ilustrasi Obligasi ORI

Obligasi ORI : Pengertian dan Penjelasan !  

Loading...

Obligasi ORI : Pengertian dan Penjelasan ! Obligasi atau disebut juga bond dalam bahasa finansial, adalah surat pernyataan hutang yang dijual kepada masyarakat. Sebagai balasan pinjaman uang, orang yang meminjamkan uang akan mendapat secarik kertas yang menyebutkan nilai yang dipinjam, tingkat bunga yang disepakati, periode pembayaran bunga, dan kesepakatan lainnya. Biasanya Obligasi dijual dengan pecahan Rp. 1,000,000,000.- .

Seperti saham, kini obligasi juga sudah tidak lagi menggunakan sistem warkat, artinya pemilik obligasi tidak lagi menerima secarik kertas obligasi tetapi cukup hanya dengan memiliki account saja. Obligasi adalah bukti hutang dari suatu perusahaan yang dapat diterbitkan dalam bentuk sertifikat atau dalam bentuk scriptless (tanpa sertifikat), namun nama pemegangnya tercatat pada Lembaga Kliring Efek.

Definisi dan Pengertian Obligasi

Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit.

Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintah Amerika yang disebut “U.S. Treasury securities” diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut “surat utang” dan utang di bawah 1 tahun disebut “Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang di bawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Pengertian obligasi secara ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuritas/efek. “Penerbit” obligasi adalah merupakan si peminjam atau debitur, sedangkan “pemegang” obligasi adalah merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan “kupon” obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.

Pada beberapa negara, istilah “obligasi” dan “surat utang” dipergunakan tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah “surat utang” digunakan bagi penerbitan surat utang dalam skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada sejumlah kecil investor. Tidak ada pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah “surat perbendaharaan” yang digunakan bagi sekuritas berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang.

Obligasi memiliki risiko yang tertinggi dibandingkan dengan “surat utang” yang memiliki risiko menengah dan “surat perbendaharaan” yang memiliki risiko terendah yang mana dilihat dari sisi “durasi” surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki risiko makin rendah. Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahaan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi.

Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangka waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya (terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.

Keuntungan Investasi Obligasi

Keuntungan dalam berinvestasi Obligasi :

  • Return (imbal hasil) yang tinggi, dibandingkan tabungan maupun instrumen hutang jangka pendek dan deposito.
  • Dapat diperjual belikan dan dapat meningkatkan nilai capital gain-nya.
  • Mendapat kepastian imbal balik (return) untuk jangka waktu yang panjang.

Apa itu Obligasi ORI ?

ORI adalah singkatan dari Obligasi Ritel Indonesia. Investasi merupakan sebuah upaya menempatkan sejumlah dana pada instrumen tertentu agar dana tersebut aman dan jumlahnya terus bertambah. Dalam konteks ORI (Obligasi Ritel Indonesia) sebagai sebuah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah (dijamin pemerintah) tentunya tingkat keamanan sangat tinggi.

Boleh jadi investor di pasar perdana berebut untuk membeli instrumen yang zero risk tersebut. Apalagi ORI memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan deposito. Apabila bunga deposito dibayarkan tiap bulan, begitu pun kupon ORI juga dibayarkan setiap bulannya. Yang lebih menarik lagi bunga deposito tiap bulan belum tentu sebesar kupon bunga yang ditawarkan ORI. Dengan instrumen investasi yang rendah risiko, permintaan di pasar perdana (ketika pertama kali ditawarkan) cukup tinggi. Bahkan sejumlah agen penjual terpaksa meminta tambahan kuota dari pemerintah tiap kali ada lelang surat utang negara dan ritel ini.

Sebelum membahas secara rinci tentang Obligasi Negara Ritel (ORI) , kita akan membahas Obligasi Negara pada umumnya. Obligasi Negara pada dasarnya merupakan Surat Berharga Pemerintah yang bersifat utang dengan jangka waktu berkisar diatas satu tahun sampai 20 tahun. Saat ini Obligasi Negara yang pernah diterbitkan ada 4 macam yaitu :

  1. Obligasi Negara dengan kupon tetap/fixed rate (FR).
  2. Obligasi Negara dengan kupon mengambang/variable rate (VR)
  3. Obligasi Negara dengan zero kupon (kupon 0%).
  4. Obligasi Negararitel (ORI) dengan kupon tetap/fixed rate (FR).

Obligasi Negara ritel (ORI) sesungguhnya termasuk obligasi negara dengan kupon fixed rate (bunga tetap).

ORI merupakan singkatan dari Obligasi Ritel Indonesia atau OBLIGASI NEGARA RITEL, maksudnya adalah jenis obligasi negara yang diperjualbelikan secara ritel atau eceran dengan pecahan yang relatif kecil. Ritel atau eceran sebagaimana pengertian perdagangan barang dapat dijual dalam bentuk pecahan kecil dan dapat dilakukan di toko-toko besar atau kecil sekalipun.

Untuk obligasi ORI tersebut prinsipnya sama dengan itu hanya saja tempat perdagangannya bukan di pasar akan tetapi pada Bank atau Perusahaan Sekuritas yang ditunjuk oleh Pemerintah. Ritel mengandung maksud juga bahwa penjualan dan pembelian dalam skala kecil dan relatif dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Pengertian kecil untuk ukuran obligasi ini adalah Rp 5.000.000,- ( lima juta rupiah) dengan kelipatan di atasnya misalnya Rp 10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah ) dan seterusnya dengan pecahan terbesar adalah Rp.3.000.000.000,- ( tiga milyar rupiah).

Tujuan Penerbitan ORI adalah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis investor.

Perbedaan Obligasi ORI dengan SUN (Surat Utang Negara)

Surat Utang Negara adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berjangka waktu lebih dari 1 tahun, umumnya sekitar 5 – 30 tahun. Ada juga surat utang yang jangka waktunya di bawah 1 tahun, namanya Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

SUN terbagi menjadi 2 yaitu

  1. SUN FR (Fixed Rate) yaitu SUN yang memberikan kupon tetap dan pembayaran kupon tersebut tiap 6 bulan sekali. Jadi kalo bro beli SUN FR maka akan menerima kupon yang sama terus tiap 6 bulan sekali ampe jatuh tempo. Kentungannya adalah pada saat suku bunga (BI rate) cenderung turun karena pada saat suku bunga turun maka kupon SUN FR yg diterima tetap/tidak berubah. ORI termasuk dalam kategori SUN FR tetapi bedanya adalah kupon yang diberikan tiap bulan.
  2. SUN VR (Variable Rate) yaitu SUN yang memberikan kupon variabel ato berubah mengikuti perubahan suku bunga. Umumnya benchmark pada SUN VR adalah SBI 3 bulan sehingga pembayaran kupon juga tiap 3 bulan sekali. Keuntungannya adalah pada saat suku bunga (BI rate) cenderung naik karena pada saat suku bunga naik maka kupon SUN VR juga naik.

Umumnya pembelian SUN FR/VR dalam nominal besar. Pada interbank market biasanya minimum Rp 5 Milyar, ada beberapa bank yang mengemas produk SUN FR/VR sehingga bisa dibeli nasabah dengan kisaran Rp. 250 juta.

SUN/Government Bond adalah alternatif investasi, tetapi karena nominal pembelian yang cukup besar, maka pemerintah berinisiatif untuk mengeluarkan ORI yang nominal pembeliannya minimum IDR 5 juta dan kupon yang diberikan tiap bulan. Sehinga rakyat Indonesia bisa ikut menikmati berinvestasi di SUN.

Perbedaan antara SUN dan reksadana, yang paling jelas adalah

  1. Pada Reksadana Pendapatan Tetap maka yang diliat oleh investor adalah Net Asset Value (NAV)/unit sedangkan SUN berdasarkan harga/Yield To Maturity(YTM).
  2. Untuk investasi di SUN FR/VR memerlukan nominal yg cukup besar sedangkan RDPT bisa dengan nominal minimum IDR 1 juta an.
  3. Bila kita membeli SUN FR/VR maka kita hrs membuka rekening kustodian (penitipan) atas nama sendiri untuk menyimpan SUN tsb dan ada biaya tiap bulan. Sedangkan pada Reksadana Pendapatan Tetap kita gak perlu repot repot membuka rekening kustodian dan tidak perlu memikirkan biaya kustodian krn semuanya telah diperhitungkan dalam NAV.
  4. Pada SUN FR/VR kita dikenakan pajak 20% pada kupon dan pada saat kita jual (capital gain) sedangkan Reksadana Pendapatan Tetap tidak dikenakan pajak sampai dengan 5 thn.
  5. Di Reksadana Pendapatan Tetap kita tidak perlu mengelola sdr portfolio obligasi krn sdh di urus oleh Manajer Investasi sebaliknya kalo kita membeli SUN FR/VR, hrs kita yang mengelolanya sendiri.

Bagi seorang swing trader, maka yang dilihat adalah perubahan harga SUN FR/VR. Sedangkan kalo seorang investor jangka panjang/ hold to maturity (HTM), maka yang diliat adalah Yield to Maturity. Untuk kecenderungan suku bunga yang turun, maka SUN FR lebih menarik untuk dikoleksi karena harga nya kecenderungan naik terus. Kebalikannya kalo suku bunga cenderung naik, maka SUN VR lebih menarik untuk dikoleksi.

Perkembangan Penerbitan Obligasi ORI
Penerbitan surat berharga pemerintah yang satu diantaranya di sebut ORI ini dimulai pada ORI SERI OO1 pada tahun 2006. Sebelumnya telah diterbit pula surat berharga pemerintah yang disebut obligasi negara dengan SERI FR ( fixed rate) dan VR ( variable rate). Fixed rate mengandung maksud bahwa janji bunga tetap sampai obligasi tersebut jatuh tempo, sedang variable rate mengandung maksud bunga bergerak mengambang sesuai dengan perubahan tingkat bunga pasar yang berlaku. Belakangan diterbitkan lagi obligasi negara dengan zero kupon, yang maksudnya pemerintah tidak membayar bunga secara rutin akan tetapi harga jualnya didiskon dan pelunasannya tetap 100%.Obligasi negara pertama kali diluncurkan pada akhir 2002. Sebenarnya obligasi negara juga pernah ada di tahun 1950 an, dengan tujuan penggunaan pembiayan pembangunan nasional.Mari kembali ke ORI, secara kronoligis penerbitannya adalah sebagai berikut :

  1. OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI001 dijual pada tahun2006 dengan volume Rp 3.28 trilyun tingkat bunga12,05 %.
  2. OBLIGASI NEGARA SERI ORI002, dijual apa tahun 2007 dengn volume Rp.6,23trilyun tingkat bunga 9.28 %
  3. OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI003 dijual pada tahun 2007 dengan volume Rp9,4 trilyun tingkat bunga 9,40%
  4. OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI004 tahap penawaran tanggal 25 Februari sampai dengan 5 Maret 2008 dengan tingkat bunga sekitar 9,50%.

Keuntungan Membeli ORI
Keuntungan yang bakal diraih jika membeli obligasi negara pada umumnya termasuk ORI adalah mendapatkan caital gain dan bunga serta terhindar dari kemungkinan default. Untuk mendapat capital gain jika tingkat bunga pasar lebih rendah dari tingkat bunga (kupon) obligasi negara. Capital gain akan muncul apabila investor menjual obligasinya sebelum jatuh tempo. Mengenai tingkat bunga/kupon akan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito Sebagai contoh ORI 004 yang ditawarkan dengan tingkat bunga 9,5% sementara bunga deposito pada saat itu berkisar 6% s/d 7%. Yang dimaksud default adalah jika Pemerintah mengalami gagal bayar baik atas bunga maupun kupon/bunganya
Keuntungan khusus atas ORI adalah :

  1. dapat dibeli dengan skala kecil dengan minimum Rp. 5 juta,-
  2. Mudah diperjualbelikan melalui agen penjualan yang ditunjuk. Hal ini menunjukkan likuiditas ORI sangat tinggi.
  3. Bunga /imbal hasil dibayarkan setiap bulan

Kerugian Membeli ORI
Kerugian membeli ORI, adalah timbulnya capital lost jika investor menjual pada saat harga menurun. Harga ORI akan menurun apabila tingkat bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia dan bunga deposito bergerak naik. Apabila obligasi tidak dijual pada saat bunga naik , yang berarti harga jual lebih rendah dari harga beli investor tidak mengalami kerugian .Sekiranya investor memutuskan untuk tidak menjual dan tetap menyimpan sampai jatuh tempo , maka akan dapat pelunasan 100% dari pokok. Hal ini investor tidak mengalami kerugian.
Memang dapat dipahami, bagi investor yang aktif kesempatan untuk mendapat hasil investasi yang optimal akan tidak tercapai, sebaliknya bagi investor yang pasif hal semacam tersebut tidak akan menjadi masalah.

Pembelian Dan Penjualan Obligasi ORI
Pada dasarnya pembelian dan penjualan ORI dapat dilakukan melalui agen yang ditunjuk yaitu :

  1. Agen penjualan melalui perbankan: Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BCA, Bank Niaga, Bank Mega dan lain-lain.
  2. Agen penjualan melalui perusahaan sekuritas seperti Danareksa Sekuritas.


Dari agen tersebut akan mendistribusikan penjualannya melalui cabang-cabang yang dimiliki yang tersebar di wilayah Indonesia. Dengan penyebaran cabang agen penjualan seperti tersebut maka semestinya tidak mengalami kesulitan untuk membeli di pasar perdana. Sekiranya berminat maka sebaiknya dihubungi cabang terdekat untuk mencari informasi awal tata cara pembeliannya.

Perbedaan Saham, Reksadana, Deposito dan ORI

Berikut adalah tabel perbandingan antara saham, reksa dana, deposito dan ORI:

Jenis perbedaanSahamDepositoReksa dana TerproteksiORI
Jatuh TempoTidakAdaAdaAda
Kupon/BungaTidakAda, berubah setiap saat.TidakAda, tetap , > deposito.
DividenAdaTidakTidakTidak
Potensi Capital GainAdaTidakAdaAda
Jaminan PemerintahTidakAda (terbatas dan bersyarat)TidakAda (tanpa batas dan syarat)
Perdagangan di Pasar SekunderDapatTidakTidakDapat

Obligasi ORI diterbitkan dengan nominal per unit Rp 1 juta. Pemesanan pembelian ORI minimal 5 unit atau Rp 5 juta. Sedangkan pemesanan maksimal ORI adalah 3 ribu unit atau sekitar Rp 3 miliar. Investor bisa menghubungi agen-agen penjual yang terdiri dari perusahaan efek dan perbankan.

Keuntungan yang bisa didapat dari investasi pada ORI ini adalah pertama bunga atraktif yakni di atas bunga deposito dan suku bunga Bank Indonesia. Kedua, hasil pasti per bulannya dari bunga per tahun dibagi 12 per bulannya. Ketiga, tidak mungkin gagal bayar karena dijamin dua UU, yakni UU Surat Utang Negara dan UU APBN. Keempat, likuid, kapan pun bisa dijual.

Sebelum memutuskan membeli ORI, ada baiknya Anda memahami kiat-kiat dalam berinvestasi di ORI. Ia mengatakan, bagi pemegang ORI tidak perlu panik dan tetap memegang ORI sampai jatuh tempo jika ternyata terjadi gejolak ekonomi. Sebab, para investor akan tetap mendapatkan bunga atau dikenal dengan istilah kupon setiap bulannya sampai jatuh tempo dan tetap akan mendapatkan pengembalian modal 100 persen. Sementara jika pemegang ORI ingin menjual sebelum jatuh tempo maka sebaiknya menjualnya di saat harga pasar (harga jual) lebih tinggi dari harga pembelian.

Pada agen penjualan ORI tersebut, mintalah formulir pemesanan dan menyerahkan dana yang ingin diinvestasikan. Jika Anda membeli di agen perbankan atau Perusahaan Efek, Anda akan diminta membuka rekening untuk penyetoran modal dan transfer bunga setiap bulannya. Dokumen yang diperlukan saat pemesanan ORI adalah fotokopi KTP dan bukti setor. Menilik latar belakang penjualan ORI oleh pemerintah RI kepada masyarakat Indonesia, dikarenakan pemerintah ingin menghimpun dana pembangunan. Sehingga, pembangunan dilakukan berbasis investasi kemandirian, dimana uangnya berasal dari masyarakat sendiri. Sehingga ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri dapat terus dikurangi.

Disamping itu, penghimpunan dana ORI ternyata digunakan pemerintah tidak hanya untuk pembangunan tetapi sekaligus mencicil utang luar negeri Indonesia. Sekarang pemerintah tidak pusing lagi menyediakan dana untuk bayar utang.

Dari penjualan ORI 001 sampai ORI seri yang baru yang sudah dilakukan membuktikan, ternyata potensi mendapatkan uang dari dalam negeri sangatlah besar. Untuk apa membangun Indonesia dari investasi PMA jika dana dalam negeri banyak dipegang masyarakat. Apalagi kalau meminjam dana ke luar negeri persyaratannya terlalu berbelit. Bahkan tidak jarang negara donor memberikan syarat yang mengikat dan mempersulit kebijakan ekonomi dan politik kita.

Persyaratan Investasi pada ORI :

  • Individu atau orang perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Investasi minimum Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) dan kelipatan Rp. 5000.000 (lima juta rupiah)
  • Mempunyai rekening efek/ rekening surat berharga di salah satu sbu registry.

Mekanisme pembayaran kupon dan pokok ORI adalah sebagai berikut :

Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran kupon dan/atau pokok ORI ke sub registry. Selanjutnya sub registry mentransfer dana tunai ke rekening efek atau rekening tabungan investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran kupon dan/atau pokok ORI. Pihak yang tercatat sebagai pemegang ORI pada sub registry 2 hari kerja sebelum tanggal pembayaran kupon dan/atau pokok ORI berhak atas kupon dan/atau pokok ORI.

SIMPULAN
Obligasi ORI adalah merupakan sarana investasi untuk skala kecil dan menengah dengan klasifikasi ritel. Dengan membeli ORI, mengandung maksud investor telah melakukan diversifikasi dalam membangun portofolio investasinya secara bijaksana. Di pihak Pemerintah, Pemerintah menciptakan sarana berinvestasi bagi warga negaranya secara luas, yang berati memberikan penghasilan pada tataran masyarakat investor secara luas sekaligus memperkenalkan sarana investasi selain deposito. ORI memungkinkan mendapat hasil lebih tinggi dari deposito dan ada kemungkinan capital gain serta terhindar dari risiko default atau gagal bayar. Pembelian dan penjualan kembali tidak akan menjadi masalah, kerena agen penjualan akan menampung jika investor ingin menjual kembali.

Demikian, Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan