Penggunaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah

Penggunaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah

Penggunaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah – Tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) sejatinya adalah tanda baca yang berbeda, namun kita sering menggunakannya sebagai hal yang sama. Bahkan, tidak jarang kita menggunakan secara terbalik.

Nah, agar kita tahu bagaimana menggunakan tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) dengan baik dan benar, marilah kita bahas secara ringkas di sini.

 

Penggunaan Tanda Hubung (-)

Tanda hubung dipakai dalam hal-hal berikut.

  1. Dipakai untuk menyambung suku kata yang terpisah karena pergantian baris.

Contoh:  …. ada cara ba-

ru juga.

…. cara baru meng-

ukur panas.

 

  1. Menyambung unsur-unsur kata ulang.

Contoh: anak-anak

berulang-ulang

 

  1. Menyambung huruf dari kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian penanggalan.

Contoh: p-a-n-i-t-i-a

8 – 4 – 1975

 

  1. Dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan.

Contoh: ber-evolusi, be-revolusi

dua puluh lima-ribuan (20 x 5000)

 

  1. Dipakai untuk merangkaikan:
  2. se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital,
  3. ke- dengan angka, angka dengan –an,
  4. singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata,
  5. nama jabatan rangkap,
  6. unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing

Contoh : se-Indonesia, se-Jawa Barat

ke-2, tahun 50-an

mem-PHK-kan, hari-H, sinar-X

Menteri-Sekretaris Negara

di- smash , pen- tackle -an

 

Tanda Pisah (—)

Setelah mengetahui penggunaan tanda hubung di atas, berikut ini adalah ringkasan penggunaan tanda pisah. Tanda pisah dipakai dalam hal-hal berikut.

 

  1. Dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat serta menegaskan adanya keterangan aposisi.

Contoh: Kemerdekaan bangsa itu —saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu                  sendiri.

Hanif— suami Hanifah — diangkat menjadi dekan di kampus itu.

 

  1. Dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’ atau ‘sampai’.

Contoh : 1910 – 1945

tanggal 5 – 15 Desember 1991

Jakarta – Bogor

 

Nah itu tadi sobat, ringkasan penggunaan tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) yang bisa kami sampaikan. Jangan sampai salah lagi ya Sob. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan