Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia

Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia

Loading...

Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia – di kesempatan yang berbahagia ini kita masih di berikan kesempatan untuk kembali bertemu dalam update materi biologi, yang mana di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai judul artikel sistem proses pencernaan pada hewan Ruminansia, seperti pada sapi, kambing, rusa dan sejenisnya.

Nah, sobat untuk sobat yang ingin membuat makalah sobat bisa mengambil sumber dari artikel ini, dan ada juga sobat yang diberi tugas tentang jelaskan proses pencernaan pada hewan ruminansia yang tentu saja akan kita jawab pada kesempatan kali ini, untuk sobat yang sudah tidak sabar, mari kita langsung saja melihatnya di bagian bawah ini, disimak ya sob.

Pernahkah kalian mengamati sapi, kambing, atau rusa yang sedang merumput.?, perhatikanlah hewan-hewan tersebut tampak menjulurkan lidahnya setiap kali merumput. Berdasarkan sistem pencernaannya, sapi, kambing, dan rusa tergolong hewan ruminansia.

Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang biasa memamah (memakan) dua kali sehingga kelompok hewan tersebut di kenal juga sebagai hewan memamah biak. Dalam sistem klasifikasi, sebenarnya manusia dan hewan ruminansia berada dalam satu kelompok yaitu kelas mamalia. Berdasarkan pengelompokan demikian dapat diartikan bahwa terdapat beberapa kesamaan yang di miliki oleh manusia dan hewan ruminansia. Sehubungan dengan itu,  apakah sistem pencernaan pada hewan ruminansia juga memiliki kesamaan dengan sistem pencernaan dengan manusia.?

Pada umumnya ada banyak kesamaan ciri dari sistem pencernaan pada hewan ruminansia dengan manusia. Seperti halnya pada manusia, hewan ruminansia juga memiliki seperangkat alat pencernaan, seperti rongga mulut (gigi), esofagus, lambung dan usus. Hanya saja, susunan dan fungsinya saja yang sedikit berbeda dengan yang di miliki oleh manusia, terutama susunan dan fungsi dari gigi dan lambung.

Pada rongga mulut hewan ruminansia terdapat gigi geraham (molar) yang sangat besar. Gigi geraham tersebut berfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding sel tumbuhan yang mengandung zat selulosa. Gerakan gigi geraham ke kiri dan ke kanan merupakan gerakan menggiling dan menggilas makanan.

Pada hewan ruminansia, gigi seri hanya terdapat pada rahang bawah dan berfungi untuk menjepit dan memotong makanan. Di antara gigi seri dan gigi geraham terdapat daerah yang tidak ditumbuhi oleh gigi (berupa celah) yang di sebut diastema. Melalui celah inilah biasanya lidah dijulurkan untuk merenggut rumput dan memasukkannya ke dalam mulut.

Proses Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia

Di dalam mulut, makanan (rumput) bercampur dengan air liur yang bersifat alkalis (dengan pH sekitar 8). Makanan tersebut dikunyah sebentar sebelum ditelan melewati esofagus menuju rumen (perut besar) dan retikulum (perut jala).

Di dalam rumen, selulosa yang bersifat sulit untuk di cerna akan mengalami fermentasi oleh sejumlah bakteri anaerob. Kemampuan demikian dimungkinkan karena bakteri tersebut memiliki enzim selulase yang bekerja memecah selulose menjadi glukosa atau menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi, seperti asam organik dan metana.

Selanjutnya makanan dari rumen di teruskan ke retikulum. Di sini makanan di cerna lagi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan kecil. Pemasukan makanan demikian biasa berlangsung sampai hewan kenyang.

Dalam sistem pencernaan hewan ruminansia, makanan berupa gumpalan-gumpalan kecil berupa retikulum akan di keluarkan lagi ke mulut. Di dalam mulut proses mengunyah kembali untuk kedua kalinya. Proses tersebut  biasa berlangsung pada saat hewan istirahat. Setelah proses mengunyah selesai, makanan di telan lagi masuk ke perut kitab. Di sini terjadi proses penyerapan air. selanjutnya makanan di teruskan ke abomaseum (perut masam).

Abomasum merupakan asam lambung yang sebenarnya pada hewan ruminansia, karena pada organ tersebut terdapat kelenjar lambung yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Makanan yang sudah di cerna di abomasum akan di teruskan ke usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dikirim ke usus besar. Setelah mengalami penyerapan air sisa-sisa makanan berupa ampas di keluarkan melalui anus.

Demikianlah sob, penjelasan ringkas kami mengenai sistem pencernaan pada hewan ruminansia. Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu sobat-sobat dalam belajar. Semoga sukses dan sehat selalu (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan