Motif ekonomi

Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi

Loading...

Halo sob, kali ini kita akan membahas tentang tindakan ekonomi dan motif yang mendasarinya, serta prinsip-prinsip apa yang dipegang dalam melakukan tindakan ekonomi tersebut. So simak pembahasan berikut ini ya…

Tindakan Ekonomi

Pada artikel yang lalu telah dibahas tentang bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya. Manusia mempunyai bermacam-macam sumber daya yang dapat menghasilkan uang, misalnya : Tanah bila disewakan akan menghasilkan uang, Tenaga bila digunakan untuk bekerja akan menghasilkan uang, modal bila digunakan untuk berusaha akan menghasilkan uang dan apabila kita punya ketrampilan/keahlian khusus bila digunakan akan menghasilkan uang. Setiap orang berusaha untuk melakukan dan mengupayakan sesuatu untuk menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhannya.

Manusia dapat memenuhi kebutuhan (konsumsi) dengan jalan membeli, orang lain yang memproduksi dan yang lainnya lagi ada yang mendistribusikan atau menyalurkan barang yang telah diproduksi kepada yang membutuhkannya. Ketiganya disebut kegiatan ekonomi. Jadi apabila seseorang melakukan salah satu atau semua kegiatan ekonomi disebut melakukan tindakan ekonomi.

Nah, sudah tahu kan bahwa kegiatan ekonomi itu pada dasarnya ada tiga, yaitu dimulai dari produksi, distribusi, lalu konsumsi.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah dorongan dari seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi (Konsumsi, distribusi dan produksi) untuk memenuhi kebutuhannya. Tujuan akhir seseorang adalah untuk mencapai kemakmuran.

Apabila seseorang telah terpenuhi semua kebutuhan maka disebut makmur. Seperti diungkapkan pada tulisan sebelumnya bahwa makmur tidak sama dengan kaya. Kekayaan adalah alat untuk dapat memenuhi kebutuhan. Sedangkan makmur adalah perasaan apabila seseorang terpenuhi kebutuhannya.   

Motif seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi, bermacam-macam, di antaranya yaitu :

  1. Ingin memenuhi kebutuhan. Sebagai contoh, Anda makan setiap hari karena Anda memang butuh. Jika tidak makan, maka Anda akan sakit dan kelaparan.
  2. Ingin mendapatkan keuntungan atau kekayaan. Tujuan utama dari motif ini adalah demi mendapatkan profit yang banyak. Profit atau keuntungannya bisa dalam bentuk apa pun, seperti uang atau hal lainnya. Contohnya adalah membeli emas batangan, atau membeli hewan peliharaan, yang di kemudian hari barang-barang tersebut bisa dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Sobat bisa juga memutuskan bekerja untuk mendapatkan gaji bukan untuk menolong perusahaan. Ya kan…. hehehe.
  3. Ingin dihargai orang lain. Motif ini dilakukan agar para pelakunya bisa dihargai oleh orang lain. Bentuk penghargaan dari orang lain ini adalah salah satu motivasi agar seseorang tersebut dianggap eksis atau bisa masuk pada kelompok yang diinginkan. Contohnya adalah saat Sobat membeli smartphone terbaru yang mahal agar sobat bisa diterima di kelompok pertemanan sobat yang beridentitas status sosial tertentu yang lebih tinggi tentunya.
  4. Ingin Mendapatkan kekuasaan atau kedudukan. Tujuan utama dari motif ini adalah demi mendapatkan kekuasaan. Perlu diketahui bahwa kekuasaan tidak melulu soal politik di suatu negara saja, namun bisa juga pada level pertemanan ataupun keluarga. Contohnya adalah seorang siswa yang mentraktir temannya agar dicalonkan menjadi ketua kelas. Kegiatan mentraktir temannya ini dijadikan alasan agar dirinya bisa mendapatkan dan menguasai pendapat teman-temannya karena ia ingin menjadi ketua kelas.
  5. Ingin membantu sesama manusia. Sebenarnya, motif ekonomi karena motif sosial adalah cukup problematik karena tidak semua tindakan sosial bisa diartikan sebagai tindakan ekonomi. Namun, seluruh tindakan ekonomi bisa berupa tindakan sosial. Ruang lingkup istilah sosial di sini memiliki makna yang lebih luas daripada ekonomi itu sendiri. Dari sini kita semua paham bahwa motif sosial sebagai motif ekonomi bisa digunakan untuk menolong sesama manusia. Sebagai contoh, ada seorang mahasiswa yang merintis suatu bisnis dan mempekerjakan teman-temannya sebagai karyawan. Motif yang dia lakukan adalah demi membantu teman-temannya daripada mereka menganggur. Membuka peluang usaha dan mempekerjakan banyak temannya adalah salah satu bentuk motif ekonomi, yaitu motif sosial. Perlu ditekankan bersama bahwa motif sosial berdasarkan beberapa ahli ekonomi dikategorikan dalam bentuk motif non-ekonomi.
  6. Motif Produksi Barang. Motif ini ada dalam ruang lingkup perusahaan, yaitu suatu perusahaan akan berusaha untuk memproduksi suatu barang atau jasa dengan harga yang murah namun kualitas yang baik. Hal ini dilakukan demi mendapatkan porsi tertentu di target pasarnya secara lebih berkelanjutan. Contohnya, seorang pengusaha yang membuat produknya dicari banyak orang dengan menggunakan bahan baku yang murah tapi dengan kualitas yang baik.
  7. Motif Menjaga Kontinuitas Perusahaan. Masih dalam ruang lingkup perusahaan, walaupun saat ini ada banyak orang yang membangun perusahaan, namun tidak semuanya mampu mempertahankan eksistensi perusahaannya. Hal ini menjadi alasan semua perusahaan untuk bisa berusaha keras dalam mendapatkan keuntungan secara kontinu, sehingga seluruh kegiatan operasional perusahaannya bisa terus bergerak. Contoh sederhananya adalah seorang pengusaha yang menjalin kerja sama dengan banyak pihak yang menawarkan harga produk yang lebih murah, sehingga kegiatan bisnisnya tetap berjalan walaupun tidak memiliki untung yang terlalu besar.

Prinsip Ekonomi

Setiap orang tentunya ingin mendapatkan keuntungan dalam melakukan tindakan ekonomi. Oleh sebab itu sebagai homo economicus dia selalu berusaha untuk melakukan tindakan ekonomi berdasarkan prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi diartikan bahwa apabila kita ingin keuntungan maka kita harus berupaya dengan pengorbanan (biaya) tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang seoptimal mungkin.

Maksudnya kita menginginkan keuntungan yang tinggi sesuai dengan pengorbanan yang kita keluarkan. Hal ini menunjukkan bahwa kita bukan orang yang serakah yang menginginkan keuntungan tinggi dengan jalan mengeluarkan biaya yang sedikit. Ilmu ekonomi tidak mengajarkan tentang keserakahan. Apabila kita sebagai pengusaha maka jadilah pengusaha yang mengikuti prinsip ekonomi yang benar.

Jadi mudahnya begini, jika sobat ingin mendapatkan suatu barang misalnya es krim, sedangkan harga es krim itu adalah Rp 10.000, maka manfaat yang harus sobat dapatkan harus lebih besar dari Rp 10.000. Manfaat itu bisa bermacam-macam, misalnya karena rasanya yang nikmat atau kemudahan membelinya. Itulah mengapa ada orang yang menjual minuman dingin di dalam stadion waktu pertandingan sepakbola dengan harga yang lebih mahal dari harga normal tetap saja ada yang membelinya.

Ok ya Sob, sampai di sini dulu bahasan kita tentang tindakan ekonomi, motif ekonomi, dan prinsip ekonomi. Semoga ada manfaatnya, salam belajar kapan saja di mana saja (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan