Perencanaan Keuangan Syariah

Perencanaan Keuangan Syariah : Apa Saja ?

Loading...

Saat ini perencanaan keuangan syariah makin dikenal oleh masyarakat Indonesia, mungkin fenomena ini muncul berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan penerapan syariah dalam kegiatan keuangan atau tergerak dengan maraknya pertumbuhan perbankan syariah.

Perencanaan keuangan atau financial planning adalah proses pencapaian tujuan keuangan melalui pengembangan dan implementasi perencanaan keuangan yang terstruktur. Ini adalah definisi umum atau konvensional. Lalu bagaimana konsep syariahnya?

Konsep perencanaan keuangan syariah adalah konsep perencanaan keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip syariah Islam. Islam mengajarkan pada para umatnya untuk melakukan ritual keagamaan yang sering disebut ibadah dan juga mengajarkan tata cara melakukan kegiatan ekonomi dan pengelolaan harta. Nah pada sisi ini para perencana keuangan syariah berusaha melakukan eksplorasi yang maksimal agar investasi dan tata cara pengelolaan keuangan memenuhi hukum-hukum yang telah diatur dalam Al Quran dan Hadits.

Konsep Harta Dalam Islam

Menurut ajaran Islam, manusia adalah khalifatul fil ardh (pemimpin dunia), sesuai dengan posisinya sebagai khalifah maka manusia diberikan kewenangan untuk mengatur urusan dunia agar memperoleh kesejahteraan di dunia maupun di akhirat.  Harta dalam Islam berada pada individu-individu untuk dikelola oleh individu tersebut agar bermanfaat untuk menyejahterakannya didunia dan akhirat.

Jadi yang ada adalah hak untuk mengelola dan memanfaatkan bukan hak milik mutlak, sedangkan kepemilikannya adalah mutlak milik Allah SWT. Terhadap harta yang berada dalam pengelolaan individu tersebut, Allah SWT selaku  pemilik harta memerintahkan manusia pengelola harta untuk memberikan sebagian dari harta yang berada dalam penguasaan atau kelolaannya kepada orang lain dalam bentuk zakat dan sedekah.

Berdasarkan konsep di atas maka seorang perencana keuangan syariah berkewajiban menyampaikan konsep dasar ini sedemikian rupa sehingga para kliennya menyadari bahwa perencanaan yang berisikan rencana investasi, rencana asuransi dan rencana-rencana lainnya bukan semata-mata untuk memperkaya atau memperbanyak harta milik, namun semata-mata untuk menunaikan amanat Allah SWT kepada manusia dengan cara mengelola dan memanfaatkannya dengan  memperhatikan cara-cara memperoleh harta dan memanfaatkan harta sebagaimana ditentukan dalam hukum Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk memperhatikan kepentingan sosial salah satunya adalah dengan memberikan zakat yang merupakan pemberian wajib dan sedekah.

Investasi Syariah

Dalam perencanaan keuangan syariah kita akan mengenal investasi syariah. Investasi syariah adalah jenis-jenis investasi yang diperkenankan dalam syariat Islam.  Cara-cara investasi  konvensional sepanjang tidak melanggar ketentuan syariah tetap diperbolehkan digunakan dalam kegiatan perencanaan keuangan syariah.

Konsep Investasi Sesuai Syariah adalah :

  • Operasional harus terbebas dari unsur bunga (Riba’)
  • Terbebas dari unsur “judi”, yaitu di mana seseorang mendapatkan keuntungan dengan biaya orang lain dan orang tersebut menderita kerugian dan kepercayaan.
  • Aktivitas usaha yang memproduksi maupun menjual barang-barang yang haram, seperti minuman beralkohol, babi dan lain-lain.
  • Tidak boleh ada “gharar

Sebagai contoh berinvestasi dalam bentuk tanah diperbolehkan, namun apabila tanah tersebut tidak dimanfaatkan, maka investasi tanah tersebut tidak diperkenankan. Apabila kita akan berinvestasi dalam bentuk tanah maka tanah yang diharapkan kenaikan harganya harus dimanfaatkan, tidak boleh ditelantarkan. Tanah tersebut dapat disewakan kepada penggarap, atau dikelola sendiri untuk mendatangkan manfaat, tidak boleh karena terlantar kemudian menjadi sarang tikus atau sarang ular atau lebih parah lagi kemudian menjadi tanah sengketa. Wah ini bukannya memperoleh manfaat malahan memperoleh mudharat.

Investasi dalam bentuk saham diperkenankan dengan beberapa ketentuan yaitu antara lain : saham yang dibeli bukan saham perusahaan yang memproduksikan barang terlarang atau barang haram, atau perusahaan tersebut memberikan jasa yang dilarang misalkan perusahaan panti pijat esek-esek, rumah judi dll. Selain itu jual beli saham dilakukan dengan motivasi atau pertimbangan investasi bukan berupa kegiatan trading jangka pendek, short selling apalagi kegiatan mencari untung dengan menggoreng saham.

Asuransi Syariah

Asuransi yang dipilih juga perlu mempertimbangkan aturan syariat Islam dalam berasuransi, supaya perencanaan keuangan syariah aman, tentu disarankan memilih asuransi syariah. Asuransi syariah di Indonesia diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang bertugas menjaga bahwa-produk asuransi syariah yang dijual memenuhi kaidah syariah dalam berasuransi.

Konsep Proteksi (asuransi) sesuai Syariah adalah sebagai berikut :

  • Pada asuransi jiwa syariah; terjadi risk sharing antara peserta asuransi. Peserta asuransi sepakat untuk menanggung bersama kemungkinan timbulnya musibah yang lazim disebut risiko dengan alokasi dana kebajikan atau tabarru’.
  • Akad atau perjanjian dalam Asuransi Syariah terdiri dari akad Tabarru’ dan Tijarah.

Bedanya dengan konsep asuransi syariah dengan konvensional adalah sebagai berikut:

  • Pada asuransi jiwa modern; terjadi risk transfering dari peserta asuransi kepada perusahaan asuransi, peserta asuransi membayar sejumlah premi untuk memindahkan dampak dari kemungkinan timbulnya musibah (risk) kepada perusahaan asuransi. Peserta tidak lagi terkait dengan risiko tersebut karena telah dipindahkan kepada perusahaan asuransi.
  • Asuransi konvensional, Akad atau perjanjiannya adalah Jual Beli.

Simpulan konsep Perencanaan Keuangan Syariah

Jadi Perencanaan Keuangan Syariah atau Sharia Financial planning adalah PROSES pencapaian tujuan keuangan melalui pengembangan dan implementasi perencanaan keuangan yang terstruktur sesuai dengan syariat Islam. Pendek kata, perencanaan keuangan syariah adalah perencanaan keuangan yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan investasi, asuransi  dan aktivitas lain dalam rangka menyejahterakan hidupnya di dunia dan di akhirat dengan menerapkan prinsip-prinsip syariat Islam  dalam setiap aktivitas perencanaan keuangan.

Demikian semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi dengan maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan