Sejarah Kerajaan Medang Kamulan Secara Singkat

Sejarah Kerajaan Medang Kamulan Secara Singkat

Loading...

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Sejarah Kerajaan Medang Kamulan secara singkat namun lengkap, serta Kehidupan Politik, sosial dan budaya serta kehancuran kerajaan Medang kamulan yang merupakan kelanjutan dari kerajaan mataram kuno, langsung saja di simak artikelnya di bawah ini ya.

a. Masa Pemerintahan Mpu Sindok

Raja pertama di Jawa Timur adalah Mpu Sindok (Naik takhta tahun 929 M) dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmotunggadewa, ia dianggap sebagai pendiri dinasti baru di Jawa timur, yaitu dinasti isna (Berkuasa 929-1222 M). Dalam pemerintahannya ia dibantu oleh istrinya, Ibukota raja Isna terletak di lembah sungai Brantasi Pemerintahan mpu sindok tidak banyak diketahui, Namun ada beberapa prasasti yang menjelaskan bahwa pada masa pemerintahannya mpu sindok negara dalam keadaan aman dan tenteram, ia juga memberikan hadiah tanah untuk pemeliharaan bangunan-bangunan suci kepada desa-desa tempat bangunan desa itu berada.

Bidang sastra mendapat perhatian, ia juga berusaha menghimpun kitab suci agama budha Tantrayana, Meskipun ia beragama hindu. Penggani Mpu sindok adalah anak perempuanya yaitu Sri Isanatunggawijaya, ia menikah dengan lokapala. Dari perkawinan ini lahir Makutawangsawardhana, yang kemudian menggantikan ibunda-nya. Pada masa pemerintahannya ini tidak banyak diketahui. Ia mempunyai seorang putri yang kemudian menikah dengan pangeran dari Bali, Yaitu Udayana.

b. Masa Pemerintahan Dharmawangsa

Pengganti Makutawangsawardhana sebagai Raja Medang adalah Sri Dharmawangsa Tguh Anantwikramotunggadewa pada tahun 990 M. Dharmawangsa mempunyai cita-cita tinggi dalam bidang politik, ilmu pengetahuan dan Perekonomian. Untuk menertibkan hukum dan keadilan, diperintahkannya untuk menyusun kita hukum yang berlaku di seluruh kerajaan. Pada waktu itu kitab-kitab ilmu pengetahuan menjadi monopoli mereka (brahmana). Agar manfaat kitab-kitab yang penting seperti Barathayuda tersebar luas maka raja memerintahkan kitab itu disalin (disadur) ke dalam bahasa jawa kuno. Kitab Bratayudha diubah oleh pendeta Wyasa Kresna Dwipayana dalam 18 parwa, Yakni sebagai berikut ini :

  1. Adiparwa, Yaitu tentang asal usul kehidupan para pandawa dan Kurawa pada waktu mereka masih kecil (kanak-kanak)
  2. Sabhaparwa, Menceritakan tipu muslihat Kurawa yang berusaha memusnakan pandawa, Kurawa mengajak bermain dadu dan pandawa kalah, kemudian sebagai tebusannya pandawa harus pergi kehutan sebagai orang buangan selama 13 Tahun.
  3. Wanaparwa, Berisi tentang kehidupan pandawa dalam masa pembuangan dihutan selama 13 tahun.
  4. Wirataparwa, berisi tentang penyamaran pandawa di kerajaan wirata (dalam masa pembuangan selama 13 tahun)
  5. Udyogapara, Berisi cerita tentang bahwa pada tahun ke-14 Pandawa kembali ke istana Indraprashta, yang kemudian diadakan perundingan dengan Kurawa. Dalam perundingan ini, pandawa diwakili kresna, hasil perundingan dapat dikatakan gagal, karena kurawa menolak mengembalikan separuh dari kerajaan mereka.
  6. Bismaparwa, Berisi tentang persiapan perang antara pandawa dan kurawa
  7. Dronaparwa, Menceritakan Drona sebagai panglima perang
  8. Karnaparwa, Berisi tentang kematian Gatotkaca dan Abimanyu yang menyebabkan Arjuna dan Bima mengamuk.
  9. Salyaparwa, Menceritakan bahwa pada hari ke-18 Perang Baratayudha tinggal Salya, Aswathman, dan Duryudaa yang masih hidup, pada kesempatan ini salya tampil sebagai pimpinan perang namun kemudian tewas. Dari keluarga kurawa yang masih hidup tinggal Duryudana(99 Saudaranya telah tewas). Ia menyesali segala perbuatannya dan bermaksud menyerahkan seluruh kerajaan pada Pandawa, ia bermaksud akan menjadi pertapa. Sikap yang demikian menjadi bahan ejekan oleh pengikutnya sehingga ia marah dan maju ke medan perang melawan bima, Namun akhirnya ia kalah dan tewas. Panglima yang masih hidup tinggal Aswathaman, kemudian ia memimpin tentara.
  10. Sauptikaparwa, menceritakan tindakan pengecut dari Aswathaman, ia menyusup ke erkemahan para pandawa dan berhasil membunuh banyak orang termasuk Derstumena yang telah menewaskan ayahnya. Ia kemudian melarikan diri ke hutan dan berlindung kepada begawan Wiyasa, namun demikian ia tetap dikejar oleh arjuna. Begawan Wiyasa dan Kresna berhasil melerai, Aswathaman akhirnya memilih menjadi pertapa.
  11. Striparwa, Menceritakan bahwa Dhestarstra dan Gandhari, para pandawa. Kresna dan para istri pahlawan datang ke Kurusetra. Mereka menyesali apa yang telah terjadi. Semua pahlawannya gugur dibakar bersama dalam suasana kesedihan yang mendalam.
  12. Santiparwa, Setelah perang selesai para Pandawa tinggal di hutan selama satu bulan untuk membersihkan diri, Yudhistira tidak mau menjadi Raja, tetapi atas bujukan Wiyasa dan Kresna akhirnya bersedia kembali ke istana dan menjadi raja.
  13. Anusanaparwa, Berisi berbagai macam cerita yang berisi wejangan yang ditunjukan pada Yudhistira mengenai soal kebatinan dan kewajiban seorang raja.
  14. Aswamedhikaparwa, Pada bagian ini diceritakan tentang selamatan aswamedha, dengan melepas seekor kuda dengan di ikuti oleh arjuna dan sejumlah prajurit, Setiap jengkal tanah tanah yang dilalui kuda adalah wilayah kekuasaan Yudhistira. Mereka yang menetang dihadapi oleh Arjuna dan Prajuritnya sampai ia menyerah.
  15. Asramawasikaparwa, menceritakan kehidupan Dhestarastra dan istrinya Gandhari, serta Kunti(ibu Pandawa) di dalam hutan sebagai pertapa sampai ajalnya.
  16. Mausalaparwa, Bagian ini menceritakan kemusnahan Kerajaan Kresna karena terjadi perang saudara diantara keluarga yadawa, Yaitu rakyat kresna sendiri, Baladewa meninggal , sedangkan kresna sendiri terbunuh dihutan ketika sedang bertapa oleh seorang pemburu secara tidak sengaja.
  17. Mahaprasthanikaparwa, Menceritakan setelah pandawa beberapa tahun memerintah, akhirnya mengundurkan diri dan mahkota diserahkan kepada Parikesit(anak abimanyu atau cucu Arjuna). Dalam pengembaraan menuju hutan, satu persatu keluarga pandawa meninggal.
  18. Swargarohanaparwa, Menceritakan bahwa setelah para pandwa meninggal, roh mereka mula-mula masuk neraka untuk membersihkan diri dan akhirnya hidup kekal di syurga, sedangkan Kurawa mula-mula masuk syurga, namun kemudian hidup kekal di Neraka.

Halaman Selanjutnya ….. (Sejarah Kerajaan Medang Kamulan)

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut ยป

Tinggalkan Balasan