Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 “Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet”

Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 “Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet”

Loading...

Halo jumpa lagi dengan modul BDR online dari maglearning.id. Kali ini kita akan mempelajari materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 dengan kajian tentang Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet.

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di Magnesia menemukan batu yang istimewa. Batu tersebut dapat menarik benda-benda yang mengandung logam. Ketika batu itu digantung, batu tersebut berputar. Salah satu ujungnya selalu menunjuk ke arah utara. Karena batu itu ditemukan di Magnesia, orang Yunani menamainya magnitis lithos.

Orang Yunani tidak mengetahui lebih lanjut bagaimana sifat-sifatnya, namun mereka telah mengamati ciri-ciri bahan yang disebut magnet. Saat ini banyak teknologi yang menggunakan magnet. Pengeras suara, layar TV, dan kaset merupakan contoh-contohnya.

Kutub-Kutub Magnet

Semua magnet mempunyai ciri-ciri tertentu. Setiap magnet memiliki dua tempat yang gaya magnetnya sangat kuat.

Daerah ini disebut kutub magnet. Ada dua kutub magnet, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Sering kita menjumpai magnet yang bertuliskan N dan S. N merupakan kutub utara magnet itu (singkatan dari North yang berarti Utara), sedangkan S kutub selatannya (singkatan dari South yang berarti selatan).

Magnet dapat berada dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bentuk yang paling sederhana berupa batang lurus. Selain itu, ada juga magnet yang berbentuk tapal kuda (ladam) dan jarum. Pada bentuk-bentuk ini, kutub magnet berada pada ujung-ujung magnet tersebut.

Ada berbagai macam bentuk magnet, misalnya :

  • Magnet Batang
  • Magnet Silinder
  • Magnet Jarum
  • Magnet Ladam
  • Magnet Lingkaran
jenis jenis bentuk magnet

Sifat-sifat Magnet

Magnet memiliki beberapa sifat antara lain:

  • Memiliki gaya tarik.
  • Memiliki dua buah kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.
  • Kutub senama tolak menolok.
  • Kutub tidak senama tarik menarik.
  • Memiliki gaya yang dapat menembus benda tertentu.
  • Magnet dapat menarik benda-benda tertentu (terutama logam).

Gaya dan Medan Magnet

Gaya magnet masih berpengaruh terhadap benda-benda logam meskipun ada penghalang di antara magnet dan benda yang ditariknya. Besarnya daya tembus gaya magnet dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis penghalang, tebal tipisnya penghalang, dan kekuatan magnet. Selain itu, pengaruh gaya magnet juga ditentukan oleh jarak magnet dengan benda.

Kekuatan gaya tarik magnet tidaklah sama di setiap sisi atau bagiannya. Gaya magnet paling kuat terletak di kutub-kutub magnet. Daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet disebut medan magnet.

Area medan magnet itu biasa ditunjukkan dengan garis-garis gaya magnet. Garis-garis gaya magnet tersebut saling bertemu di ujung kedua kutubnya.

Medan Magnet
Medan Magnet

Magnet mempunyai dua kutub. Pada keadaan bebas, magnet akan selalu menunjuk ke arah utara dan selatan. Ujung magnet yang mengarah ke utara disebut kutub utara, sedangkan ujung magnet yang mengarah ke selatan disebut kutub selatan. Biasanya kedua ujung magnet diberi warna yang berbeda untuk membedakan kedua kutub magnet itu.

Kutub-kutub magnet mempunyai sifat-sifat khusus. Saat kutub yang sama dari dua buah magnet batang saling didekatkan, keduanya akan saling menolak. Sebaliknya jika kutub yang berbeda dari dua magnet didekatkan, akan terjadi tarik-menarik.

Bentuk dan Pembuatan Magnet

Magnet dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara terbentuknya. Magnet tersebut yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam terjadi secara alami, contohnya magnet bumi. Magnet buatan merupakan magnet yang sengaja dibuat. Ada beberapa bentuk magnet buatan, misalnya magnet batang, tabung (silinder), jarum, huruf U, dan magnet berbentuk ladam (tapal kuda).

Benda-benda yang terbuat dari besi dan baja dapat dibuat menjadi magnet dengan cara-cara tertentu. Yaitu :

  • Cara Induksi. Pembuatan magnet secara induksi sangat mudah dilakukan. Akan tetapi, sifat kemagnetan hasil induksi ini bersifat sementara. Caranya dengan menempelkan benda-benda yang terbuat dari logam (besi atau baja) dengan magnet. Benda yang terbuat dari logam ini akan menjadi bersifat magnet. Namun, jika magnet dilepaskan, sifat kemagnetan benda tersebut juga akan hilang.
  • Cara Gosokan. Magnet yang digosokkan ke suatu batang besi atau baja dapat menyebabkan batang besi atau baja mempunyai sifat kemagnetan. Semakin lama waktu penggosokan, semakin lama pula sifat kemagnetan bertahan di dalam batang besi atau baja tersebut.
  • Dialiri Arus Listrik. Magnet dapat dibuat dengan cara mengalirkan arus listrik searah ke dalam suatu penghantar. Magnet yang ditimbulkan disebut elektromagnet. Elektromagnet pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1819. Elektromagnet bersifat sementara. Artinya, jika arus listrik diputus, sifat magnet itu akan hilang. Kita dapat membuat elektromagnet mempunyai kekuatan lebih besar dengan menambah jumlah baterai dan menambah jumlah lilitan.

Video Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 “Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet”

Video pembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 tentang Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet di atas bisa kamu manfaatkan untuk memperjelas pemahaman kamu tentang materi ini. Jadi silakan pilih gaya belajar kamu ya….

Latihan Soal Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 “Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet”

Setelah mempelajari materi modul BDR Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 tentang Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet di atas silakan uji hasil belajar kamu menggunakan kuis online interaktif dengan link di bawah ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5fb5fab17f0acc001b8db598/start

Latihan Soal Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 “Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet”

Demikianlah modul BDR online pembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 6 Tema 5 Subtema 1 tentang Bentuk, Sifat, dan Gaya Magnet dari kami. Semoga bermanfaat, selamat belajar dengan menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan