Klasifikasi Protein Dan Contohnya

Klasifikasi Protein Dan Contohnya

Loading...

Klasifikasi Protein Dan Contohnya – Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks interseluler dan sebagainya protein.

Protein adalahsenyawa organik kompleks berbobot molekul besar yang terdiri dari asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. 

Protein berperan penting dalam pembentukan struktur, fungsi, regulasi sel-sel makhluk hidup dan virus. Protein juga berperan sebagai neurotransmiter dan pembawa oksigen dalam darah. Protein bermanfaat sebagai sumber energi tubuh selain karbohidrat.

Struktur molekul protein merupakan rantai panjang yang tersusun oleh mata rantai asam-asam amino. Dalam molekul protein, asam-asam amino saling dirangkaikan melalui reaksi gugusan karboksil asam amino yang satu dengan gugusan amino dari asam amino yang lain, sehingga terjadi ikatan yang disebut ikatan peptida.

Ikatan pepetida ini merupakan ikatan tingkat primer. Dua molekul asam amino yang saling diikatkan dengan cara demikian disebut ikatan dipeptida. Bila tiga molekul asam amino, disebut tripeptida dan bila lebih banyak lagi disebut polypeptida. Molekul protein adalah suatu polypeptida, di mana sejumlah besar asam-asam aminonya saling dipertautkan dengan ikatan peptida tersebut.

Protein merupakan salah satu bio molekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama semua makhluk hidup. Pada ikan protein menyumbang dari 20% berat total tubuh.  

Protein ibaratnya seperti sebuah mesin, mesin yang menjaga dan menjalankan fungsi tubuh semua makhluk hidup, Tubuh ikan terdiri dari sekitar 100 triliun sel masing-masing sel memiliki fungsi yang spesifik. Setiap sel memiliki ribuan protein berbeda, yang bersama-sama membuat sel dan melakukan tugasnya di dalam tubuh saat proses metabolisme.   

Macam Klasifikasi Protein dan Contohnya

Klasifikasi Protein Berdasarkan Komposisi Kimia    

Berdasarkan komposisi kimianya, klasifikasi protein dibedakan atas protein sederhana dan protein konjugasi. Protein sederhana hanya terdiri atas asam amino, dan tidak ada gugus kimia lain. Contohnya ialah enzim ribonuklease. Protein konjugasi terdiri atas rantai polipeptida yang terikat pada gugus kimia lain. Bagian yang bukan asam amino dari protein konjugasi disebut gugus prostetik. Protein konjugasi digolongkan berdasarkan jenis gugus prostetiknya.

Beberapa klasifikasi protein berdasarkan komposisi kimia dan contohnya di antaranya diberikan pada Tabel berikut ini.

GolonganGugusContoh
LipoproteinLipidLipoprotein darah
GlikoproteinKarbohidratg-Globulin darah
FosfoproteinGugus fosfatKasein susu
HemoproteinHemeHemoglobin
Metal proteinBesi, seng, tembagaAlkoholdehidrogenase

Klasifikasi Protein Berdasarkan Fungsi Biologis

Molekul protein mempunyai tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi, oleh karena itu protein dapat dikelompokkan berdasarkan sifat-sifatnya, salah satu di antaranya berdasarkan fungsi biologisnya, Menurut Purwo Arbianto (1994) berdasarkan fungsi biologi, protein dapat dibedakan atas 7 golongan, yaitu:

  • Enzim

Enzim merupakan jenis protein yang mempunyai sifat sangat beragam dan spesifik. Enzim mempunyai fungsi sebagai katalis untuk reaksi-reaksi biokimia. Hampir seluruh reaksi kimia dari senyawa-senyawa bio molekul dalam sel dikatalis oleh enzim.

  • Protein transport

Protein transport dari plasma darah mengikat dan membawa molekul-molekul spesifik atau ion dari satu organ ke organ yang lain. Hemoglobin dari sel darah merah mengikat oksigen pada saat darah melalui paru-paru dan membawanya kejaringan periferal, di mana oksigen yang dilepaskan untuk proses oksidasi bahan makanan.

Plasma darah mengandung lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. Protein-protein yang ada dalam membran sel juga merupakan protein transport, berfungsi untuk transport glukosa, asam amino dan nutrien-nutrien lain melewati membran sel.

  • Protein bahan makanan

Sebagai protein dalam sel tersimpan dalam bahan makanan, seperti yang ada pada biji-bijian digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Ovalbumin merupakan protein utama dalam putih telur, kasein merupakan protein terbanyak dalam air susu, semua protein-protein ini merupakan protein bahan makanan.

  • Protein kontraktil

Beberapa protein dalam sel dan organisme mempunyai fungsi untuk kontraksi dengan mengubah bentuk atau bergerak. Sebagai contoh protein aktin dan atau myosin merupakan protein serabut yang fungsinya untuk kontraksi otot dan kontraksi dalam sel yang berotot. Contoh lain adalah tubulin, protein yang membentuk mikrotubul. Mikrotubul merupakan komponen penting pada flagella dan silia untuk mengadakan gerakan.

  • Protein struktur

Beberapa protein berfungsi sebagai serabut, kabel, atau pelindung, untuk memberikan kekuatan dan proteksi dari struktur biologi (sel). Komponen utama dari jaringan tendon dan kartilago merupakan protein serat kolagen, yang memiliki kekuatan dan kekenyalan cukup tinggi. Kulit hampir merupakan kolagen murni. Rambut dan kuku mengandung protein yang tak larut dalam air (keratin), di samping itu komponen utama dari sutra dan benang laba-laba merupakan protein fibron.

  • Protein pertahanan

Beberapa protein berfungsi untuk menjaga organisme dari invasi oleh organisme lain atau melindungi dari luka. Immunoglobin atau antibodi merupakan protein khusus yang dibuat oleh jaringan limfosit yang dapat mengenali dan mengendapkan atau  menetralisir invasi bakteri virus atau protein asing dari protein lain. Fibrinogen dan trombin merupakan protein yang bertanggung jawab untuk membekukan darah. Protein-protein lain seperti racun ular, racun bakteri atau racun tanaman berfungsi untuk pertahanan.

  • Protein regulator

Beberapa protein berfungsi untuk mengatur metabolisme sel atau aktivitas fisiologi. Di antaranya adalah hormon, seperti hormon insulin, yang mengatur metabolisme glukosa. Bila sel kekurangan hormon ini akan menderita penyakit diabetes hormon pertumbuhan dan paratiroid hormon berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion Ca2+ dan transpor fosfat. Protein- protein pengatur lainnya disebut protein represor, mengatur bio sintesis enzim.

contoh klasifikasi protein

Klasifikasi Protein Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, klasifikasi protein dan contohnya dikelompokkan sebagai berikut :

Protein bentuk serabut (fibrous)

Protein ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin. Satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat. Elastis terdapat dalam urat, otot, arteri (pembuluh darah) dan jaringan elastis lain. Keratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin merupakan protein utama serat otot. Protein serabut dapat dibagi atas:

  1. α-heliks
  2. triplex helix
  3. β-pleatet  sheet yang parallel dan anti paralel

Protein yang termasuk α-heliks di antara α-keratin yang merupakan protein bulu binatang dan kuku. Pengetahuan mengenai ini banyak digali dengan mempelajari wol. Diketahui bahwa serabut wolter diri dari sejumlah besar rantai polipeptida yang dihubungkan satu sama lain oleh ikatan hidrogen dan ikatan silang melalui jembatan disulfide. Apabila α-keratin terkena panas dan tarikan, bentuk konformasinya akan berubah menjadi β-keratin. Dalam hal ini ikatan hidrogen mengalami perubahan yang memanjang sehingga terjadi β-pleatet  sheet.

Sutera termasuk protein berstruktur anti paralel β-pleatet sheet. Ikatannya yang membuatnya stabil ialah ikatan hidrogen dan tidak memiliki ikatan disulfide karena tidak adanya residu sistein dalam sutera.

Kolagen, yaitu protein yang terdapat pada tulang rawan, tulang dan kulit termasuk protein yang berstruktur triplex helix. Kolagen ini terdiri dari serabut-serabut panjang yang terikat dalam satu ikatan parallel yang tidak larut dalam air dan sangat kuat. Susunan asam aminonya juga sangat istimewa, terdiri dari 25% glisin 25%prolin dan hidroksi prolin.

Karena banyaknya prolin dan glisin ini akan ia tidak membentuk α-heliks. Tiap serabut yang memanjang terdiri dari 3 rantai polipeptida yang bagus dan teratur. Ketiga rantai itu kemudian terbungkus menjadi super heliks yang saling terikat dengan kuatnya melalui ikatan hidrogen.

Protein Globuler

Berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut dalam larutan garam dan encer, mudah berubah di bawah pengaruh suhu, konsentrasi garam dan mudah denaturasi. Albumin terdapat dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin. Globulin terdapat dalam otot, serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan. Histon terdapat dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pankreas. Protamin dihubungkan dengan asam nukleat.

Klasifikasi Protein Berdasarkan Tingkat Degradasi

Berdasarkan kelarutannya (degradasi) dalam zat pelarut tertentu maka kalsifikasi protein dan contohnya dibagi menjadi: albumin, globulin, prolamin, glutelin

  • Albumin

Albumin larut dalam air dan mengendap dalam garam berkonsentrasi tinggi melalui proses yang disebut penggaraman atau salting out. Contoh: albumin telur dan albumin serum.

  • Globulin

Globulin tidak larut dalam air, tidak larut dalam garam encer, juga tidak larut dalam garam pekat dengan kejenuhan 30-50%. Pada temperatur rendah, pengendapan globulin dan albumin dapat dilakukan dengan sangat hati-hati memakai metode salting out. Dengan cara ini protein murni bahkan dapat dikristalkan. Contoh: globulin serum dan globulin telur.

  • Glutelin

Protein ini tidak larut dalam larutan netral, tetapi larut dalam asam dan basa encer. Contoh: protein gandum (glutenin) dan protein padi (orizenin).

  • Gliadin (prolamin)

Gliadin larut dalam 70-89% etanol, tak larut dalam air dan etanol 100%. Contoh: protein gandum (gliadin) dan protein jagung (zein).

  • Histon

Sangat basa dibandingkan dengan protein lain dan cenderung berikatan dengan nukleat di dalam sel. Contoh: histontimus, disebut juga nukleohiston sebab bergandengan dengan histon. Contoh lain protein globin, bersenyawa dengan heme (senyawa asam) membentuk hemoglobin.

  • Protamin

Dibanding dengan protein lain, protamin relatif mempunyai bobot molekul rendah. Protamin larut dalam air dan bersifat basa. Biasanya didapatkan bergandengan dengan asam nukleat. Di dalam sperma ikan, disebut nukleoprotamin. Contoh: salmin.

Demikianlah bahasan kami tentang klasifikasi protein dan contohnya. Semoga bermanfaat (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan