun, menolak gagasan bahwa kekayaan dan kemiskinan adalah hasil dari perbedaan kontribusi produktif individu.

Radikal menyalahkan kepemilikan modal fisik dan finansial yang menjadi kekuatan pasar yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungannya. Berikut ini empat argumen Radikal tentang konsentrasi kekayaan yang mengarah pada kemiskinan dan ketimpangan ekstrem, yaitu:

  • Ketidakadilan masa lalu. Ketidakadilan masa lalu seperti yang terjadi di Amerika Serikat tidak hanya didasarkan pada eksploitasi pekerja saja melainkan juga pada perbudakan, pencurian, dan pengambilalihan tanah penduduk asli Amerika.
  • Fungsi kemiskinan dan ketimpangan. Fungsi ini dapat mempertahankan ekonomi kapitalis. Radikal berpendapat bahwa kemajuan teknologi dapat mengurangi upah karena banyak tenaga kerja yang dipecat dan diganti oleh mesin teknologi.
  • Perkembangan tidak merata. Adanya ekonomi internal dan eksternal dapat menyebabkan pembangunan ekonomi terkonsentrasi di daerah tertentu sehingga terjadi ketimpangan.
  • Pasar tenaga kerja ganda. Yang dimaksud dengan pasar tenaga kerja ganda yaitu terdapat dua segmen yang berbeda, yaitu sektor utama dan sektor sekunder. Penyebab adanya segmentasi pasar tenaga kerja adalah adanya perbedaan dalam kekuatan pasar antara perusahaan besar, oligopolistik dan perusahaan kecil dan kompetitif.

Ekonom radikal setuju dengan klaim Pencerahan yang diabadikan di A.S, Deklarasi Kemerdekaan bahwa “semua manusia diciptakan sama”, sehingga mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama. Terdapat tiga argumen yang mendasari komitmen Radikal di antaranya yaitu:

  • keadilan karena setiap orang dihargai;
  • kesetaraan yang lebih besar akan meningkatkan efisiensi; dan
  • ketika kemiskinan dan ketimpangan meluas maka tatanan sosial akan berubah.

Kaum Radikal sependapat dengan Liberal Klasik bahwa terdapat berbagai upaya pemerintah yang bertujuan membantu orang-orang miskin untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Saat ini, terdapat respons yang paling layak terhadap kemiskinan yaitu dengan adanya tingkat tunjangan kesejahteraan. Diharapkan kombinasi kebijakan berikut ini dapat memberantas kemiskinan di masa depan, yaitu:

  1. Pendapatan tahunan dijamin, di mana pemerintah mengusulkan dengan cara menjamin tingkat minimum pendapatan. Dengan cara ini diharapkan meyakinkan pengangguran untuk bekerja setelah lapangan pekerjaan mereka digantikan oleh teknologi.
  2. Mengurangi jumlah jam kerja setiap minggunya sehingga perusahaan harus merekrut lebih banyak karyawan.
  3. Hak asasi manusia seperti pensiunan lanjut usia, asuransi kesehatan, pendanaan publik untuk pendidikan dasar dan menengah, dan transportasi umum harus disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat mengatasi masalah kemiskinan.
  4. Mendukung redistribusi pendapatan yang signifikan dari kaya ke miskin, seperti pajak penghasilan progresif, pajak perkebunan lebih tinggi, pajak kekayaan,  dan pajak penghasilan badan yang lebih tinggi agar terjadi kesetaraan antara si kaya dan si miskin.
  5. Untuk mencapai kesetaraan yang lebih besar bisa dilakukan dengan cara mendistribusikan aset produktif. Selain itu memiliki manfaat tambahan yaitu rasa tanggung jawab setiap individu, terjadi peningkatan motivasi dan produktivitas.
  6. Demokrasi ekonomi mendorong hak-hak warga negara, seperti ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bisnis dan berbagi dalam keuntungan yang diperoleh dari bisnis.

Kemiskinan dan Ketimpangan Menurut Perspektif Konservatif

Berdasarkan perspektif Konservatif, ketimpangan dalam masyarakat adalah alami dan dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya perbedaan bawaan dalam hal kemampuan dan kecerdasan setiap individu, adanya kapitalisme, adanya pemerintah yang bertanggung jawab untuk membina sosial dan lingkungan budaya, adanya perbedaan budaya, dan adanya fungsi hierarki dalam mencapai tujuan masyarakat seperti peningkatan produksi dan tatanan sosial.

