FOKUS VISUALISASI DALAM MEDIA PEMBELAJARAN

Ketika bicara visualisasi dalam media pembelajaran pasti terkait erat dangan gambar. Sejatinya visualisasi yang disampaikan dalam media pembelajaran kepada siswa adalah gambar yang dapat diindera oleh mata. Gambar ini bisa berupa gambar statis atau gambar bergerak yang sering kita sebut dengan video. Silakan baca beberapa artikel di blog ini tentang dimensi gambar.

Untuk tujuan pembelajaran, karakteristik fungsional dari gambar visual mempengaruhi bagaimana visualisasi tersebut mengomunikasikan informasi atau bagaimana memfasilitasi proses psikologis belajar sama pentingnya dengan format bagaimana gambar tersebut ditampilkan. Ketiga hal ini sangat penting untuk diperhatikan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.

Oleh karena itu, kita akan membahas tiga fokus penting yang saling terkait tentang tampilan gambar (visual) yaitu: (1) fokus pada format penyajian gambar, yaitu seperti apa gambar disajikan mereka dan bagaimana cara membuatnya, (2) fokus fungsi komunikasi, yaitu bagaimana gambar dapat menyampaikan informasi, dan (3) fokus fungsi psikologis, yaitu bagaimana gambar dapat memfasilitasi proses pembelajaran siswa.

Salah satu contoh keterkaitan fokus ini misalnya format penyampaian yang berbeda seperti gambar statis atau animasi akan mempengaruhi efek psikologis siswa. Selain itu, fungsi komunikasi yang berbeda akan memiliki efek psikologis yang berbeda pula. Berikut ini akan kita bahas satu per satu fokus-fokus ini.

Format Penyajian Visual

Kita bisa dengan mudah membuktikan bahwa format penyajian visual mempengaruhi efektivitas psikologis pengguna. Sebagai contoh, apakah kita akan menggambarkan gerakan dengan serangkaian gambar statis atau dengan animasi? Mana yang lebih baik bagi siswa untuk belajar? Ternyata serangkaian gambar diam dapat lebih efektif untuk beberapa tujuan pembelajaran seperti mengajarkan cara kerja. Di sisi lain, animasi lebih efektif untuk keterampilan mengajar yang melibatkan gerak misalnya senam atau gerakan servis permainan bola voli.

Loading...

Oleh karena itu, kita tidak dapat mengabaikan bagaimana pilihan format penyampaian visual yang tepat, baik dari sudut pandang produksi pragmatis atau dari perspektif efektivitas psikologis. Ada tiga pilihan utama dalam format penyajian visual ini yaitu: format visual statis seperti ilustrasi, gambar vektor, dan foto; format visual dinamis, seperti video dan animasi; serta format visual realitas virtual yang sudah semakin canggih.

Fungsi Komunikasi Visual

Sama seperti kita mengandalkan tata bahasa untuk membantu kita menyusun kata-kata dengan benar, kita membutuhkan sistem klasifikasi untuk visual yang melampaui format penyampaian. Tujuan komunikasi menggunakan bentuk visual ini utamanya adalah untuk menunjukkan gerak atau merepresentasikan gambaran-gambaran tertentu, misalnya sebuah konsep atau hubungan kualitatif maupun kuantitatif.

Untuk membantu membedakan penggunaan gambar (visual) berdasarkan sifat fungsionalnya, kita bisa menggunakan taksonomi fungsi visual yang diadaptasi dari taksonomi ilustrasi yang dirangkum oleh Carney dan Levin (2002) dan diilustrasikan oleh Lohr (2007). Taksonomi ini diringkas dalam tabel di bawah ini. Taksonomi ini akan membantu kita dalam merencanakan visual berdasarkan fungsi komunikasinya, bukan hanya formatnya.

Taksonomi FungsiPenggunaanContoh
DekoratifDigunakan untuk Menambah daya tarik estetika atau humorSampul buku Dekorasi di nomor atau sudut halaman
RepresentasionalDigunakan untuk menggambarkan suatu objek dengan cara yang realistisTangkapan layar dari perangkat lunakFoto peralatan
MnemonicUntuk memberikan isyarat tentang informasi faktualGambar capHuruf yang dijadikan lambang
OrganisasiUntuk menunjukkan hubungan kualitatif di antara kontenPeta jalur dua dimensiPohon konsep
RelasionalUntuk menunjukkan hubungan kuantitatif antara dua variabel atau lebihGrafik garisDiagram lingkaran
TransformasionalUntuk menampilkan perubahan pada objek karena prubahan waktu atau ruangAnimasi siklus cuacaVideo yang menunjukkan cara kerja alat
InterpretatifUntuk menggambarkan teori, prinsip, atau hubungan sebab-akibatDiagram skematik peralatanSebuah animasi untuk menjelaskan konsep

Fungsi Psikologis Visual

Loading...

Selain untuk berkomunikasi secara efektif, visual juga harus mendukung proses psikologis pembelajaran yang penting. Visual yang mengganggu proses ini terbukti menggangu pembelajaran. Sebagai contoh, Harp dan Mayer (1998) menemukan bahwa menambahkan visual dan teks yang secara topikal terkait dengan materi pelajaran tetapi tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran membuat proses pembelajaran menjadi terganggu. Mereka membuat dua versi media pembelajaran yang mengajarkan proses terjadinya petir. Versi media pembelajaran pertama menggunakan kata-kata dan visual yang relevan untuk menggambarkan proses terjadinya petir. Versi media pembelajaran yang kedua dibuat dengan menambahkan sketsa naratif pendek dengan visual seperti video pohon-pohon yang disambar petir, ambulans tiba di dekat pohon, dan korban petir dibawa dalam tandu ke ambulan. Pada saat yang sama, narator mengatakan: “Sekitar 10.000 orang terluka oleh petir setiap tahun…..”. Ternyata sekitar 30 persen pembelajaran lebih baik jika siswa yang menggunakan media pembelajaran versi pertama yang tidak terdapat penambahan visualisasi. Grafis tambahan tersebut malah mengganggu proses mental aktif siswa karena mengalihkan perhatian dari konten utama yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

Jadi, fungsi psikologis visual lebih pada bagaimana visual berinteraksi dengan proses pembelajaran manusia seperti perhatian atau pembebanan memori mereka. Untuk mempermudah desain dan perencanaan grafik yang bekerja dengan menentang proses pembelajaran manusia, kita bisa mengklasifikasi gambar visual sesuai dengan bagaimana mereka mendukung enam peristiwa psikologis pembelajaran. Silakan cermati ringkasan klasifikasi tersebut di tabel berikut ini.

Fungsi PsikologisDeskripsiContoh
Pendukung PerhatianGambar dan desain grafis yang menarik perhatian ke elemen penting dalam media pembelajaran dan meminimalkan perhatian yang terbagiLingkaran untuk menunjukkan bagian yang relevan dari layar komputerPenempatan teks deskriptif dekat dengan grafik
Mengaktifkan atau Membangun Hubungan Dengan Pengetahuan SebelumnyaGambar yang menggunakan model mental yang ada (dimiliki siswa) atau membuat model tingkat tinggi untuk mendukung perolehan pengetahuan baruAnalogi visual antara pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah dikenalGambaran umum grafis dari pengetahuan baru
Meminimalkan Beban KognitifGambar dan desain grafis yang meminimalkan pekerjaan mental yang dibebankan pada working memory otak selama pembelajaranGambar vektor versus fotoGrafik yang relevan versus grafik dekoratif
Membangun Model MentalGrafik yang membantu siswa membangun ingatan baru dalam ingatan jangka panjang yang mendukung pemahamanVisual untuk menggambarkan cara kerja sesuatuSimulasi visual untuk membangun model mental sebab dan akibat
Mendukung Transfer PembelajaranGrafik yang menggabungkan fitur utama lingkungan kerja; grafis yang mendorong pemahaman yang lebih dalamPenggunaan simulasi layar perangkat lunak yang terlihat dan berfungsi seperti perangkat lunak sebenarnyaPenggunaan simulasi visual untuk membangun model mental sebab dan akibat
Mendukung MotivasiGrafik yang membuat materi menarik dan pada saat yang sama tidak menekan pembelajaranGrafik yang menjelaskan relevansi keterampilan dengan pekerjaanVisual pengorganisasian yang memperjelas struktur material

Demikianlah uraian singkat tentang fokus visualisasi dalam media pembelajaran. Semoga kita bisa memanfaatkan tampilan-tampilan visual yang sesuai untuk membuat media pembelajaran yang kita bangun menjadi jauh lebih berkualitas.

Tinggalkan Balasan