Sekilas Tentang SCORM dan kaitannya dengan AICC, XAPI, dan CMI5

SCORM merupakan singkatan dari Sharable Content Object Reference Model. SCORM didefinisikan sebagai sebuah cara spesifik untuk membangun Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) dan konten pembelajaran sehingga dapat bekerja dengan baik dengan sistem konforman SCORM lainnya. Jadi media pembelajaran yang disimpan dalam format SCORM memungkinkan untuk dijalankan dengan baik menggunakan berbagai aplikasi LMS yang berbeda.

SCORM dan SCORM compliant

SCORM adalah standar dalam e-Learning yang memungkinkan untuk melacak sejauh mana siswa belajar dan mengetahui hasil belajar siswa Anda dalam Sistem Manajemen Pembelajaran (Learning Management System / LMS). Suatu media pembelajaran berbasis SCORM memenuhi syarat bila memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan oleh ADL (The Advanced Distributed Learning). Dengan standar SCORM memungkinkan setiap orang untuk membuat pembelajaran e-Learning di lingkungan apa pun (berbagai platform yang sesuai) dan menjalankannya di LMS yang sesuai SCORM dan melaporkan hasil belajar siswa ke LMS itu.

Pada dasarnya, versi SCORM apapun yang berbeda-beda semuanya mengatur dua hal yang sama, yaitu: mengemas konten dan bertukar data saat program dijalankan (Run-Time).

  • Konten dalam kemasan atau model agregasi konten (content aggregation model / CAM) menentukan bagaimana suatu konten harus dikemas dan disampaikan dalam arti fisik. Inti dari kemasan SCORM adalah sebuah dokumen berjudul “imsmanifest”. File ini berisi setiap informasi yang diperlukan oleh LMS untuk mengimpor dan meluncurkan konten tanpa campur tangan manusia. File manifes ini berisi XML yang menjelaskan struktur kursus baik dari perspektif pelajar maupun dari perspektif sistem file fisik. Pertanyaan seperti, “Dokumen mana yang harus diluncurkan?” Dan “Apa nama konten ini?” Dijawab oleh dokumen ini.
  • Komunikasi Run-Time, atau pertukaran data, menentukan bagaimana konten “berbicara” ke LMS saat konten dijalankan. Ini adalah bagian yang digambarkan sebagai pengiriman dan pelacakan. Ada dua komponen utama dalam komunikasi ini. Pertama, konten harus “menemukan” LMS. Setelah konten menemukannya, ia kemudian dapat berkomunikasi melalui serangkaian panggilan “get” dan “set” dan kosa kata pemrograman yang terkait. Secara konseptual, hal ini adalah hal-hal seperti “minta nama pelajar” dan “beri tahu LMS bahwa pelajar mendapat nilai 95% pada tes ini.” Berdasarkan kosa kata SCORM yang tersedia, dan masih banyak lagi pengalaman interaktif yang kaya dapat dibangun dan dikomunikasikan kepada LMS.
Loading...

Secara teknis pengaturan dasar dari kursus/pembelajaran mengunakan SCORM dengan aplikasi LMS adalah sebagai berikut:

  • Anda membuat media atau materi pembelajaran menggunakan aplikasi e-Learning misalnya Lectora, Easygenerator, iSpring, Articulate Studio dll. atau dalam sebuah LMS misalnya Moodle, Canvas, Schoology dll.
  • Anda menerbitkan media atau meteri e-Learning dalam kemasan paket SCORM (save as SCORM)
  • Anda mengunggah kursus atau kelas virtual yang sesuai SCORM di LMS Anda dan mengundang siswa Anda
  • Semua hasil pembelajaran siswa Anda akan disimpan di LMS Anda
Loading...

Hampir semua kegiatan belajar siswa dapat dipantau menggunakan pembelajaran berbasis SCORM ini. Pembelajaran online berbasi SCORM dapat menyimpan beberapa hal seperti berikut ini:

  • Hasil akhir dari suatu kursus (status ketuntasan dan skor akhir)
    • Pertanyaan dijawab benar atau salah
    • Jawaban apa yang diberikan
    • Halaman mana yang dilihat
    • Berapa lama halaman dilihat
    • Total waktu yang dihabiskan
    • Skor per tujuan Pembelajaran
    • Hasil dan kemajuan tidak lengkap (sehingga pelajar dapat melanjutkan belajar nanti)

Keterkaitan SCORM dengan AICC, xAPI dan cmi5

SCORM adalah model referensi, yang artinya dibangun di atas spesifikasi yang ada. Sejak awal, SCORM telah dideskripsikan sebagai solusi “best of breed”, memilih potongan terbaik dari spesifikasi sebelumnya.

  • AICC (Aviation Industry Computer-based Training Committee) adalah standar dari industri penerbangan, digunakan sebagai dasar untuk bagian komunikasi Run-Time dari spesifikasi SCORM. Sesuai dengan satu standar tidak berarti Anda secara otomatis menyesuaikan diri dengan standar lainnya.
  • xAPI, juga disebut sebagai API Pengalaman atau API Kaleng, sering dianggap sebagai “generasi SCORM berikutnya” dan merupakan standar eLearning terbaru. xAPI adalah lompatan besar ke depan bagi komunitas eLearning. xAPI sangat berbeda dari SCORM dan menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk melacak berbagai pembelajaran, termasuk kegiatan yang terjadi di luar LMS. Hal ini memungkinkan untuk mempublikasikan rancangan kursus atau kuis Anda di situs web, blog, atau bahkan di aplikasi di smartphone. xAPI masih mampu melacak dan mendapatkan hasil belajar siswa.
  • cmi5 adalah profil xAPI yang digunakan ketika aktivitas xAPI diluncurkan dari LMS. cmi5 merupakan komponen yang diperlukan untuk interoperabilitas sistem seperti pengemasan, peluncuran, jabat tangan kredensial dan model informasi yang konsisten. Seperti kata SCORM sudah kuno. Ada standar baru dalam pengembangan yang akan menjadi generasi SCORM berikutnya yang disebut cmi5. cmi5 menggunakan teknik xAPI, tetapi menambahkan pernyataan standar untuk melacak dan memantau hasil siswa dalam pembelajaran e-Learning formal. cmi5 ini ibaratnya menciptakan kembali SCORM berdasarkan xAPI, yang hasilnya akan lebih fleksibel dalam arti bahwa Anda dapat melacak dan memantau hasil pembelajaran di luar LMS, tetapi itu hanya akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran formal seperti kursus, kuis atau ujian.

Tinggalkan Balasan