AUDIO MEDIA PEMBELAJARAN

Penggunaan suara (audio) akan menambah dimensi khusus pada pengalaman siswa ketika memakai media pembelajaran. Audio juga bisa digunakan untuk merangsang dan mempertahankan perhatian siswa pada media pembelajaran. Prinsip multimedia menyarankan agar menggunakan dua saluran indra (penglihat dan pendengar) agar informasi lebih banyak tersampaikan. Video pembelajaran akan lebih efektif digunakan ketika disertai audio yang mendukung secara harmonis tampilan visual. Ini yang sering disebut dengan multimedia.

Pada media pembelajaran interaktif, audio juga mempunyai peran yang penting. Untuk menerapkan audio di media pembelajaran tersebut, pengembang media harus mendokumentasikan audio apa saja yang diperlukan untuk suara latar, efek suara untuk pemilihan menu, efek suara animasi, suara karakter, dan lainnya. Perancang media perlu mengetahui dan memahami perangkat lunak audio dasar dan direktori efek suara yang akan digunakan untuk membuat media pembelajaran terdengar lebih hebat.

Bila pengembang media melibatkan staf atau bagian khusus yang menangani masalah audio maka perlu membuat daftar lengkap audio yang akan digunakan dalam media pembelajaran. Dengan daftar ini harus didiskusikan dengan bagian audio untuk memperkirakan waktu penyelesaian, standar kualitas, dan anggaran yang tersedia. Proses pembuatan audio akan lebih cepat dan lebih mudah untuk diselesaikan karena spesialis audio yang terlibat akan sejalan dengan visi pengembang media.

Perancang media pembelajaran harus memperhatikan beberapa hal terkait dengan produksi audio yang diperlukan diantaranya adalah:

  • Berapa banyak musik, efek suara, dan suara karakter yang dibutuhkan?
  • Berapa jumlah trek? Panjang setiap musik dan efek suara?
  • Bagaimana gaya komposisi yang dibayangkan oleh perancang?
  • Dimana dalam media itu efek suara (audio) dibutuhkan? Apakah ada waktu-waktu (timing) penting untuk animasi?
  • Seberapa cepat produksi ditargetkan akan selesai? Lebih cepat berarti lebih banyak biaya. Umumnya para pakar audio membutuhkan waktu 4 jam untuk memproduksi audio dengan durasi 30 detik. Biasanya melalui proses penyusunan awal, merekam trek, dan mixing.
  • Metode pengiriman media pembelajaran, apakah pengiriman fisik menggunakan CD, online berbasis web, atau pengiriman online namun aplikasi bekerja secara offline?
  • Tema media atau suasana hati yang ingin diciptakan oleh perancang.
  • Bagaimana pertimbangan penyimpanan (ruang yang disediakan atau dialokasikan khusus untuk audio)? Ini akan sangat terkait dengan ukuran dan format audio.

Berikut adalah bagan praktis yang menunjukkan berbagai ukuran file yang tergantung pada kualitas suara dan ukuran (8-bit atau 16-bit).

Kualitas Suara vs. Ukuran File

Resolusi SuaraStereo 8-bit (Encoded)Stereo 16-bit (Dolby Surround)
44,1 kHz5,292 MB10,584 MB
27,05 kHz2,646 MB5,292 MB
11,025,1 kHz1, 920 MB2,646 MB
8 kHz960 KB1, 920 MB

Legalitas Penggunaan Audio

Sebagai pengembang media kita juga perlu memperhatikan properti berlisensi, termasuk audio. Bila kita bekerja sama dengan pencipta lagu, atau kreator audio, hal ini bukanlah masalah karena biasanya mereka menciptakan sendiri trek suara yang dibutuhkan. Namun, pilihan ini bisa jadi pilihan yang mahal. Saat ini banyak orang yang memilih cara instan yaitu memanfaatkan properti yang sudah banyak disediakan di internet. Nah, bila ini menjadi pilihan kita maka ada baiknya kita memperhatikan aspek legalitas dari lisensi audio ini.

Banyak musisi memilih untuk merilis lagu mereka di bawah lisensi Creative Commons, yang memberi Anda hak hukum pada orang lain untuk melakukan hal-hal seperti menggunakan musik mereka dalam video atau media pembelajaran lainnya. Creative Commons (CC) adalah sistem yang memungkinkan bagi siapa saja untuk menggunakan musik, film, gambar, dan konten lain yang “dilindungi hak cipta” secara legal. CC menawarkan lisensi hak cipta gratis yang dapat digunakan siapa saja untuk menandai karya kreatif mereka dengan kebebasan yang mereka inginkan. Misalnya, seorang musisi dapat menggunakan lisensi CC untuk mengizinkan orang membagikan lagu-lagunya secara online, membuat salinan untuk teman-teman, atau bahkan menggunakannya dalam video atau membuat remix. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman ini.

Loading...

Di jaman global saat ini, kita dapat dengan mudah menemukan audio dengan lisensi ini. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menggunakan audio orang lain secara ilegal. Beberapa laman web menawarkan audio yang diterbitkan di bawah lisensi hak cipta fleksibel Creative Commons. Berikut ini alaha beberapa diantaranya:

Hampir semua audio yang berlisensi CC bisa kita gunakan, Namun kita perlu memastikan bahwa apa yang ingin kita lakukan dengan audio itu “diperbolehkan” menurut persyaratan lisensi Creative Commons tertentu yang ada di bawahnya. Musik berlisensi CC tidak gratis untuk semua jenis penggunaan, hanya beberapa saja. Jadi, pastikan untuk memeriksa persyaratannya di kebijakan lisensi yang dicantumkan di laman tersebut atau biasanya dengan mengklik ikon lisensi setiap audio.

Yang terpenting untuk deperhatikan selanjutnya adalah kita perlu menggunakan musik yang tidak dilisensikan di bawah lisensi No Derivative Works. Artinya, pencipta tidak ingin ada mengubah, mentransformasikan, atau membuat karya turunan menggunakan karyanya. Di bawah lisensi CC, menyinkronkan musik ke gambar sama dengan mengubah musik, jadi kita tidak dapat menggunakan lagu secara legal di bawah lisensi CC No Derivative Works di video kita.

Selain itu, pastikan untuk memberi kredit yang tepat kepada pencipta dan treknya, serta menyatakan lisensi CC untuk trek tersebut. Misalnya, pencipta menginginkan namanya ditulis di akhir video atau ketika audio sedang diputar. Penggunaan untuk kepentingan komersial juga biasanya dicantumkan pada keterangan lisensi. Jadi, walaupun kita diberi kebebasan untuk mengunakan audio itu, namun kita tetap harus memperhatikan persyaratan-persyaratan lisensi yang diberikan.

Bagaimana Meningkatkan Pengetahuan Tentang Audio

Loading...

Untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang audio, agar bisa menggunakannya secara lebih tepat kita juga perlu untuk mengetahui beberapa genre musik. Kita bisa membaca buku-buku tentang musik, atau dengarkan musik dari semua genre seperti baroque, blues, klasik, country, disko, jazz, latin, opera, punk rock, R&B (ritme dan blues), rap, reggae, rock and roll, suara techno, urban, cinematic, dan lain sebagainya.

Kita juga bisa berdiskusi dengan musisi yang berpengalaman. Musik menciptakan suasana hati dan suasana dan dapat membawa pengguna media (siswa) ke dunia yang diinginkan. Untuk aspek ini kita bisa belajar dari menonton film favorit atau pergi ke bioskop, perhatikan suara yang digunakan untuk mendukung film tersebut. Perhatikan secara mental efek suara, suasana, dan teknik para aktornya dalam menyampaikan dialog mereka.

Kita juga bisa berkunjung situs-situs forum audio seperti Game Audio Pro (groups.yahoo.com/group/gameaudiopro/) untuk mendapatkan banyak informasi-informasi yang bermanfaat. Game Audio Pro adalah forum terbuka untuk para profesional audio yang bekerja di industri komputer dan video game, serta penggemar, semi-pro, dan penggemar musik game.

Akhir kata, banyak sekali yang bisa kita pelajari dan kita lakukan untuk terus berkembang. Tidak hanya terkait dengan audio, tetapi banyak hal sesuai dengan passion dan kompetensi yang ingin kita kembangkan. Marilah kita belajar lebih baik dan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan