Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”

Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”

Loading...

Halo jumpa lagi dengan modul BDR online dari maglearning.id. Kali ini kita akan mempelajari materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 dengan kajian Pemantulan dan Penyerapan Bunyi. Namun sebelumnya sebaiknya kita sedikit mengulang tentang apa itu energi bunyi dan bagaimana perambatannya.

Timbulnya Bunyi

Bunyi disebabkan benda yang bergetar. Semua benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi.

Getaran bunyi merambat ke segala arah sebagai gelombang. Makin jauh sumber bunyi, bunyi terdengar makin lemah. Bunyi yang kita dengar merupakan energi kuat dan lemah.

Bunyi kuat ditimbulkan oleh getaran yang kuat, sedangkan bunyi lemah oleh getaran yang lemah. Kuat lemah bunyi ditentukan oleh simpangan getaran. Satu kali gerak ke atas dan ke bawah disebut satu getaran.

Adapun banyak getaran dalam satu detik disebut frekuensi. Bunyi dengan frekuensi teratur disebut nada, sedangkan bunyi dengan frekuensi tidak teratur disebut desah.

Manusia dapat mendengar bunyi yang jumlah getarannya berkisar 20 sampai 20.000 getaran per sekon, yang disebut audiosonik. Infrasonik adalah bunyi yang getarannya kurang dari 20 getaran per sekon. Bunyi infrasonik hanya dapat didengar oleh hewan tertentu, misalnya jangkrik dan gajah.

Adapun bunyi yang getarannya lebih dari 20.000 getaran per sekon disebut ultrasonik. Bunyi ultrasonik hanya dapat didengar oleh hewan-hewan tertentu, misalnya lumba-lumba dan kelelawar.

Telinga manusia lebih peka terhadap bunyi dengan frekuensi sekitar 1000 getaran per sekon. Tingkat frekuensi tersebut merupakan percakapan biasa. Ketika berbisik, suara kita mencapai 50 getaran per sekon, sedangkan ketika berteriak dapat mencapai 10.000 getaran per sekon.

Bunyi memiliki tingkat kekerasan atau intensitas. Satuan kekerasan bunyi adalah desibel (dB). Suara terpelan yang dapat didengar mempunyai intensitas sebesar 0 dB. Sedangkan bunyi yang keras dan membuat telinga sakit memiliki intensitas sebesar 139 dB.

Perambatan Bunyi

Bunyi dapat merambat dari sumber bunyi di tempat lain melalui media. Di luar angkasa tidak ada udara atau disebut hampa udara. Pada ruang hampa udara, bunyi tidak dapat terdengar. Media perambatan bunyi adalah benda padat, cair, dan gas.

Perambatan bunyi juga memerlukan waktu. Kecepatan perambatan bunyi disebut juga cepat rambat bunyi. Berdasarkan penelitian, cepat rambat bunyi pada baja kira-kira 6000 m per sekon, di air kira-kira 1500 m per sekon, dan di udara pada suhu 20°C adalah 343 m per sekon.

  1. Bunyi merambat melalui benda padat. Perambatan bunyi melalui benda padat lebih cepat terdengar daripada melalui benda cair atau gas.
  2. Bunyi merambat melalui benda cair. Perambatan bunyi dapat melalui air. Rambatan bunyi melalui air kurang baik dibanding melalui udara apa lagi benda padat.
  3. Bunyi merambat melalui benda gas. Salah satu benda gas adalah udara. gelombang bunyi merambat ke segala penjuru dan terdengar dari berbagai arah.

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi

Setelah kita lebih mengenal perambatan bunyi dan waktu yang dibutuhkannya, maka Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 kita lanjutkan ke topik “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”. Bunyi mempunyai sifat dapat dipantulkan dan diserap. Bunyi akan dipantulkan bila mengenai benda yang permukaannya keras. Sebaliknya, bunyi akan diserap jika mengenai benda yang permukaannya lunak.

Benda yang permukaannya lunak dapat dijadikan sebagai peredam suara, misalnya kapas, karpet, wol, kertas, spon, busa, kain, dan karet. Benda tersebut dapat digunakan untuk menghindari terjadinya gaung.

Peredam bunyi biasanya digunakan pada gedung bioskop, studio rekaman, dan gedung pertemuan agar pantulan bunyi yang dihasilkan tidak mengganggu bunyi aslinya.

  1. Pemantulan Bunyi. Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi.
  2. Penyerapan Bunyi. Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol. Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam.

Macam-Macam Bunyi Pantul

Ada beberapa bunyi pantul yang dapat kita ketahui:

1. Gaung atau Kerdam

Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan. Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.

Jadi, gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi aslinya. Gaung menyebabkan bunyi asli terganggu sehingga suara yang terdengar tidak jelas.

Misalnya:

  1. Bunyi asli : ke-ma-ri
  2. Bunyi pantul : ke-ma-ri
  3. Bunyi terdengar : ke – – – – – ri

2. Gema

Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan.

Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli. Dengan demikian gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli.

Gema terjadi bila sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya jauh, misalnya kita berteriak di tebing, seolah-olah ada yang menirukan suara kita. Gema sering terjadi di gua, lembah, bukit yang jaraknya jauh, dan permukaannya keras dan rapat.

Bunyi pantul dapat memperkuat atau memperkeras bunyi asli. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk mengukur suatu kedalaman tempat. Misalnya mengukur kedalaman laut. Caranya dengan mencatat waktu yang diperkirakan oleh bunyi untuk merambat dari sumber bunyi ke dasar laut kembali lagi ke sumber bunyi.

Latihan Soal Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”

Setelah mempelajari materi modul BDR Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 tentang Pemantulan dan Penyerapan Bunyi di atas silakan uji hasil belajar kamu menggunakan kuis online interaktif dengan link di bawah ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5f3bec59df95a1001bf464d5/start

Latihan Soal Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”

Video Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi”

Video pembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 4 Tema 1 Subtema 3 tentang Pemantulan dan Penyerapan Bunyi di atas bisa kamu manfaatkan untuk memperjelas pemahaman kamu tentang materi ini. Jadi silakan pilih gaya belajar kamu ya….

Semoga bermanfaat, selamat belajar dengan menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan