Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan

PAI SMP Kelas 9 BAB 12 Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Loading...

Modul elektronik belajar dari rumah (BDR) pembelajaran PAI kelas 9 BAB 12 kali ini bertema Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan. Pembelajaran digital ini berisi rangkuman materi dan latihan soal yang bisa dikerjakan secara berulang untuk pengulangan yang tidak membosankan.

Andainya kehidupan terdiri dari orang-orang yang sama, dengan ide-ide yang sama serta pendapat-pendapat yang sama pula, tentu hidup akan menjadi monoton dan membosankan. Untuk itulah Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai bentuk fisik dan karakter yang berbeda-beda.

Wahai anak-anak yang mencintai kedamaian dan keharmonisan, di antara kalian pasti juga ada yang berbeda pendapat, mungkin juga kalian berasal dari suku yang berbeda, dan lain-lain. Namun demikian, berbagai perbedaan tersebut tidak boleh kalian jadikan sebagai alasan untuk bertikai.

Lihatlah kerusuhan antarsuku di Ambon, pertikaian antar agama di Poso (Sulawesi Tengah), perkelahian antar penggemar sepak bola, dan lain-lain. Pertikaian, kerusuhan dan perkelahian tersebut terjadi karena tidak adanya sikap toleransi dan menghargai perbedaan orang lain.

Padahal akar masalah yang menjadi sumber perkelahian tersebut hanyalah sesuatu yang sangat sepele. Namun karena tidak adanya toleransi dan menghargai perbedaan, perkara yang sepele tersebut dibesar-besarkan hingga menimbulkan masalah yang berkelanjutan.

Jika sudah demikian, setanlah yang akan berbahagia. Setan akan menghasut kita agar terus bertikai. Akibatnya, persatuan kita lama-kelamaan akan tergerogoti oleh berbagai pertikaian tersebut dan pada akhirnya nanti umatlah yang akan hancur.

Mari Membaca dan Memahami Q.S. al-Hujurat/49 ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Terjemah:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Ayat ini berisi pesan-pesan mulia terkait dengan keanekaragaman manusia yang Allah Swt. ciptakan dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Bacalah ayat yang mulia ini dengan tartil !

Q.S. al-Hujurat/49 ayat 13 ini mengandung pesan yang luar biasa, yakni kita diajarkan untuk tidak membeda-bedakan orang lain berdasarkan kekayaan, warna kulit, ras, suku bangsa, dan perbedaan fisik lainnya.

Akan tetapi kita diajarkan untuk menjadi orang yang mulia di sisi Allah berdasarkan ketakwaan kita. Kita juga diperintahkan untuk saling mengenal berbagai jenis dan karakter manusia agar mampu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Allah Swt. tidak pernah membeda-bedakan manusia dari bentuk tubuh ataupun harta bendanya, namun Allah Swt. melihat manusia dari amal shaleh dan kebersihan hatinya. Manusia yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah manusia yang paling banyak amal salehnya dan bersih hatinya.

Rasulullah saw. berpesan agar kita senantiasa bertoleransi dan menghargai perbedaan, seperti yang disabdakan dalam hadis berikut ini:

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang dimarfu’kan kepada Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta benda kalian, tetapi Dia hanya memandang kepada amal dan hati kalian.” (H.R. Ibnu Majah)

Sebagai seorang mukmin, hendaknya menghargai perbedaan di antara kaum mukminin, sebab sesama mukmin adalah bersaudara, yang satu sama lain saling menguatkan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw.:

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Antara seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bagaikan satu bangunan, yang saling menguatkan satu sama lainnya.” (H.R. at-Tirmizi)

Untuk menjadi hamba Allah Swt. yang penuh dengan toleransi dan mau menghargai perbedaan tidaklah sulit, hanya perlu berlatih. Latihan yang paling sederhana adalah memulai dari lingkungan sekitar, misalnya dalam keluarga mau menghargai kesukaan anggota keluarga yang lain.

Contoh penerapan sikap penuh dengan toleransi dan mau menghargai perbedaan di sekolah adalah mau menghargai pendapat teman-teman saat berdiskusi kelompok. Jika diri kita sudah terbiasa bertoleransi dan menghargai perbedaan, maka kehidupan akan menjadi lebih tenang dan penuh kedamaian.

Memahami Tajwid tentang Tanda Waqaf

Menurut bahasa waqaf artinya berhenti/menahan. Menurut istilah ilmu tajwid, pengertian waqaf adalah memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan bacaan selanjutnya. Waqaf dibedakan menjadi 5 macam berikut ini.

a. Waqaf Lazim

Waqaf lazim artinya harus berhenti. Ketika kalian membaca al-Qur’an kemudian menemukan waqaf lazim, itu artinya pada tempat yang terdapat tanda waqaf lazim tersebut harus berhenti (waqaf) untuk mengambil nafas, baru kemudian melanjutkan bacaan. Waqaf lazim ini disebut juga dengan waqaf taam (waqaf sempurna).

Tanda waqafnya adalah : م

Perhatikan contoh-contoh potongan ayat berikut yang di dalamnya terdapat waqaf lazim.

Bila kalian menemukan tanda waqaf lazim semacam ini, maka bacaan harus dihentikan sejenak untuk mengambil nafas, baru kemudian dilanjutkan lagi.

b. Waqaf Jaiz

Ketika membaca al-Qur’an dan menemukan tanda waqaf jaiz, maka kalian boleh berhenti (waqaf) atau meneruskan bacaan (washal). Namun, ada yang diutamakan waqaf (berhenti) dan ada yang lebih diutamakan untuk washal (terus). Oleh karena itu, waqaf jaiz ini sendiri dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

1) Jaiz Kafi

Ketika pembaca al-Qur’ān menemukan waqaf Jaiz Kafi maka ia boleh waqaf dan boleh washal (diteruskan), namun lebih diutamakan untuk waqaf (berhenti). Tanda waqafnya adalah قلى

2) Jaiz Tasawi

Ketika pembaca al-Qur’an menemukan waqaf (Jaiz tasawi), maka boleh waqaf (berhenti) maupun washal (diteruskan), keduanya hukumnya sama, tidak ada yang lebih utama. Tanda waqafnya adalah ج

3) Jaiz Hasan

Ketika pembaca al-Qur’an menemukan waqaf Jaiz hasan maka ia boleh membaca waqaf (berhenti) maupun washal (diteruskan), tetapi membaca washal lebih utama. Tanda waqafnya adalah صلى

c. Waqaf Muraqabah / Mu’anaqah

Apabila pembaca al-Qur’an menemukan tanda waqaf muraqabah/mu’anaqah, maka pembaca itu harus berhenti pada salah satu tanda waqafnya.

Tanda waqafnya adalah titik tiga yang terletak pada dua tempat. Contoh:

d. Waqaf Mamnu’

Waqaf mamnu’ maksudnya dilarang berhenti pada tempat yang terdapat tanda waqaf ini. Pada tempat tersebut dilarang berhenti karena masih terdapat keterkaitan makna antara kalimat yang dibaca dengan kalimat berikutnya, sehingga terjadi perubahan makna apabila terputus dalam membacanya. Tanda waqafnya adalah لا

e. Saktah

Apabila pembaca al-Qur’an mendapati tanda waqaf saktah, maka ia harus berhenti sejenak, tetapi jangan mengambil nafas. Tanda waqafnya adalah س atau سكتة

Latihan Soal BAB 12 Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Untuk recalling apa saja yang telah kalian pelajari di atas ada baiknya untuk mencoba menjawab kuis online PAI Kelas 9 BAB 12 berikut ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5c660312dd090a001bb80596/start

Latihan Soal BAB 12 Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Contoh Soal BAB 12 Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan


1. Secara bahasa waqaf berarti . . . .
a. bersuara   c. Berdengung
b. berhenti   d. terus

2. Kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan turun temurun oleh masyarakat, dan di dalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam . . . .
a. harus berhenti  c. boleh berhenti boleh terus
b. dilarang berhenti  d. berhenti sejenak tanpa nafas

3.   ۖ merupakan tanda waqaf . . . .
a. jaiz tasawi   
b. jaiz kafi 

c. Saktah

d. jaiz hasan 

4. Apabila menjumpai tanda waqaf jaiz tasawi maka . . . .
a. boleh berhenti, boleh diteruskan  c. berhenti lebih utama
b. terus lebih utama    d. harus diteruskan

5. Orang yang mulia di hadapan Allah Swt. adalah yang paling . . . .
a. pandai              c. Kaya
b. bertakwa     d. tampan

6. Arti potongan ayat berikut ini:  لِتَعَارَفُوا  adalah . . . .
a. bersuku-suku     c. ketakwaan kepada Allah Swt.
b. agar saling membantu   d. supaya kalian saling mengenal

7. Arti potongan ayat berikut ini:  أَكْرَمَكُمْ   adalah . . . .
a. paling mulia di antara kalian
b. bersuku-suku dan berbangsa-bangsa
c. supaya kalian saling mengenal
d. paling beriman di antara kalian

8. Antara seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bagaikan . . . .
a. satu barisan yang rapi dan saling bekerja sama
b. satu pakaian yang coraknya beragam
c. satu bangunan yang saling menguatkan
d. satu rangkaian tali yang saling menguatkan

9. Sikap yang tepat kepada sesama mukmin adalah . . . .
a. Saling menolong supaya mendapat pujian
b. Saling membantu supaya dianggap anak saleh
c. Saling bekerja sama untuk berbuat jahat
d. Saling menghormati dan menghargai

10. Apabila pembaca Al-Qur’an mendapati tanda waqaf saktah maka . . . .
a. ia harus berhenti
b. ia harus berhenti sejenak, tanpa mengambil nafas
c. Ia boleh berhenti boleh diteruskan
d. Ia harus terus, tidak boleh berhenti

Demikianlah modul BDR PAI Kelas 9 BAB 12 dengan tema Menyuburkan Kebersamaan dengan Toleransi dan Menghargai Perbedaan. Semoga bermanfaat (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan