Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7)

Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7)

Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7) – Manusia dikenal sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) kerena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia mempunyai banyak kebutuhan, baik dilihat dari ragam maupun jumlahnya.

Akan tetapi manusia tidak mampu melakukan aktivitasnya sendiri dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu manusia harus melakukan interaksi dengan orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok. Setiap masyarakat mempunyai kebutuhan yang apabila dikelompokkan, terhimpun menjadi lembaga-lembaga sosial. Perilaku masyarakat tersebut dapat dilihat dalam kelembagaan sosial.

Pengertian dan bagaimana terbentuknya Lembaga Sosial

Dalam pengertian sosiologis, lembaga dapat digambarkan sebagai suatu organ yang berfungsi dalam kehidupan masyarakat. Lembaga sosial adalah keseluruhan dari sistem norma yang terbentuk berdasarkan tujuan dan fungsi tertentu dalam masyarakat. Dapat juga dikatakan bahwa lembaga sosial adalah himpunan norma-norma yang berhubungan dengan kebutuhan pokok dalam masyarakat.

Terbentuknya lembaga sosial berawal dari kebutuhan masyarakat akan keteraturan kehidupan bersama. Lembaga sosial terbentuk dari norma – norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat.

Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu sebagai makhluk sosial, tidak mampu untuk hidup sendiri, mereka saling membutuhkan, sehingga timbul aturan – aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Pada dasarnya manusia tidak mampu hidup sendiri.

Dalam mewujudkan suatu tujuan manusia selalu membutuhkan orang lain, manusia membutuhkan komunikasi dengan manusia lain. Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial. Manusia memiliki naluri dasar untuk selalu berinteraksi, dan untuk memenuhi kebutuhan dasar maka diperlukan norma yang fungsinya mengatur manusia sehari-hari.

Pengertian dan terbentuknya Norma

Supaya hubungan antar manusia di dalam suatu masyarakat bisa terjalin sebagaimana yang diharapkan, maka dirumuskanlah norma-norma masyarakat. Apakah yang dimaksud dengan norma ?

Norma adalah aturan atau kaidah yang menjadi pedoman tingkah laku. Norma memberi tahu kalau perilaku kita itu benar atau salah.

Pada awalnya norma-norma tersebut terbentuk secara tidak sengaja berdasarkan kebutuhan manusia. Namun lama-kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.

Sistem norma atau aturan-aturan yang dapat kategorikan sebagai lembaga sosial harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Sebagian besar anggota masyarakat menerima norma tersebut.
  2. Norma tersebut menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial.
  3. Norma tersebut mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat.

Agar hubungan antara manusia di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Terdapat norma yang kekuatan mengikatnya lemah, namun ada juga yang kuat mengikatnya.

Di dalam masyarakat dikenal ada empat tingkatan norma yaitu sebagai berikut:

  1. Cara (Usage). Cara lebih terlihat pada perbuatan individu dalam masyarakat. Penyimpangan dalam norma cara ini tidak akan mendapatkan hukuman berat akan tetapi hanya sekedar celaan. Contoh tindakan yang melanggar norma ini antara lain, cara seseorang membuang sampah, jika ada seorang membuang sampah sembarangan cenderung mendapat celaan karena melakukan tindakan yang tidak sesuai pada tempatnya.
  2. Kebiasaan (Folksway). Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Contohnya kebiasaan memberi hormat kepada yang lebih tua usianya, mendahulukan orang yang sudah lanjut usia ketika sedang antre, dan sebagainya. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial berupa teguran atas penyimpangan terhadap kebiasaan tersebut.
  3. Tata Kelakuan (Mores). Kebiasaan itu kemudian diterima sebagai patokan atau norma pengatur kelakuan bertindak, maka di dalamnya sudah terdapat unsur pengawasan dan jika terjadi penyimpangan, pelakunya akan dikenakan sanksi. Contoh: Jika seorang peserta didik melanggar tata tertib sekolah akan mendapatkan sanksi atas perbuatannya sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
  4. Adat Istiadat (Customs). Tata kelakuan yang semakin kuat mencerminkan kekuatan pola kelakuan masyarakat yang mengikat para anggotanya. Bagi anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat, maka ia akan mendapat sanksi sesuai dengan adat masing-masing. Norma-norma tersebut mempunyai dasar yang sama, yaitu memberikan petunjuk bagi tingkah laku seseorang yang hidup di dalam masyarakat.

Lembaga sosial umumnya lahir berdasarkan nilai dan norma dalam masyarakat, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang disebut norma sosial yang membatasi perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma.

Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Lembaga sosial terbentuk dari nilai, norma, adat istiadat, tata kelakuan, dan unsur budaya lainnya yang hidup di masyarakat.

Video Pembelajaran Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7)

Berikut ini adalah video pembelajaran Pengertian, Syarat dan Ciri Lembaga Sosial materi IPS Kelas 7

Latihan Soal Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7)

Kerjakan latih soal evaluasi pembelajaran materi lembaga sosial berrikut ini.

https://quizizz.com/join/quiz/5da9b3cafbc78f001a53fa84/start

Latihan Soal Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial (IPS Kelas 7)

Demikianlah rangkuman materi Pengertian dan Terbentuknya Lembaga Sosial untuk pembelajaran IPS Kelas 7. Semoga bermanfaat dan selamat belajar (maglearning.id).

Loading...

6 comments

Tinggalkan Balasan