Konservatif membenarkan adanya ketimpangan dengan argumen berikut:

  • Stabilitas politik. Adanya stabilitas politik akan mendorong terjadinya dominasi dalam sektor swasta sehingga terjadi ketimpangan.
  • Stabilitas sosial. Stabilitas sosial diperlukan supaya lembaga-lembaga yang ada berfungsi secara baik.
  • Pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya ketimpangan yang dihasilkan antara karyawan akan terjadi efisiensi dalam berproduksi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
  • Pelestarian budaya. Adanya ketimpangan kekayaan dan status sosial dapat mengembangkan berbagai bakat dan budaya. Sehingga konsentrasi kekayaan diperlukan untuk menghasilkan dana bagi lembaga budaya.

Konservatif tidak memperdulikan tingkat keparahan kemiskinan di negara-negara industri karena masyarakatnya masih tetap merasakan kesejahteraan dari teknologi-tenologi yang diciptakan oleh negaranya sendiri. Hal ini berbeda dengan negara berkembang yang tidak bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi apabila termasuk masyarakat miskin.

Namun, konservatif mengakui bahwa ketidakadilan akan menciptakan konflik di masyarakat, sehingga mengusulkan kebijakan untuk mengurangi kemiskinan, dengan strategi sebagai berikut:

  • Revitalisasi masyarakat. Menghidupkan kembali masyarakat dengan melalui dua strategi, yaitu dengan pembaruan agama dan menetapkan kebijakan pemerintah untuk memerangi disintegrasi masyarakat, isolasi, dan kemiskinan yang dihasilkan oloeh beberapa individu.
  • Reformasi kesejahteraan. Kebijakan reformasi kesejahteraan dilakukan karena dianggap keliru karena penerima program kesejahteraan adalah orang miskin yang menyebabkan ketergantungan terhadap pemerintah. Sehingga dilakukannya reformasi kesejahteraan yang mencakup batas waktu kelayakan untuk kesejahteraan, persyaratan untuk pelatihan dan pendidikan, dan ketentuan yang mendorong pernikahan dan persatuan keluarga.
  • Menggunakan sistem pelacakan yang lebih ketat untuk mengarahkan peserta didik ke kursus dan karier yang sesuai dengan kemampuan.
  • Mengontrol reproduksi manusia atau tingkat pertumbuhan penduduk agar dapat menurunkan tingkat kemiskinan.
Kemiskinan dan Ketimpangan Menurut Perspektif Liberal Modern

Kemiskinan dan Ketimpangan Menurut Perspektif Liberal Modern

Loading...

Sebagian besar ketimpangan sosial dan ekonomi dihasilkan dari perbedaan kemampuan individu dan preferensi individu. Dalam hal ini sama dengan pendapat Liberal Klasik. Namun, Liberal Modern lebih melihat pada perbedaan-perbedaan yang sebagian besar dibentuk oleh lingkungan sosial di mana tempat individu berkembang.

Untuk memperoleh kesempatan yang sama, maka membutuhkan kesetaraan materi yang jauh lebih besar. Kesempatan yang dimaksud seperti pendidikan, kesehatan perawatan, dan makanan.

Liberal Modern mengaitkan ketimpangan dengan faktor-faktor berikut:

  • siklus kemiskinan;
  • kekuatan pasar;
  • diskriminasi;
  • pendidikan yang tidak merata;
  • teknologi;
  • globalisasi; dan
  • kebijakan pemerintah.

Ekonom Liberal Modern percaya bahwa kesetaraan secara substansial dapat dicapai lebih besar dalam sistem ekonomi kapitalis. Mereka berpendapat bahwa kemiskinan dan ketimpangan tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga masyarakat lainnya.

Untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ada beberapa argumen yang mendukung kebijakan, yaitu dengan:

  • memaksimalkan utilitas;
  • mobilitas sosial yang penting seperti kemampuan individu untuk mencapai kesuksesan yang sepadan;
  • stabilitas politik;
  • menerapkan kebebasan menetapkan “hak asasi manusia” atau “hak kewarganegaraan;
  • stabilitas dan pertumbuhan ekonomi;
  • memaksimalkan kesejahteraan sosial;
  • peningkatan efisiensi ekonomi; dan
  • mencapai keadilan.

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan, Liberal Modern mengusulkan berikut ini, yaitu: reformasi kesejahteraan, kebijakan ketenagakerjaan yaitu dengan memperkerjakan pengangguran dalam suatu proyek, menaikkan upah minimum, reformasi pajak dengan cara mengurangi beban rumah tangga yang berpendapatan rendah dan menaikkan pajak orang kaya, dan kebijakan pendidikan.

Demikianlah bahasan singkat kami tentang kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi menurut beberapa ideologi ekonomi utama, baik dari sisi penyebab dan usulan solusinya. Semoga ringkasan ini bermanfaat. Selamat belajar (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan