Apa Itu TV Digital, Era Baru TV di Indonesia

Apa Itu TV Digital ?, Era Baru TV di Indonesia

Apa itu TV Digital ? Tahun ini era TV digital di Indonesia segera dimulai. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya era itu dimulai, ya di tahun 2022 ini. Jangan heran jika suatu saat TV kesayangan yang biasa kita gunakan saat ini tiba-tiba tidak bisa menerima sinyal dan yang muncul hanyalah layar bersemut.

Itulah saat dimana kita harus mengucapkan selamat tinggal pada TV analog, karena sudah tidak bisa lagi mengolah sinyal digital yang dipancarkan (broadcast) dan sudah saatnya harus diganti dengan TV digital yang kualitasnya memang jauh lebih baik. Momen dimulainya TV Digital ini menjadi momen terpenting yang menandakan bahwa mulai saat ini data digital akan menjadi “barang gratis” alias barang publik di udara, bukan lagi barang hanya bisa dinikmati via TV kabel atau satelit yang harganya tentu tidak murah.

Seluruh dunia saat sudah sejak lama untuk mematikan TV Analog. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 lalu untuk kota Berlin dan 2005 untuk Munich. Sedangkan negara-negara lainnya sudah mulai sejak tahun 2010. Di Amerika, Kongres menetapkan tahun 2009 sebagai hari selamat tinggal bagi TV Analog Amerika. Tahun 2010, Perancis juga menerapkan hal yang sama. Di Inggris, sejak akhir tahun 2005 sudah dilakukan percobaan untuk mematikan beberapa siaran analog. Hal ini untuk memastikan bahwa pematian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012 (agar tidak shock).

Jepang sebagai salah satu negara elektronik maju dunia, sudah menetapkan era TV Digital Jepang pada tahun 2011, walaupun demikian ternyata beberapa tahun sebelumnya sudah dilakukan siaran percobaan TV Digital oleh beberapa stasiun TV di Tokyo, Nagoya, dan Osaka.

Lalu di Indonesia kapan? Sebenarnya Indonesia sudah mencanangkan era TV digital sejak lama dan terbukti setelah diterbitkannya Permenkominfo nomor 11 tahun 2021 tentang jadwal migrasi ke TV digital, yaitu secara bertahap mulai dari bulan april 2022 sampai November 2022.

Bagi produsen alat-alat elektronik, kabar ini bisa merupakan “angin segar” untuk kelangsungan bisnis lima tahunan mendatang, sedangkan kepada konsumen, siap-siap saja menyisihkan sedikit uang belanja untuk membeli tambahan receiver digital yang baru.

Ini berlaku pada konsumen yang belum memiliki TV digital lho ya. Bagi yang sudah punya TV yang digital ready, HDTV, dan TV Android sudah tidak perlu lagi

 

Mengapa TV Digital ? Apa Itu TV Digital

Apa itu TV Digital ? TV Digital di sini bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Jadi TV Digital sebenarnya adalah Digital Broadcasting dari siaran televisi.

Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code). Akhir-akhir ini, performance TV digital untuk penerimaan pada mobile terminal (misal telepon genggam, mobil, bus, kereta listik dan lain-lain yang bergerak) bisa ditanggulangi dan ditingkatkan performansinya dengan menggunakan prinsip space diversity (beberapa peneliti Jepang menambahkan antenna diversity bersamaan dengan space diversity sehingga diperoleh diversity 2x lipat) untuk mengurangi efek Doppler karena pergerakan.

Hasil pengujian di laboratoritum, antena dengan jumlah 4 ternyata mampu menaikkan performance (dengan mengurangi kesalahan bit) dari bit-error-rate (BER) 1/10 (1E-1) menjadi 1/1000 (1E-3) untuk kecepatan pergerakan sebesar 100 km/jam. Ini adalah sebuah perbaikan yang cukup menakjubkan hanya dengan menaruh antena dan sedikit algoritma pengolahan sinyal.

Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth (atau high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Itulah beberapa hal yang sangat menguntungkan dalam TV digital.

Keuntungan di atas menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. Bahkan kalau boleh diungkapkan “pori-pori kulit seorang presenter pun menjadi terlihat sangat jelas di depan pesawat TV Anda” karena sangat bersihnya dan jelasnya gambar yang diterima.

 

Konsekuensi Era TV Digital

Setelah mengetahui apa itu TV digital, mungkin ada sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu. Namun harga ini bukan masalah besar, karena bisa diatasi dengan berbagai kebijakan pemerintah. Terutama untuk masyarakat kurang mampu.

Kemudian sedikit yang membedakan TV Analog dan Digital adalah sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya. Namun ini bukan halangan besar bagi diimplementasikannya TV Digital, toh hanya beberapa detik dan akan berkurang sejalan dengan perkembangan teknologi.

 

Sistem Pemancar TV Digital

Di seluruh dunia ada 3 standar TV Digital yaitu DTV (Digital Television, standar di USA), DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial, standar di Eropa) dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial, standar di Jepang). Semua standar di atas berbasiskan OFDM dengan error correcting code reed Solomon dan/atau convolutional coding dan audio codingnya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T.

Lagi-lagi Jepang membuat standar sendiri dalam hal TV Digital ini, sama seperti yang mereka lakukan pada September 2005 di Jerman (saat itu Jepang diberi kesempatan untuk mempresentasikannya setelah USA dan Eropa, IEEE PIMRC2005), bahwa Jepang juga ingin membuat standar sendiri untuk sistem komunikasi terbaru yaitu UWB (Ultra Wide Band) dengan pusat Riset saat ini di Yokohama.

Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-Tnya Jepang dikabarkan sangat fleksibel dan banyak punya kelebihan terutama pada untuk penerima yang bergerak (mobile reception) atau boleh kita katakan bahwa ISDB-T lebih tahan terhadap efek Doppler. ISDB-T yang merupakan satu dari dua saudaranya yaitu ISDB-S (untuk transmisi lewat kabel) dan ISDB-S (untuk satelit), juga bisa diaplikasikan pada sistem dengan bandwidth 6,7MHz dan 8MHz.

Fleksibilitas ISDB-T bisa kita lihat juga dari mode yang dipakai yaitu mode 1 untuk aplikasi mobile SDTV, mode 2 untuk aplikasi penerima yang mobile dan fixed HDTV/SDTV dan Mode 3 untuk yang khusus penerima fixed HDTV/SDTV. Semua data modulasi fleksibel untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Kemudian perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut TMCC (Transmission and Multiplexing Configuration Control).

 

Kapan TV Digital di Indonesia ?

Dari laporan grup peneliti Digital Broadcasting Jepang (DiBEG) dan Monbukagakusho, bahwa di Indonesia mereka juga telah mempresentasikan sistem digital ini sejak sekitar bulan Februari 2004, namun tampaknya saat itu perhatian Indonesia belum jauh ke sana. Pada masa itu, di sekitaran tahun 2008 TV digital di Indonesia baru bisa dinikmati melalui satelit.

Nah, seperti telah kita singgung di atas bahwa tahun ini era TV digital di Indonesia sudah benar-benar dimulai. Jadi selamat datang gambar kualitas tinggi yang jernih di TV-TV kita. Kita akan menikmati kualitas siaran TV seperti TV streaming di internet.

Demikianlah bahasan kami mengenai Apa Itu TV Digital ? sebagai Era Baru TV di Indonesia. Selamat menikmati (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan