Faktor Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Faktor Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Loading...

Faktor Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati – Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk dalam kehidupan, ekosistem bioma spesies, atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem.

Keanekaragaman hayati adalah sebagian fungsi dari iklim. Pada habitat darat, daerah tropis biasanya kaya sedangkan spesies dukungan daerah kutub lebih sedikit.

Sejak kehidupan dimulai di bumi, lima kepunahan massal besar dan peristiwa kecil telah menyebabkan beberapa kepunahan besar dan mendadak dalam keanekaragaman hayati. Para eon Fanerozoikum (540 juta tahun terakhir) ditandai pertumbuhan yang cepat dalam keanekaragaman hayati melalui ledakan-Kambrium sebuah periode di mana mayoritas filum multiseluler pertama muncul.

Periode sejak munculnya manusia telah menunjukkan pengurangan keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung dan kerugian atas keragaman genetik. Dinamakan kepunahan Holocene, pengurangan ini disebabkan terutama oleh dampak manusia, terutama kerusakan habitat. Lalu apa sebenarnya faktor-faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati di Indonesia?

Faktor-faktor Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati yang terjadi di Indonesia, yang juga terjadi di belahan bumi lainnya.

1. Hilangnya Habitat

Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diakibatkan manajemen pertanian dan hutan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terbesar hilangnya kenekaragaman hayati.

Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan semakin bertambah pula kebutuhan yang harus dipenuhi. Lahan yang tersedia untuk kehidupan tumbuhan dan hewan semakin sempit karena digunakan untuk tempat tinggal penduduk, dibabat untuk digunakan sebagai lahan pertanian atau dijadikan lahan industri.

2. Pencemaran Tanah, Udara, dan Air

Zat pencemar (polutan) adalah produk buangan yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Polutan tersebut dapat mencemari air, tanah, dan udara. Beberapa polutan berbahaya bagi organisme. Nitrogen dan sulfur oksida yang dihasilkan dan kendaraan bermotor jika bereaksi dengan air akan membentuk hujan asam yang merusak ekosistem.

Penggunaan chlorofluorocarbon (CFC) yang berlebihan menyebabkan lapisan ozon di atmosfer berlubang. Akibatnya intensitas sinar ultraviolet yang masuk ke bumi meningkat dan menyebabkan banyak masalah, antara lain berkurangnya biomassa fitoplankton di lautan yang menyebabkan terganggunya keseimbangan rantai makanan organisme.

3. Perubahan Iklim

Salah satu penyebab perubahan iklim adalah pencemaran udara oleh gas karbon dioksida (CO2) yang menimbulkan efek rumah kaca. Menurut Raven (1995), efek rumah kaca meningkatkan suhu udara 1-3°C dalam kurun waktu 100 tahun. Kenaikan suhu tersebut menyebabkan pencairan es di kutub dan kenaikan permukaan air laut sekitar 1-2 m yang berakibat terjadinya perubahan struktur dan fungsi ekosistem lautan.

4. Eksploitasi Tanaman dan Hewan

Eksploitasi hewan dan tumbuhan secara besar-besaran biasanya dilakukan terhadap komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, misalnya kayu hutan yang digunakan untuk bahan bangunan dan ikan tuna sirip kuning yang harganya mahal dan banyak diminati oleh pecinta makanan laut.

Eksploitasi yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan spesies-spesies tertentu, apalagi bila tidak diimbangi dengan usaha pengembangbiakannya.

5. Adanya Spesies Pendatang

Masuknya spesies dari luar ke suatu daerah sering kali mendesak spesies lokal yang sebenarnya merupakan spesies penting dan langka di daerah tersebut. Beberapa spesies asing tersebut dapat menjadi spesies invasif yang menguasai ekosistem.

Contohnya ikan pelangi (Melanotaenia ayamaruensis) merupakan spesies endemik Danau Ayamaru, Papua Barat. Ikan pelangi terancam punah karena dimangsa oleh ikan mas (Cyprinus Carpio) yang dibawa dari Jepang dan menjadi spesies invasif di danau tersebut.

6. Industrialisasi Pertanian dan Hutan

Para petani cenderung menanam tumbuhan atau memelihara hewan yang bersifat unggul dan menguntungkan sedangkan tumbuhan dan hewan yang kurang unggul dan kurang menguntungkan akan disingkirkan.

Selain itu, suatu lahan pertanian atau hutan industri umumnya hanya ditanami satu jenis tanaman (monokultur), misalnya teh, karet, dan kopi. Hal ini dapat menurunkan keanekaragaman hayati tingkat spesies.

Demikianlah tadi ulasan tentang faktor faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia pada umumnya. Semoga kita makin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mengurangi hal-hal buruk yang turut menjadi penyumbang faktor hilangnya keanekaragaman hayati. Karena sebagian faktor terjadi atas campur tangan dan ulah manusia.

Terima kasih telah mampir di blog ini dan semoga bermanfaat, salam sukses selalu (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan