PRINSIP KEDEKATAN SPASIAL MEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip kedekatan spasial (spatial contiguity) menyatakan bahwa siswa dapat belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan daripada berjauhan satu sama lain. Jika kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan, siswa tidak perlu menggunakan daya kognitifnya untuk mencari fokus pelajaran secara visual pada layar atau halaman teks. Dengan demikian, sangat mungkin bagi siswa untuk dapat merangkai keduanya dalam memorinya pada satu waktu yang sama.

Dalam prinsip Kedekatan spasial atau kesinambungan spasial ini ketika ada gambar yang dilengkapi dengan teks,maka teks tersebut harus menjadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.

Secara teoritis ketika kata dan gambar yang sesuai berdekatan dan menjadi satu kesatuan satu sama lain di halaman atau layar, siswa tidak harus menggunakan sumber daya kognitif untuk secara visual mencari sesuatu di halaman atau layar. Siswa juga lebih mudah memproses kata dan gambar dalam memori kerjanya pada saat yang bersamaan.

Ketika kata dan gambar yang terkait jauh atau terpisah antara satu dengan lainnya di halaman atau layar, siswa harus menggunakan sumber daya kognitifnya untuk mencari bagian-bagian halaman atau layar secara visual. Siswa juga cenderung tidak dapat memproses kata dan gambar tersebut dalam memori kerja di waktu yang sama.

Loading...

Prinsip kedekatan spasial ini sangat efektif diterapkan ketika:

  • siswa tidak akrab dengan materi,
  • gambar/diagram tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa kata-kata, dan
  • materinya kompleks.

Pada intinya siswa akan lebih memahamai jika materi(kata-kata) dan gambar digabungkan dalam satu halaman dan berdekatan dibandingkan dengan memisahkan antara kata-kata dan gambar dengan halaman yang berbeda atau berjauhan karena siswa akan berfikir dua kali dalam memahami.

Loading...

Tetapi Ketika informasi yang sama disampaikan pada waktu yang berbeda atau metode yang berbeda (esensi dari kata dan gambar adalah sama) maka akan memiliki efek yang lebih besar, karena siswa memiliki dua peluang untuk menyimpannya ingatan (recalling). Sebaliknya, ketika kata-kata dan gambar menggambarkan hal yang sama informasi disampaikan pada saat yang sama justru memiliki efek yang kurang, karena siswa hanya memiliki satu kesempatan untuk menyimpannya.

Jadi, pembelajaran yang disatukan lebih memudahkan siswa untuk belajar lebih baik, dan pembelajaran yang terpisah juga akan memberikan banyak pembelajaran pada siswa sebab siswa akan mengulang sebuah ingatan mengenai materi yang dipelajari pada gambar dan kata-kata yang terpisah seperti yang terdapat pada teori penyampaian informasi.

Tinggalkan Balasan