Menanam Cabai Secara Hidroponik

Tips Menanam Cabai Secara Hidroponik Agar Banyak Buahnya

Loading...

Tips Menanam Cabai Secara Hidroponik Agar Banyak Buahnya – Hidroponik merupakan salah satu media untuk menumbuhkan tanaman yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia saat ini. Dengan metode ini kegiatan menanam tidak perlu menggunakan media yang luas, kita juga tidak perlu menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan.

Sebagai pengganti tanah, kita bisa menggunakan moss arang, sekam dan masih banyak lagi. Hasil dari hidroponik juga tak kalah melimpah dengan penanaman model konvensional. Bagi seorang pemula yang ingin belajar cara menanam hidroponik bisa mencoba merawat cabai dan tomat terlebih dahulu karena perawatannya relatif lebih gampang.

Untuk ulasan lebih lengkapnya silakan baca beberapa tips menanam cabai secara hidroponik dan tahapan penanamannya sampai panen di bawah ini:

A. Pemilihan Bibit

Sebelum menanam cabai secara hidroponik alangkah lebih baiknya menentukan jenis cabainya. Ada cabai lokal, import, hibrida ada juga cabai dengan kepedasan rendah sampai tinggi. Cari jenis cabai yang sesuai keinginan.

Bibit cabai yang bagus bisa dilihat dari ukuran buahnya yang besar, cepat berkembang dan tidak mudah mati oleh hama.

B. Teknik Penyemaian

Sebenarnya kita bisa menggunakan berbagai media tanam untuk hidroponik cabai, namun di sini akan dibahas tentang teknik penyemaian cabai dengan Rockwool. Berikut ini adalah caranya:

  • Letakkan Rocwoll pada wadah yang sudah disediakan
  • Potongan Rockwool dengan ukuran 5 x 5 cm
  • Taruh bibit cabai pada lubang-lubang yang telah dibuat
  • Tutup wadah penyemaian cabai dengan plastik hitam
  • Tunggu 2 – 4 hari sampai benih cabai bertumbuh
  • Jangan lupa siraman benih di waktu pagi dan sore.

C. Persiapan Media Tanam

Tips menanam cabai secara hidroponik selanjutnya adalah media tanam, yaitu disarankan untuk perawatan cabai hidroponik adalah dengan pencampuran hydroton, arang sekam, dan sisa-sisa genteng tak terpakai. Media tanam ini akan membantu cabai tumbuh optimal, menguatkan sistem perakaran dan cabai akan terlihat lurus.

Sistem sirkulasi air juga perlu diperhatikan . Siapkan botol minuman bekas lalu dipotong jadi  dua bagian secara horizontal. Kemudian beri campuran cocopeat masukan ke bibir botol, jangan lupa beri air sebanyak 25 % dari ukuran botol.

D. Menanam Bibit

Langkah keempat adalah penanaman bibit. Tunggu benih cabai saat usia 2 – 4 Minggu saat muncul daun sejati. Di usia ini bibit sudah bisa dipindahkan pada media hidroponik. Perlu diperhatikan dalam pemindahannya, bibit bersih dari media semai.

Untuk lebih jelasnya simak uraian mengenai tata cara pemindahan benih cabai ke media hidroponik;

  • Potong Rockwool agar benih terpisah
  • Pindahkan Rockwool pada media hidroponik
  • Beri penyangga berupa hidroton atau pecahan genteng
  • Masukan selang berisi air nutrisi AB mix untuk bagian batang cabai.
  • Carilah tempat yang mempunyai sinar matahari cukup untuk pertumbuhan benih

E. Fase Panen

Masa yang paling ditunggu bagi para penanam cabai adalah panen. Cabai membutuhkan waktu 80 – 90 hari untuk berbuah. Untuk menghasilkan hasil panen yang bagus tentunya harus disertai perawatan yang bagus. Waktu yang disarankan untuk memanen cabai adalah pada sore hari.

Itu tadi bahasan kami tentang tips menanam cabai secara hidroponik. Tahapan menanam tomat tidak jauh berbeda. Kedua tanaman ini termasuk yang paling cocok untuk pemula. Lagian juga selalu dibutuhkan untuk memasak sehari-hari.

Selamat mencoba, semoga berhasil. Salam belajar menyenangkan untuk siapa saja (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan