Cara Mencuci Otak Manusia atau Brainwash

Cara Mencuci Otak Manusia atau Brainwash

Loading...

Postingan kali ini akan membahas tentang mengetahui bagaimana cara mencuci otak manusia atau brainwash. Dijelaskan juga tahapan-tahapan dalam brainwash.

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berbagai pemberitaan yang menjelaskan tentang akibat buruk dari aktivitas brainwash. Mulai dari mereka yang terlibat dengan NII hingga bom bunuh diri, dimana mereka telah dicuci otaknya agar mau melakukan atau terlibat dalam aktivitas tersebut. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan brainwash (cuci otak)?

Definisi Mencuci Otak atau Brainwash adalah ?

Secara sederhana brainwash dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas yang dilakukan dengan tujuan mempengaruhi cara berpikir seseorang agar mau mengikuti saran atau perintah dari orang yang melakukan brainwash tersebut.

Selain brainwash atau brainwashing, terdapat istilah lain yang merujuk aktivitas pencucian otak ini seperti mind control, coercive persuasion, mind abuse, thought control, dan thought reform.

Menurut Wikipedia, brainwash atau brainwashing adalah merupakan aplikasi dari berbagai teknik coercive dalam rangka mengubah nilai, keyakinan, persepsi, penilaian, dan serangkaian cara berpikir dan berperilaku dari satu atau banyak orang untuk alasan politis, finansial, personal, atau keagamaan.

Sejarah Brainwash atau Cuci Otak

Fenomena brainwash tidak terjadi pada saat sekarang saja, tetapi telah berlangsung cukup lama sejak manusia menyadari bagaimana cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain serta bagaimana cara menguasai orang lain.

Teori-teori brainwash awalnya digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana rejim totalitarian berhasil mempengaruhi para tahanan perang secara sitematis melalui propaganda dan teknik-teknik penyiksaan.

Jika pada masa dulu, cara mencuci otak atau brainwash digunakan untuk menyusun kekuatan berperang dan menguasai suatu wilayah tertentu, tetapi sekarang brainwash ditujukan untuk berbagai variasi, seperti mencari pendukung, anggota, hingga seperti mencari pelaku bom bunuh diri yang dengan sukarela melakukannya.

Siapa orang yang Mudah di-Brainwash atau dicuci Otaknya ?

Semua orang dapat menjadi korban maupun pelaku brainwash entah disadari atau tidak, disengaja atau tidak disengaja. Karena manusia memiliki kecenderungan untuk mempengaruhi atau dipengaruhi, menguasai atau dikuasai.

Di sisi lain setiap hari kita menerima berbagai informasi dalam kehidupan kita. Informasi-informasi yang diterima akan dapat mempengaruhi cara kita berpikir, menilai, dan mengambil keputusan kemudian bertindak.

Contoh sederhana, jika setiap hari Anda mendapatkan informasi iklan bahwa kartu selular A lebih murah dari kartu selular B, maka terdapat kecenderungan yang kuat bagi Anda untuk berpikir dan menilai kartu A lebih murah dari kartu B, hingga Anda bersedia membeli kartu A.

Langkah-langkah Brainwash atau Cara Mencuci Otak

Teknik brainwash dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh siapa pun. Menurut Robert Jay Lifton, yang meneliti tentang teknik brainwash pada tahun 1950an, terdapat serangkaian langkah yang dilakukan dalam brainwash. Berikut ini saya hanya jelaskan empat langkah awalnya:

1. Assault on identity (merusak identitas atau jati diri)

Proses pertama adalah assault on identity (merusak identitas atau jati diri). Sebagai contoh jika seseorang hendak membangun rumah baru di tempat rumah lama langkah pertama yang dilakukan adalah merobohkan rumah yang lama. Pada tahap assault on identity, jati diri Anda akan dihancurkan dengan cara mengeksploitasi kelemahan-kelemahan, kesalahan, dan ketidaktahuan Anda.

Tujuannya adalah membuat Anda berpikir bahwa Anda bukanlah seperti yang ada dalam pikiran Anda hingga Anda kebingungan tentang konsep diri dan jati diri Anda yang sesungguhnya. Atau dengan istilah lain you are not who you think you are.

2. Dengan memanfaatkan rasa bersalah

Pada saat Anda bingung dengan jati diri atau identitas diri Anda, proses kedua yang dilakukan oleh mereka yang mencuci otak Anda adalah dengan memanfaatkan rasa bersalah Anda sehingga Anda malu atas kesalahan-kesalahan yang telah Anda lakukan.

Menurut teori konsep diri, seseorang yang tidak memiliki identitas diri yang kuat akan sangat mudah dihantui rasa bersalah karena ketidakjelasan nilai yang ia pegang. Orang yang melakukan brainwash, akan sering kali mengulang kata-kata yang sama maknanya, yaitu menyalahkan diri Anda atau lingkungan di sekeliling Anda bahwa “semuanya tidak benar.” Dengan istilah lain tidak ada yang benar dalam diri Anda dan nilai-nilai yang Anda pegang (You are bad).

3. Self Betrayel

Jika Anda tidak memiliki nilai diri dan konsep diri yang tidak kuat, Anda akan mudah terpengaruhi oleh penilaian-penilaian yang muncul dari orang lain. Ini merupakan proses ketiga dalam tahapan cara mencuci otak dimana Anda setuju terhadap segala justifikasi yang muncul dari orang lain sehingga Anda memandang diri Anda sebagaimana pendapat tersebut. Tahap ini disebut dengan self-betrayal yang intinya you agree with me that you are bad.

4. Anda mulai mempertanyakan identitas Anda sendiri

Setelah Anda setuju dengan orang lain bahwa Anda buruk, konsep diri Anda runtuh, dan Anda mulai mempertanyakan jati diri Anda (who am I), dari mana Anda berasal atau dimana posisi Anda sekarang ini atau Anda akan kemana (where am I), dan terakhir Anda akan bertanya “apa yang akan atau harus saya lakukan?”

Pada proses keempat ini, orang yang mem-brainwash Anda akan datang dengan segala kesiapan untuk membantu Anda bangkit lagi dengan nilai-nilai yang baru. Inilah tahap keempatnya yang disebut dengan leniency sederhananya I can help you.

Dimana orang tersebut seakan-akan juru selamat yang memberikan harapan baru bagi kehidupan Anda. Dia akan memasukkan berbagai nilai-nilai, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang akan menjadi pegangan Anda sehingga menjadi referensi dalam berperilaku. Secara tidak sadar Anda telah disetir atau dikontrol oleh orang lain.

Demikianlah bahasan kami mengenai cara mencuci otak manusia atau brainwash. Sadarilah bahwa banyak orang maupun pihak yang siap mempengaruhi Anda. Berhati-hatilah dalam memilih pergaulan dan informasi yang Anda terima. Karena keduanya akan mudah mempengaruhi konsep diri atau jati diri Anda. Sedini mungkin perkuatlah jati diri Anda dengan menemukan who am I atau who you are. (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan