Tanda Tanda Inflasi (Faktor Penyebab dan Indikator Inflasi)

Tanda Tanda Inflasi (Faktor Penyebab dan Indikator Inflasi)

Loading...

Tanda Tanda Inflasi (Faktor Penyebab dan Indikator Inflasi) – Dalam artikel sederhana ini kita akan coba sedikit belajar tentang apa saja faktor penyebab inflasi dan tanda tanda inflasi. Sebagai sebuah proses yang wajar dalam masyarakat yang menjalankan kegiatan ekonomi, inflasi ibarat buah si malakama dalam proses pembangunan ekonomi sebuah bangsa.

Di satu sisi inflasi menunjukkan adanya kemajuan dalam proses pembangunan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Sebab naiknya harga barang dan jasa menunjukkan naiknya kemampuan atau daya beli masyarakat. Tetapi disisi sebaliknya, inflasi juga adalah momok yang menakutkan bagi pembangunan ekonomi, karena inflasi yang melaju terlalu cepat akan menurunkan daya beli masyarakat.

Inflasi yang tidak terukur dan terkendali atau yang dikenal sebagai hyperinflasi dalam sekali kesempatan dapat langsung menghancurkan sendi-sendi ekonomi sebuah bangsa yang sedang dibangun. Dalam sekali kesempatan juga, hyperinflasi dapat langsung memiskinkan dan menghancurkan kesejahteraan masyarakat.

Faktor Faktor Penyebab Inflasi

Inflasi atau kenaikan harga barang, yang sekali lagi adalah proses wajar sebagai akibat dari pembangunan ekonomi sebuah bangsa atau masyarakat disebabkan oleh banyak faktor baik yang secara langsung berhubungan dengan dunia ekonomi maupun tidak. Inflasi juga disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam sebuah negara itu sendiri maupun faktor dari luar negara tersebut.

Dilihat dari definisi sederhana tentang inflasi adalah sebagai “kenaikan harga barang dan jasa”, maka inflasi dapat disebabkan oleh terjadinya kelangkaan sumber barang dan jasa tersebut. Sebagaimana berlakunya hukum ekonomi jika suplai barang dan jasa berkurang atau langka sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar, maka harga akan cenderung naik dan demikian pula sebaliknya.

Selain kelangkaan sumber barang dan jasa, penyebab inflasi juga dapat berupa tidak stabilnya masalah keamanan atau politik sebuah bangsa atau masyarakat. Dalam kondisi tidak stabil atau panik, orang cenderung berpikir untuk menyimpan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan konsumsi mereka.

Akibatnya permintaan akan barang dan jasa meningkat tajam sehingga persediaan yang ada tidak mampu untuk memenuhinya. Kondisi inilah yang akhirnya menjadi penyebab inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa tersebut.

Selain dua penyebab inflasi di atas, yang juga menjadi faktor penyebab inflasi adalah pengaruh tindakan ekonomi yang dilakukan oleh negara atau pihak lain. Seperti embargo ekonomi atau pembatasan ekspor untuk jenis barang dan jasa tertentu, seperti inflasi yang terjadi pada tahun 1998 sebagai akibat ulah dari seorang spekulan dollar Amerika Serikat..

Indikator Atau Tanda Tanda Inflasi

Sesuai dengan definisinya, maka yang paling mudah bagi kita untuk mengenali tanda tanda inflasi adalah dengan memperhatikan kenaikan harga barang dan jasa. Jika secara umum semua barang dan jasa mengalami kenaikan harga maka itu adalah tanda inflasi yang bisa kita jadikan acuan dasar.

Indikator atau tanda inflasi lainnya adalah diterbitkannya pecahan mata uang yang cenderung lebih besar nilainya. Contohnya adalah negara kita sendiri, Indonesia. Sedikit menengok ke belakang, masih ingatkah kita berapa nilai pecahan uang rupiah kita sebelum tahun 1998 ? 10 ribu, ya benar pecahan rupiah kita sebelum tahun 1998 yang tertinggi nilainya adalah 10 ribu rupiah. Kemudian menjelang tahun 1998 dikeluarkanlah pecahan dengan nilai 20 ribu rupiah, dan pada tahun 1998 awal tahun negara kita kembali mengeluarkan pecahan yang lebih tinggi nilainya, yakni 50 ribu rupiah.

Apakah artinya penerbitan pecahan uang yang lebih tinggi nilainya tersebut? Artinya negara kita sedang mengalami inflasi, bagaimana bisa demikian ? Begini, ketika harga barang dan jasa masih murah, nilai transaksi relatif cukup bisa diselesaikan dengan pecahan uang yang nilainya juga relatif kecil atau tidak terlalu besar.

Sebaliknya bila harga barang dan jasa sudah menjadi semakin mahal, maka dibutuhkan nilai pecahan uang yang lebih besar nominalnya. Ilustrasinya adalah sebagai berikut ; Sebelum kiris tahun 1998 harga 1 unit sepeda motor baru rata-rata sebesar 5 juta rupiah. Dengan pecahan rupiah tertinggi saat itu 10 ribu, maka kita membutuhkan 500 lembar uang 10 ribu rupiah untuk (menyelesaikan transaksi) membeli 1 unit sepeda motor baru.

Sekarang harga sepeda motor baru sekitar 17 juta sampai 30 juta. Anggap saja rata-rata harga 1 unit sepeda motor baru adalah 20 juta rupiah. Maka akan dibutuhkan 2000 lembar uang pecahan 10 ribu rupiah untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Tentu ini akan lebih merepotkan karena kita harus membawa setumpuk uang 10 ribuan sejumlah 2000 lembar. Karena itulah kemudian kita ( pemerintah ) menerbitkan uang pecahan baru dengan nilai 20 ribu, lalu berturut-turut 50 ribu dan bahkan kini kita memiliki pecahan rupiah dengan nilai 100 ribu.

Tujuan dari penerbitan uang dengan pecahan yang lebih tinggi tersebut tentu saja untuk lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Lihat, dengan pecahan 100 ribuan, kita hanya perlu membawa 200 lembar uang 100 ribuan untuk membayar 1 unit sepeda motor seharga 20 juta. Dibanding dengan membawa 2000 lembar uang 10 ribuan, tentu hal ini lebih memudahkan dan aman bagi kita.

Jadi saat pemerintah negara kita berencana untuk menerbitkan mata uang baru dengan pecahan yang lebih tinggi dari pecahan tertinggi rupiah yang ada saat ini, itu artinya si pencuri diam-diam atau inflasi sedang beraksi di antara kita. Maka sebaiknya kita waspada karena ia akan dengan cepat menggerogoti kekayaan kita.

Lalu bagaimana dengan rencana pemerintah untuk men-devaluasi mata uang rupiah kita ? Apakah hal tersebut ada hubungannya dengan tingkat inflasi dan bagaimana dampaknya terhadap angka indeks inflasi ? Kita akan coba membahasnya pada artikel-artikel selanjutnya.

Sampai di sini dulu bahasan sederhana kami mengenai tanda tanda inflasi (faktor penyebab dan indikator inflasi). Selamat belajar, berwirausaha, berinvestasi dan jangan lupa mengamankan aset kekayaan kita dari ancaman inflasi, semoga sukses (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan