Penentuan Lokasi Pabrik, Metode Kualitatif dan Kuantitatif

Penentuan Lokasi Pabrik, Metode Kualitatif dan Kuantitatif

Loading...

Penentuan lokasi pabrik sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Pemilihan lokasi berarti menghindari sebanyak mungkin seluruh segi-segi negatif dan mendapatkan lokasi dengan paling banyak faktor-faktor positif.

Penentuan lokasi yang tepat akan menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan secara rutin, karena menyangkut faktor-faktor produksi terutama bahan baku dan tenaga kerja. Juga akan menentukan akses pasar yang dituju. Tidak hanya masalah biaya transportasi tetapi juga masalah kecepatan pengiriman, terutama barang yang cepat daluwarsa.

Penentuan lokasi pabrik yang tepat akan meminimumkan beban biaya (investasi dan operasional) jangka pendek ataupun jangka panjang, dan ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Letak geografis suatu pabrik mempunyai pengaruh terhadap sistem produksi yang ekonomis, karena banyak faktor-faktor yang memengaruhi letak fasilitas/mesin-mesin dalam pabrik, dan yang lebih penting lagi karena lokasi tersebut akan memengaruhi besarnya biaya operasi ataupun biaya kapital.

Bahkan tak jarang kesalahan penentuan lokasi yang tidak tepat menjadi penyebab kegagalan usaha. Terutama usaha baru.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik

Di dalam menentukan lokasi suatu pabrik, di mana pabrik itu akan didirikan dan di bagian mana dari daerah itu akan didirikan pabrik, pemilihan letak pabrik pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor:

  1. Lingkungan masyarakat;
  2. Kedekatan dengan pasar;
  3. Tenaga kerja;
  4. Kedekatan dengan bahan mentah dan penyuplai;
  5. Fasilitas dan biaya transportasi;
  6. Sumber-sumber daya alam;
  7. Tanah untuk perluasan;

Sementara faktor-faktor lain yang dapat dipakai untuk mempertimbangkan dan memengaruhi pemilihan lokasi adalah harga tanah, dominasi masyarakat, peraturan tenaga kerja, kedekatan dengan pesaing, keamanan, cuaca, iklim, dan lain-lain.

Penentuan Tempat

Setelah penentuan lokasi pabrik ditentukan, maka perusahaan harus menentukan di bagian mana pabrik akan didirikan. Berbagai faktor yang perlu diperhatikan untuk pemilihan tempat, antara lain:

  1. Tanah harus kering dan kuat untuk menyangga bangunan;
  2. Mempunyai keamanan dan perlindungan kebakaran yang baik;
  3. Bila pabrik mengeluarkan asap, maka harus cukup banyak angin yang membawa asap keluar daerah permukiman;
  4. Dekat dengan transportasi masyarakat;
  5. Cukup tersedia areal untuk bangunan sekarang, ekspansi dan parkir kendaraan karyawan;

Metode Kualitatif dan Kuantitatif Penentuan Lokasi

Untuk menilai secara kualitatif, baik buruk suatu daerah untuk tempat pembangunan pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat dalam daerah yang disurvei sehingga pengusaha paling tidak dapat memperbandingkan keadaan daerah yang disurvei satu dengan lainnya.

Contoh pemilihan lokasi pabrik:

Penilaian kualitatif suatu daerah untuk tempat pabrik adalah sebagai berikut:

Contoh pemilihan lokasi pabrik

Notasi:

  • B = Baik
  • S = Sedang
  • K = Kurang

Jika dihitung dari tabel tersebut, maka akan didapat data sebagai berikut:

A = 4B, 2S, 1K

B = 2B, 2S, 3K

C = 3B, 3S, 1K

D = 3B, 1S, 2K

Kalau kita pergunakan kuantifikasi sederhana (angka ditimbang) di mana B bernilai 10, S bernilai 5 dan K bernilai 1, maka:

A = 40 + 10 + 1 = 51

B = 20 + 10 + 3 = 33

C = 30 + 15 + 1 = 46

D = 30 + 5 + 2 = 37

Dengan menggunakan metode kualitatif, maka A dan C yang dipertimbangkan, dan secara kuantitatif A yang dipilih. Contoh pemilihan lokasi pabrik ini adalah metode yang paling sederhana dan masih ada unsur subyektif. Namun demikian sudah sangat bisa diandalkan bila pengumpulan data yang dilakukan akurat dan berkualitas.

Demikianlah bahasan kami mengenai penentuan lokasi pabrik menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif sederhana. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan