definisi teknologi pembelajaran menurut aect

Definisi Teknologi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Loading...

Definisi Teknologi Pembelajaran Menurut Para Ahli – Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik dalam desain, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi proses, dan sumber belajar. Teknologi pembelajaran awalnya tumbuh dan berkembang dari praktik pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual.

Teknologi pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media, dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan dengan memanfaatkan alat bantu audio-visual. Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

Teknologi pembelajaran sebagai perangkat lunak (sofware technology) yang berbentuk cara-cara yang sistematis dalam memecahkan masalah pembelajaran semakin canggih dan mendapat tempat secara luas dalam dunia pendidikan. Aplikasi praktis teknologi pembelajaran dalam pemecahan masalah belajar mempunyai bentuk kongkret dengan adanya sumber belajar yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar.

Definisi dan Sejarah Perkembangan Teknologi Pembelajaran

Kata teknologi (technology) berasal dari bahasa Yunani techne yang berarti seni, kerajinan, atau keterampilan dan logia yang berarti kata, studi, atau tubuh ilmu pengetahuan. Secara etimologi, teknologi merupakan pengetahuan tentang membuat sesuatu. Technology is the application of knowledge for a practical purpose. Maksudnya, teknologi adalah aplikasi pengetahuan untuk suatu tujuan praktis.

Definisi yang lebih formal diberikan oleh Galbraith dalam Newby dkk. bahwa teknologi adalah “the systematic application of scientific or other organized knowledge to practical tasks”. Maksudnya, teknologi adalah aplikasi sistematis dari pengetahuan ilmiah atau pengetahuan terorganisir lainnya untuk tugas-tugas praktis.

Terdapat tiga aspek utama dari makna teknologi, yaitu:

  • aspek aplikasi pengetahuan. Maksudnya adalah membuat sesuatu yang abstrak menjadi kongkret. Salah satu caranya ialah mematenkan hasil karya seseorang yang dihasilkan melalui pengembangan model. Jika definisi teknologi ini yang digunakan, maka semua upaya untuk mematenkan hasil karya merupakan salah satu bagian kajian teknologi pembelajaran.
  • Aspektujuan praktis merujuk pada berbagai jenis ilmu pengetahuan dan untuk apa pengetahuan itu digunakan. Tujuan praktis harus mengandung arti manfaat etis yang dirasakan masyarakat dari hasil aplikasi pengetahuan tersebut.
  • Aspekdinamika perubahan yang diakibatkan oleh adanya perubahan yang diakibatkan oleh adanya penerapan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, terminologi pembelajaran menurut Winataputra (2007) ialah kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada peserta didik. Adapun menurut Aqib, pembelajaran ialah upaya sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Lalu menurut Trianto, pembelajaran adalah usaha guru untuk mengarahkan siswanya pada proses belajar dan untuk berinteraksi dengan sumber-sumber belajar lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadi perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, berupa kemampuan baru yang berlaku dalam waktu relatif lama dan karena adanya usaha.

Definisi Teknologi Pembelajaran dari Tahun ke Tahun

Definisi teknologi pembelajaran bermula pada teknologi pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikan sangat cepat, sesuai dengan perkembangan pembelajaran, disebabkan tuntutan pemecahan masalah tentang manusia belajar. Implikasinya, definisi teknologi pembelajaran mengalami beberapa kali perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangannya. Beberapa definisi tersebut berpengaruh terhadap perkembangan teknologi pembelajaran, di antaranya:

  1. Definisi teknologi pembelajaran tahun 1963

Definisi formal teknologi pendidikan pertama kali disetujui dan dikembangkan oleh DAVI (Komisi Definisi dan Terminologi pada Departemen Pembelajaran Audio Visual), yang didukung oleh TDP (Proyek Pengembangan Teknologi), dan bekerja sama dengan NEA (Asosiasi Pendidikan Nasional) pada tahun 1963 dipublikasikan sebagai berikut:

“Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktik pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan untuk mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan: (a) studi yang menyangkut kelemahan dan kekuatan yang relatif dan unik baik pesan yang bergambar maupun tidak bergambar, yang mungkin dikerjakan dalam proses belajar untuk tujuan lain; dan (b) penyusunan dan sistematisasi pesan yang disampaikan manusia dan instrumen dalam lingkungan pendidikan. Usaha tersebut meliputi perencanaan, produksi, seleksi, manajemen, dan penggunaan komponen dan keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya merupakan efisiensi penggunaan setiap metode dan media komunikasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan seluruh potensi peserta didik”

Definisi teknologi pembelajaran di atas masih menggunakan istilah komunikasi audio visual, menunjukkan adanya pengaruh sains, rancang bangun, dan gerakan pendidikan audio visual. Makna eksplisit yang dikemukakan para ahli di atas ialah, bahwa pendidikan tidak terlepas dari sebuah rancangan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik dalam upaya pengendalian dan bantuan kepada mereka selama proses belajar.

Definisi ini telah menghasilkan kerangka dasar bagi pengembangan teknologi pembelajaran berikutnya serta dapat mendorong terjadinya peningkatan kualitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. Pada tahun 1965, konvensi DAVI yang ditetapkan di Milwauke, Wisconsin, membahas perubahan nama dalam diskusi formal. Pada tahun 1970, secara resmi diubahlah nama organisasi menjadi Asosiasi Teknologi Komunikasi dan Teknologi bidang Pendidikan (AECT).

  1. Definisi teknologi pembelajaran dari Commission on Instruction Technology (CIT) 1970.

“Teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis…..bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, computer, dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.”

“Teknologi pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan pembelajaran khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.”

Dicantumkannya tujuan pembelajaran khusus merupakan pengakomodasian pemikiran B.F. Skinner (Behaviorisme) dalam teknologi pembelajaran, serta pandangan tentang pentingnya penelitian metode dan teknik pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus tersebut.

  1. Definisi teknologi pembelajaran menurut Kenneth Silber 1970.

“Teknologi pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personal) secara sistematik, dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar”.

Pengembangan yang dimaksud dalam definisi di atas ialah: teknologi pembelajaran dan pengembangan potensi sumber daya manusia.

  1. Definisi teknologi pembelajaran MacKenzie dan Eraut 1971

“Teknologi pendidikan merupakan suatu studi yang sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai”

Definisi ini tidak menyebutkan perangkat lunak maupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses dalam mencapai tujuan pendidikan.

  1. Definisi teknologi pembelajaran AECT 1972

AECT pada tahun 1972 berupaya merevisi defisini yang sudah ada (1963, 1970, 1971), dengan memberikan rumusan berikut:

“Teknologi pendidikan adalah suatu bidang garapan yang berkepentingan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam: identifikasi, pengembangan, pengorganisasian, dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut”.

Definisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagai suatu bidang studi, dan teknologi pendidikan merupakan suatu profesi.

  1. Definisi teknologi pembelajaran AECT 1977

“Teknologi pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia”.

Definisi ini berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai suatu teori, bidang garapan, dan profesi. Definisi sebelumnya, kecuali pada tahun 1963, tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori.

  1. Definisi teknologi pembelajaran AECT 1994

“Instructional technology is the theory and practice of design, development, utilization, management and evaluation of processes and resources for learning.”

Definisi teknologi pembelajaran AECT 1994 di atas memperkuat terma teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang garapan dan profesi yang perlu didukung oleh landasan teori dan praktik. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan teknologi pembelajaran melalui kajian teori dan penelitian. Selain itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.

  1. Definisi teknologi pembelajaran menurut Hackbarth 1996.

Hackbarth mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai konsep multidemensional yang meliputi:

  1. suatu proses sistematis yang melibatkan penerapan pengetahuan dalam upaya mencari solusi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah-masalah belajar dan pembelajaran,
  2. produk seperti buku teks, program audio, program televisi, software komputer, dan lain-lain,
  3. suatu profesi yang terdiri dari berbagai kategori pekerjaan, dan
  4. merupakan bagian spesifik dari pendidikan.

Definisi Hackbart di atas berimplikasi pada dua bidang kajian utama teknologi pendidikan, yaitu: (1) teori belajar dan perilaku manusia lainnya (soft technology), dan (2) teknologi terapan yang diterapkan pada masalah pembelajaran (hard technology). Fokus teknologi pembelajaran bukanlah proses psikologis belajarnya peserta didik, tetapi proses transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik melalui teknologi perangkat lunak dan keras sehingga terjadi perubahan pada diri peserta didik seperti yang diharapkan.

Definisi teknologi pendidikan AECT
  1. Definisi teknologi pembelajaran AECT 2004

“Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources”.

Definisi terbaru teknologi pembelajaran adalah studi dan etika praktik dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Tujuannya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan menyenangkan serta meningkatkan kinerja.

Definisi teknologi pembelajaran dari waktu ke waktu menyiratkan adanya perubahan menuju penyempurnaan. Awalnya teknologi pembelajaran dirumuskan sebagai alat dan berorientasi pada praktik, disempurnakan menjadi sebuah sistem yang lebih luas, memiliki proses dan produk. Akhirnya melalui perjalanan evolusionernya saat ini teknologi pembelajaran telah menjadi sebuah bidang kajian, program studi dan profesi.

Teknologi pembelajaran baik sebagai disiplin ilmu, program studi, maupun profesi terus mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan teknologi pembelajaran yang pesat ini dengan mengambil empat ciri utama, yaitu:

  1. menerapkan pendekatan sistem,
  2. menggunakan sumber belajar seluas mungkin,
  3. bertujuan meningkatkan kualitas belajar manusia, dan
  4. berorientasi pada kegiatan instruksional individual.

Dengan indikator ini teknologi pembelajaran semakin memperhalus dan mempertajam kemampuannya dalam memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Selain itu, merangsang dan memperkuat perkembangan profesi dalam bidang teknologi pembelajaran.

Demikianlah bahasan kami tentang definisi teknologi pembelajaran menurut para ahli. Semoga bermanfaat. Salam belajar menyenangkan, kapan saja dan di mana saja (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan