Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Loading...

Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9) terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Melalui proses ini akan terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur.

Proses fertilisasi ini akan menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan berkembang menjadi embrio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio akan berkembang menjadi individu baru.

Proses fertilisasi dapat terjadi melalui dua cara, yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal. Fertilisasi internal terjadi apabila proses peleburan antara inti sel telur dan inti sel sperma terjadi di dalam tubuh induk betina. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi secara internal antara lain: sapi, ayam, kura-kura, dan buaya.

Fertilisasi eksternal terjadi apabila proses peleburan antara sel telur dan sel sperma terjadi di luar tubuh induk betina. Fertilisasi dengan cara ini biasanya terjadi pada hewan yang hidupnya di lingkungan perairan, misalnya ikan.

Agar lebih mengetahui cara perkembangbiakan hewan di sekitarmu, ayo kita lanjutkan belajar tentang Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9) ini.

Tabel Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Melahirkan (Vivipar)Bertelur (Ovipar)Bertelur & Melahirkan (Ovovivipar)
BabiCecakKadal
AnoaBintang LautHiu
BadakCenderawasihIkan Pari
PausElangUlar

Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya, hewan yang berkembang biak secara seksual dibagi menjadi tiga jenis, yaitu hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.

Hewan Vivipar

Kucing, gajah, badak, kerbau, anoa, babi, banteng, paus, dan kambing adalah beberapa hewan yang tergolong hewan vivipar. Hewan vivipar disebut juga hewan melahirkan.

Hewan ini memiliki embrio yang berkembang di dalam rahim induk betinanya dan akan dilahirkan pada saat umurnya sudah mencukupi. Embrio akan memperoleh nutrisi dari induk melalui perantara plasenta.

Hewan yang baru dilahirkan memerlukan nutrisi. Sayangnya karena pencernaan bayi hewan belum kuat, maka diperlukan makanan yang mudah dicerna.

Apa saja makanan yang mudah dicerna oleh bayi hewan? Pada hewan mamalia, induk hewan tidak perlu mencari makanan tambahan untuk anaknya. Tuhan Yang Maha Kuasa melengkapi tubuh mamalia dengan kelenjar mammae yang dapat menghasilkan susu.

Susu mengandung laktosa yang dapat dicerna oleh perut bayi hewan dengan mudah untuk menghasilkan nutrisi dan energi yang diperlukan.

Hewan Ovipar

Contoh hewan ovipar antara lain cecak, katak, ikan mujair, ayam, burung elang, dan itik. Hewan ovipar disebut juga dengan hewan bertelur. Hewan ini embrionya berkembang di dalam telur. Telur hewan ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina.

Hewan tertentu, misalnya penyu, ikan mujair, dan katak, menghasilkan puluhan hingga ratusan telur setiap kali bertelur. Tidak semua telur yang dihasilkan oleh ikan mujair dan katak yang telah mengalami pembuahan dapat menetas menjadi individu baru.

Tidak semua telur penyu yang menetas dapat bertahan hidup sampai dewasa, karena adanya predator, ombak, dan arus laut yang mengancam kehidupan penyu yang baru saja menetas. Meskipun dapat dihasilkan puluhan bahkan ratusan individu baru dalam sekali perkembangbiakan, kita juga tetap harus menjaga kelestarian ikan, katak, dan terutama penyu agar tetap lestari.

Bagian-bagian dari Telur

Dari manakah embrio yang ada di dalam telur mendapatkan makanan? Telur yang kamu jumpai sehari-hari terdiri atas kuning telur (yolk), membran vitelin, putih telur (albumen), kalaza, embrio, ruang udara, cangkang telur, dan membran cangkang telur. Perhatikan Gambar berikut ini.

Bagian-bagian dari Telur

Pada telur telah terdapat embrio yang berada pada tahap awal perkembangan. Embrio dijaga agar tetap berada di bagian atas kuning telur oleh ‘tali’ yang berada di bagian samping kuning telur yaitu kalaza. Kalaza berfungsi menjaga agar kuning telur tetap berada di tempatnya.

Kuning telur mengandung protein, lemak, ion fosfor, zat besi, pigmen karoten, dan air. Kuning telur dan putih telur merupakan cadangan makanan bagi embrio yang sedang tumbuh.

Putih telur tersusun atas protein albumin, air, beberapa ion, dan beberapa mineral. Putih telur juga berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan. Ruang udara menyediakan keperluan oksigen untuk embrio.

Bagian paling luar dari telur adalah cangkang yang merupakan pelindung telur dari kerusakan baik dari goncangan maupun perlindungan dari kuman penyakit. Pada cangkang telur terdapat pori yang memungkinkan pertukaran gas-gas pernapasan.

Telur dapat menetas jika dierami. Ayam, itik, dan burung merpati mengerami telur di bagian bawah tubuhnya di atas sarang. Penyu memiliki cara unik untuk mengerami telurnya, yaitu dengan meletakkan telurnya di dalam tanah daerah pantai.

Apa fungsi pengeraman pada telur?

Embrio pada telur dapat berkembang dengan baik jika berada pada suhu dan kelembapan tertentu. Jika suhu kurang atau lebih rendah dari yang diperlukan oleh telur maka embrio akan berhenti berkembang.

Sebaliknya, jika suhu untuk pengeraman terlalu tinggi dapat mengakibatkan kematian embrio atau ketidaknormalan perkembangan embrio.

Tiap telur memerlukan suhu yang berbeda untuk dapat berkembang dan menetas menjadi individu baru. Embrio telur ayam dapat berkembang dengan baik pada suhu 38,33ºC-40,55ºC, itik 37,78ºC-39,45ºC, puyuh 39,5ºC, dan walet 32,22ºC-35ºC.

Hewan Ovovivipar

Hewan ovovivipar disebut juga hewan bertelur dan melahirkan. Embrio hewan yang tergolong ovovivipar sebenarnya berkembang di dalam telur, tetapi embrio tidak dikeluarkan dalam bentuk telur seperti pada hewan ovipar.

Telur tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah umur embrio cukup untuk dilahirkan, telur akan menetas di dalam tubuh induk dan kemudian anaknya dilahirkan. Contoh hewan ovovivipar antara lain kadal dan sebagian jenis ular.

Hewan Hermaprodit

Cacing merupakan hewan hermaprodit artinya dalam satu tubuh cacing terdapat dua alat kelamin yaitu jantan dan betina. Meskipun memiliki dua alat kelamin sekaligus, cacing tidak dapat melakukan perkembangbiakan secara seksual sendiri. Pada perkembangbiakan seksual cacing tetap memerlukan cacing yang lain.

Mengapa cacing tetap memerlukan cacing yang lain? Cacing tetap memerlukan cacing lain agar terjadi pertukaran sperma yang digunakan untuk membuahi telur.

Video Pembelajaran Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Silakan simak Video Pembelajaran Perkembangbiakan Seksual pada Hewan berikut ini untuk melengkapi pembelajaran kamu.

Contoh Soal Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Setelah belajar, jangan lupa untuk mengerjakan latihan soal berikut ini, untuk melakukan pengulangan atau asesmen mandiri.

https://quizizz.com/join/quiz/5f5f054c4a8670001b3e75ee/start

Contoh Soal Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9)

Demikianlah bahan ajar online materi Perkembangbiakan Seksual pada Hewan (IPA Kelas 9) yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat belajar dengan cara yang menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan