Hubungan dan Interaksi Ekonomi di Indonesia

Hubungan dan Interaksi Ekonomi di Indonesia

Hubungan dan Interaksi Ekonomi di Indonesia – Apa yang terjadi ketika otoritas kebijakan perindustrian dan industri berinteraksi ? Fragmen kecil yang dapat kita amati belum lama ini di tanah air menggambarkan hal berikut. Pihak pembuat kebijakan (Departemen Perindustrian) berkilah atas ketidaknyamanan yang dialami pihak industri, baik berupa biaya tinggi atau kendala prosedur lainnya.

Sebaliknya, pihak pengusaha/industri mengancam pihak pembuat kebijakan disertai dengan tuntutan kompensasi. Perseteruan ini belum akan selesai segera. Nampaknya kepala negara pun turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berlarut-larut. Fragmen di atas mengingatkan saya pada dua buah kota, yang saya kunjungi dalam waktu berdekatan. Dari dua kota tersebut, yaitu Bandung dan Pontianak, saya mendapatkan potret menarik dunia industri kita.

Di Bandung, saya mengunjungi sebuah “bangkai” pabrik tekstil yang semua peralatannya siap untuk di-besi tua-kan. Umurnya baru mencapai kisaran beberapa dekade. Tanda tangan peresmian perluasan pabrik oleh Menteri Perindustrian pada tahun 1996 masih jelas terbaca di prasasti perusahaan. Saya termangu membayangkan pendeknya usia pabrik tersebut.

Di Pontianak, saya mendapati potret yang berbeda. Saya memang tidak menemukan industri tekstil di kota itu. Yang saya temukan adalah maraknya bisnis tekstil pakaian jadi bekas dari negeri jiran. Masyarakat setempat menyebutnya “lelong”. Bisnis tersebut sangat bersaing dengan bisnis pakaian jadi baru yang banyak dipajang di mall-mall.

Kedua kota itu seakan memberikan potret paradoks industri tekstil kita. Di satu sisi, kita mendapati gulung tikarnya pabrik-pabrik tekstil sejak beberapa tahun belakangan, di sisi lain membanjirnya produk tekstil luar negeri ke pasar dalam negeri. Tidak jelas memang, bangkrutnya pabrik tekstil di atas apakah karena faktor hubungan dan interaksi ekonomi yang tidak tepat antara otoritas kebijakan dan dunia usaha.

Banyak fakor, baik internal maupun eksternal yang bisa menyebabkan bangkrutnya sebuah pabrik. Konon, hal ini juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang kurang kondusif kepada industri. Terlepas dari hal itu, sebenarnya ada satu pesan penting dari potret tersebut.

Hubungan dan interaksi antar pelaku ekonomi

Saat ini sudah bukan waktunya lagi bagi kedua pihak untuk mempertahankan disharmoni interaksi di antara mereka. Tidak ada yang memungkiri, bahwa harmonisnya interaksi otoritas kebijakan dan industri berkorelasi dengan meningkatnya kenyamanan berusaha sehingga memperpanjang usia industri tersebut.

Jika potret ini dihubungkan dengan fragmen di atas, nampaknya interaksi yang lebih harmonis antara pengambil kebijakan dan pelaku usaha masih perlu digalakkan di negeri ini.

Hubungan (relationship) dan interaksi (interaction) antara pelaku ekonomi menjadi fokus perhatian penting dalam konteks sistem inovasi nasional sebuah sistem yang menghimpun institusi dan struktur ekonomi untuk pembangunan teknologi. Sebuah hubungan menggambarkan bagaimana pengetahuan itu disalurkan atau dikomunikasikan, sedangkan interaksi dapat dilihat sebagai proses dihasilkannya pengetahuan baru.

Salah satu contoh adalah hubungan dan interaksi antara produsen dan pengguna suatu produk teknologi. Hubungan dan interaksi yang intens antara keduanya dapat menghasilkan peningkatan mutu produk maupun inovasi lainnya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Meskipun sistem inovasi nasional masih belum diimplementasikan di negeri ini, tidak ada salahnya jika semangat yang ada di dalamnya bisa menjadi inspirasi cara berinteraksi antara para pelaku ekonomi. Siapapun sangat mengharapkan interaksi antara pembuat dan pengguna kebijakan di negeri ini bisa ditingkatkan kualitasnya. Hubungan dan interaksi yang hanya menonjolkan masing-masing ego dan abai terhadap akibat yang bisa mengganggu tujuan bersama, sudah selayaknya ditinggalkan.

Pola interaksi harus lebih bermutu dan menguntungkan kedua belah pihak. Baik dalam bentuk kebijakan yang kondusif, iklim usaha yang lebih menggairahkan, saling pengertian dan kesepahaman dua pihak dan bukan sebaliknya. Dengan ini kita berharap roda perekonomian berputar makin cepat dan tidak ada lagi industri mati muda dan dijual menjadi besi tua.

Itu tadi bahasan singkat kami mengenai potret hubungan dan interaksi ekonomi di indonesia. Kisah ini adalah kisah beberapa tahun lalu, namun masih cukup relevan dengan kondisi saat ini (maglearning.id)

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan