PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan

PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan

Loading...

Modul Program Pembelajaran Individu PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan ini dilengkapi dengan materi teks, video pembelajaran, dan asesmen berbasis komputer. Silakan gunakan modul online ini sebaik-baiknya.

Berperilakulah jujur kepada siapa pun. Dengan berperilaku jujur, kalian akan memiliki banyak teman dan dipercaya orang lain. Kejujuran akan membimbing seseorang kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing kepada surga.

Pada dasarnya. Setiap orang ingin diperlakukan dengan jujur dan adil. Kedua orang tua akan sangat bangga jika anak-anaknya selalu jujur. Demikian pula bapak ibu guru akan sangat bangga jika murid-muridnya terbiasa jujur. Tentunya kalian juga akan senang jika memiliki teman yang selalu jujur dalam setiap keadaan.

Teman ibarat cermin bagi kita. Kepribadian seseorang bisa dilihat dari teman dekatnya. Jika teman dekatnya orang-orang baik, maka kemungkinan besar dia orang baik. Demikian pula sebaliknya. Inilah pentingnya memilih teman yang memiliki akhlak mulia.

Bila kita jujur, pasti juga akan berbuat adil. Keadilan merupakan modal dasar mencapai kesejahteraan bangsa. Bukankah Pancasila sila kelima berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”?.

Kejujuran dan keadilan merupakan dua sifat mulia yang harus dimiliki setiap mukmin. Keduanya harus ditanamkan dan dibiasakan sejak usia dini.

JUJUR

Setiap orang mendambakan keluarga harmonis dan penuh ketenangan. Kehidupan keluarga akan harmonis jika masing-masing anggota keluarga saling menghargai dan berperilaku jujur. Untuk menumbuhkan kepercayaan orang lain kepada diri kita maka dibutuhkan perilaku jujur.

Kejujuran dalam keluarga adalah fondasi awal bagi kelangsungan kehidupan di masyarakat. Masing-masing anggota keluarga berperilaku jujur satu sama lain, dalam arti berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Orang tua berkata jujur kepada anak-anaknya. Demikian pula anak berkata jujur kepada orang tua.

Anggota keluarga, baik itu ayah, ibu, adik maupun kakak memiliki hak dan tanggung jawab masing-masing. Mereka butuh kerja sama dan kekompakan dari masing-masing anggota keluarga. Kerja sama dan kekompakan ini dapat terwujud jika masing-masing berperilaku jujur.

Sebagai anak yang saleh tentu kalian menginginkan kehidupan keluarga yang harmonis. Oleh karena itu biasakanlah berperilaku jujur mulai dari rumah.

Berperilaku jujur di sekolah sama pentingnya dengan berperilaku jujur di rumah. Seorang peserta didik hendaknya jujur kepada bapak ibu guru, karyawan dan teman di sekolah. Kejujuran peserta didik pada saat mengerjakan ulangan dan lain-lain.

Kejujuran harus diutamakan dalam setiap pergaulan, baik di rumah, sekolah maupun masyarakat. Kerugian akibat ketidakjujuran akan dirasakan oleh diri sendiri dan orang lain. Seseorang yang tidak jujur akan sulit mendapat kepercayaan dari orang lain.

Sementara orang lain yang pernah dibohongi akan merasa kecewa dan sakit hati. Kepercayaan tidak bisa dibeli dengan uang. Kepercayaan akan muncul jika seseorang jujur.

Adil

Adil artinya adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa. Untuk menumbuhkan kepercayaan orang lain kepada diri kita maka dibutuhkan perilaku jujur dan adil.

Ajaran Islam menjunjung tinggi azas keadilan. Hal ini bisa dipahami karena Islam membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Oleh karena itu setiap muslim wajib menegakkan keadilan dalam posisi apa pun.

Apalagi seorang muslim yang menjadi polisi, jaksa, hakim atau aparat hukum lainnya harus menegakkan keadilan tanpa memandang suku, agama, status sosial, pangkat maupun jabatan. Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin akan terwujud apabila setiap muslim menegakkan keadilan.

Dalam sebuah hadits riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan ‘Arrahman. Yaitu, orang-orang yang adil dalam menghukumi mereka, adil dalam keluarga mereka dan dalam mengerjakan tugas mereka.”

Allah Swt. menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi pendorong untuk bertindak tidak adil. Ini menjadi bukti bahwa Islam menjunjung tinggi keadilan. Rasa benci kepada seseorang atau suatu golongan menjadi pintu masuk setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam lubang kehancuran.

Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil

Q.S. Al-Maidah (5) ayat 8

Q.S. Al-Maidah (5) ayat 8

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah Swt., menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt., sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)

Ayat di atas menegaskan bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt. semata, bukan karena kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau duniawi harus dikesampingkan dalam menegakkan keadilan. Bahkan jika kita bersaksi untuk kepentingan kerabat dekat, maka kita pun harus bersaksi dengan mengatakan yang sebenarnya, meskipun kesaksian itu merugikannya.

Demikian juga jika kita bersaksi untuk musuh, maka kita pun harus bersaksi dengan mengatakan yang sebenarnya, meskipun menguntungkannya.

Bagaimana jika kebenaran itu dari orang kafir? Kita harus tetap berlaku adil dan menerima kebenaran meskipun muncul dari orang kafir. Bahkan jika kita menolak kebenaran dari yang kafir dikategorikan sebagai kezaliman. Jadi, keadilan itu berlaku untuk semua, baik kawan maupun lawan.

Kalau kebenaran yang datangnya dari orang kafir saja kita harus tetap menerimanya, maka kebenaran yang datangnya dari sesama muslim sudah jelas harus kita terima. Oleh karena itu menjadi sangat aneh kalau antara sesama muslim saja saling bertikai hanya karena masing-masing merasa bahwa pendapatnya yang paling benar.

Berlaku adil dalam ayat di atas bermakna berusaha untuk adil dan menegakkan keadilan. Jadi setiap usaha untuk menegakkan keadilan dan perilaku menegakkan keadilan akan mendekatkan kepada ketakwaan. Semakin sempurna keadilan, maka semakin sempurna pula ketakwaan.

Rasulullah Saw dalam sebuah hadits bersabda :

“Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga”(HR Tirmidzi)

Hadits di atas menegaskan bahwa kejujuran akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan akan membawa pelakunya ke surga. Seseorang yang jujur akan hidup dengan tenang. Ia menjalani kehidupan dengan penuh optimis dan semangat. Berbeda jika seseorang pernah berdusta, tentu akan diselimuti rasa bersalah dan gelisah. Dusta yang pernah dilakukan akan ditutupi dengan dusta-dusta yang lain.

Orang yang jujur juga akan mendapat kepercayaan dari orang lain. Kepercayaan tidak bisa dibeli dengan uang. Kepercayaan muncul karena seseorang memang layak mendapatkannya.

Kejujuran dan keadilan merupakan dua perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Rakyat jelata merindukan pemimpin yang adil. Seorang tersangka merindukan keadilan seorang hakim. Seorang atlet menginginkan wasit yang adil dalam pertandingan olah raga. Demikianlah keadilan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

Cara Menerapkan Perilaku Jujur dan Adil

Perilaku jujur dan adil ini harus dilatih dan dibiasakan sejak usia dini. Sebab pada usia dini, seorang anak akan sangat mudah dididik dan dilatih. Orang tua berperan penting dalam mendidik anak-anaknya untuk jujur dan adil. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menerapkan kejujuran dan menegakkan keadilan. Kejujuran dan keadilan seorang guru juga akan dicontoh oleh murid-muridnya.

Menerapkan Perilaku Jujur

Perilaku jujur dapat kita terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Untuk memahami cara menerapkan perilaku jujur perhatikan contoh perilaku jujur berikut ini:

  1. Di rumah, kita melaksanakan tugas yang diberikan orang tua dengan sebaiknya-baiknya. Memberitakan sesuatu hal baik ke orang tua ataupun ke dalam lingkungan masyarakat.
  2. Di sekolah, mengerjakan tugas yang diberikan bapak-ibu guru dengan penuh tanggung jawab. Tidak menyontek saat ulangan, melaksanakan piket sesuai jadwal, menaati tata tertib sekolah, bertutur kata yang benar kepada bapak-ibu guru, karyawan, dan teman. Jika bersalah harus mengakui kesalahannya
  3. Di masyarakat, kita dapat berperilaku jujur dalam rangka membangun masyarakat yang tenang, harmonis dan saling menghormati.

Kejujuran peserta didik pada saat mengerjakan ulangan akan sangat membantu bapak ibu guru karena akan memudahkan dalam pemberian nilai yang adil dan sebenarnya.

Menerapkan Perilaku Adil

Perilaku adil juga dapat kita terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Untuk memahami cara menerapkan perilaku adil perhatikan contoh perilaku adil berikut ini:

  1. Di rumah, misalnya setiap awal bulan ayah memberikan uang saku kepada ketiga anaknya, Ayah memberikan uang saku secara adil berdasarkan tingkat kebutuhan anak-anaknya. Sebagai kakak, kalian harus adil kepada adik-adik kalian.
  2. Di sekolah, menghormati dan menghargai tugas ketua dan semua pengurus kelas. Kalian harus memperlakukan mereka dengan adil sesuai posisinya masing-masing di kepengurusan kelas. Bukan justru sebaliknya, meremehkan dan merendahkan mereka sebagai “pesuruh” kelas.
  3. Di masyarakat, berlaku adil kepada tetangga dan warga dalam satu RT, RW ataupun kelurahan. Memperlakukan tetangga dengan baik, tidak merusak nama baiknya dengan menyebarkan cerita-cerita negatif. Tidak mengganggu tetangga dengan suara musik yang terlalu keras dari dalam rumah kita. Dengan memberikan hak kepada tetangga berarti kita telah berperilaku adil kepada tetangga.

Video Pembelajaran PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan

Berikut ini adalah video pembelajaran PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan. Silakan simak baik-baik ya….

Soal Asesmen PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan

Setelah belajar, jangan lupa asesmen hasil belajar mandirimu menggunakan latihan soal berikut ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5d5bab7a91fc33001a360362/start

Soal Asesmen PAI Kelas 8 BAB 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan

Halaman Selanjutnya …….. (Soal Asesmen PAI Kelas 8 BAB 3)

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

One comment

Tinggalkan Balasan