Apa itu AN dan AKM

Mengenal Apa itu AN dan AKM? Ini Penjelasannya

Apa itu AN dan AKM ? saat ini menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan oleh guru di seluruh Indonesia. Mengapa hanya guru? Ya karena merekalah yang paling berkepentingan dengan ini.

Lalu bagaimana dengan peserta didik dan orang tua? Agaknya sampai saat ini peserta didik dan orang tua belum memperhatikan hal ini. Mungkin karena yang namanya ujian nasional dan sejenisnya sudah bukan menjadi momok bagi mereka.

Paling tidak ujian nasional (UN) bukan lagi tolok ukur yang paling penting dan dianggap mampu menentukan jalan hidup mereka. Jalur penerimaan sekolah berbasis zonasi mungkin juga salah satu penyebabnya, dan lambat laun akan menyadarkan kita semua bahwa belajar itu tidak hanya sekedar mengejar nilai UN.

Apakah AN pengganti UN?

Loading...

Kembali lagi menyoal apa itu AN dan AKM ? Mengapa setelah UN dihapus kemudian diganti dengan AN? Jangan-jangan hanya sekedar ganti nama belaka?

Setelah UN secara resmi dihapus pada tahun ini, kemudian muncul yang namnya AN yaitu kepanjangan dari Asesmen Nasional. Apa bedanya? Yang jelas kalau namanya ujian lebih kepada evaluasi, masih ingat jaman EBTANAS (evaluasi tahap akhir nasional)? Pada prinsipnya sama saja yaitu tes yang bersifat sumatif.

Nah, kalau AN jelas pada prinsipnya adalah asesmen. Asesmen diadaptasi dari kata “assessment” yaitu upaya yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja peserta didik, kelas, atau bahkan sekolah dibandingkan dengan tujuan atau kriteria capaian pembelajaran.

Jadi, walaupun bentuknya sama-sama tes namun tes AN ini pasti bersifat formatif, yang artinya hanya untuk mengumpulkan informasi dari hasil atau proses pembelajaran. Dengan demikian prinsipnya adalah untuk mencari informasi tentang proses dan hasil pembelajaran yang telah dilakukan dan dicapai siswa untuk dianalisis dan digunakan untuk mempelajari pembelajaran di masa depan.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Asesmen Nasional (AN) adalah upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari AN ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan di Indonesia.

Lalu apa saja yang menjadi komponen pengkuran AN ini? Untuk pelaksanaan AN kali pertama di Indonesia pada tahun 2021 mendatang komponen yang diukur dari peserta didik literasi membaca serta literasi numerasi (matematika).

Literasi membaca memiliki komponen membaca teks informasi (nonfiksi) dan membaca teks fiksi. Sedangkan literasi nemerasi memiliki komponen: bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, serta aljabar.

Apa itu AKM?

Loading...

Asesmen Nasional ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Mengapa disebut dengan AKM? Karena AKM mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan peserta didik sebagai individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat.

Dengan demikian AN ini tidak berbasis pada matapelajaran tertentu seperti UN. AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan oleh setiap peserta didik untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

Sampai di sini apakah Anda sudah mendapatkan gambaran tentang apa itu AN dan AKM ? Saya harap Anda sudah mempunyai sedikit gambarannya. Saya akan membahasnya lebih jauh tentang AKM di artikel-artikel berikutnya.

Lalu mengapa hanya literasi membaca dan numerasi saja yang menjadi komponen AN 2021? Padahal kita saat ini sedang memasuki era digital sehingga literasi digital mungkin menjadi amat penting. Mungkin ini juga menjadi salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan.

Ingat, bahwa AKM ini dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Jadi saat ini yang diutamakan adalah mengukur literasi membaca dan numerik secara mendalam.

Loading...

Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Sedangkan literasi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.

So, kedua literasi ini adalah literasi kunci yang perlu didulukan. Perkara literasi digital dan lain sebagainya pasti akan diperhitungkan pada asesmen-asesmen pendidikan di masa yang akan datang.

Demikianlah bahasan awal saya tentang apa itu AN dan AKM ? Simak terus update informasi di blog ini ya. Semoga hidup Anda semakin menyenangkan. Aaminn…..

Tinggalkan Balasan