Teknik Mencatat Hasil Observasi

Teknik Mencatat Hasil Observasi, Apa saja, Bagaimana ?

Teknik Mencatat Hasil Observasi, Apa saja dan Bagaimana ? – observasi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah penelitian. Baik itu merupakan sebuah penelitian dalam arti sesungguhnya maupun penelitian dalam hal praktis misalnya ketika menghadapi sebuah masalah sosial maupun individual.

Lalu, bagaimanakah teknik dan langkah-langkah dalam mencatat hasil observasi yang baik dan benar. Tanpa adanya teknik dan langkah-langkah yang tepat maka hasil observasi bisa saja menguap tanpa bekas. Informasi-informasi penting gagal didapatkan. Akhirnya menjadi sia-sia pekerjaan yang kita lakukan.

Berikut ini akan kita bahas berbagai teknik umum yang sering digunakan dalam mencatat hasil observasi penelitian.

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Naratif

Teknik pencatatan naratif atau Narrative Recording merupakan teknik pengumpulan (pencatatan) data oleh observer dengan kejadian dan urutan kejadiannya sebagaimana yang terjadi pada situasi nyata. Teknik ini membantu formulasi deskripsi yang komprehensif akan perilaku individu.

Tipe pencatatan narrative:

  1. Anecdotal recording : pencatatan mencakup apa pun yang tampak relevan bagi observer. Cara ini tidak membutuhkan kerangka waktu, pengkodean atau pengkategorian tertentu.
  2. Running recording : observer mencatat ketika perilaku muncul

Kelebihan pencatatan narrative:

  • Memelihara rangkaian asli dari suatu kejadian
  • Membantu pengumpulkan informasi dan menemukan perilaku kritis
  • Dapat digunakan untuk mengetahui dan menilai kemajuan
  • Memberikan catatan tentang kesulitan yang berkelanjutan
  • Membutuhkan sedikit peralatan
  • Cocok sebagai pendahulu prosedur observasi yang lebih sistematis

Kelemahan pencatatan narrative:

  • Tidak cocok untuk data kuantitatif
  • Sulit untuk divalidasi
  • Tidak mendeskripsikan secara penuh beberapa tipe dari perilaku kritis
  • Sulit digeneralisasi
  • Memungkinkan terjadinya perbedaan antar pengamat satu dengan pengamat yang lain

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Interval

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Interval atau Interval Recording adalah salah satu teknik observasi yang berfokus pada perilaku spesifik dalam waktu yang spesifik pula. Periode observasi dibagi menjadi beberapa segmen interval (biasanya selama 5 sampai 30 detik, tergantung pada apa yang mau diobservasi). Interval recording sesuai untuk observasi terkontrol dan di dalam laboratorium.

Keuntungan Interval Recording

Interval recording memiliki beberapa keuntungan (Kazdin, 1981; Nay, 1979):

  • Membantu menemukan hubungan antara waktu dan perilaku
  • Memfasilitasi pemeriksaan reliabilitas interobserver
  • Membantu memastikan perilaku yang ditemukan pada saat observasi dalam jangka waktu yang sama
  • Efisien dalam penggunaan waktu
  • Memfokuskan perhatian pada perilaku anak-anak dengan struktur observasi yang ada
  • Memungkinkan pencatatan pada hamper semua perilaku yang dapat diamati
  • Memungkinkan pengumpulan observasi dalam jumlah yang besar dalam jangka waktu yang pendek
  • Hanya memerlukan peralatan minimalis dan murah

Kerugian Interval Recording

  • Perilaku-perilaku yang diobservasi tampak seperti urutan, karena interval waktu –bukan karena perilaku tersebut-
  • Hubungan antara perilaku dan permasalahan terlihat berlebihan
  • Metode ini tidak menyediakan informasi tentang kualitas perilaku atau tentang situasi saat observasi dilaksanakan, kecuali informasi-informasi spesifik yang dikode dalam sistem recording
  • Tidak mengungkapkan frekuensi secara actual atau durasi dari perilaku
  • Terlalu melebihkan frekuensi tingkat perilaku yang rendah atau perilaku dalam durasi yang pendek dan merendahkan frekuensi tingkat perilaku yang tinggi
  • Metode ini memerlukan observer yang telah menjalani pelatihan dengan baik untuk mempelajari metode recording ini

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Event

Teknik mencatat hasil observasi secara event atau event recording dilakukan dengan cara merekam setiap hal dari perilaku spesifik (specific behavior) atau kejadian-kejadian yang ingin diukur selama periode observasi. Event recording merekam sample behavior, dimana unit pengukurannya adalah perilaku.

Dengan kata lain, observer menuggu perilaku atau kejadian yang ingin diukur itu muncul kemudian mencatatnya. Event recording terutama digunakan untuk observasi terkontrol dan studi laboratorium.

Kelebihan event recording :

  • Mengukur atau melihat perilaku dengan frekuensi yang rendah atau jarang, dan oleh orang yang sehari-hari berada dalam setting observasi
  • Memudahkan dalam mempelajari banyak perilaku atau peristiwa yang berbeda
  • Lebih efisien
  • Dapat menggunakan bermacam-macam cara pencatatan data yang berbeda
  • Memberikan informasi mengenai perubahan perilaku dari waktu ke waktu dan total jumlah perilaku

Kelemahan event recording :

  • Tidak memberikan pola perilaku yang sifatnya sementara
  • Sulit untuk mencapai reliabilitas antar observer
  • Tidak cocok untuk melihat perilaku yang tidak diskrit
  • Observer harus dapat mempertahankan konsentrasi dalam waktu yang lebih lama
  • Membuat perbandingan antar event satu dengan event yang lain akan sulit ketika periode waktunya tidak sama

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Rating

Teknik Mencatat Hasil Observasi secara Rating atau Rating Recording adalah metode observasi berupa checklist yang didasarkan pada intensitas perilaku yang diamati. Observer sebelumnya membuat rating sikap pada skala atau ceklis, dan biasanya hasil perekaman dicatat di akhir periode observasi. Metode ini membutuhkan kepekaan tinggi pada subjektivitas observer.

Kelebihan rating recording:

  • Memungkinkan sudut pandang umum
  • Memungkinkan untuk merekam macam-macam perilaku
  • Dapat mengukur rating perilaku beberapa orang sekaligus atau sebuah grup secara keseluruhan
  • Memungkinkan perekam aspek kualitatif dari perilaku
  • Mudah digeneralisasi dengan analisa statistik / angka.
  • Tidak makan banyak waktu
  • Merupakan metode yang sangat tepat untuk membandingkan persepsi 2 atau lebih observer.

Kekurangan rating recording:

  • Skala pengukuran yang dibuat berdasaran asumsi yang tidak jelas
  • Bisa terjadi reliabilitas rendah antar observer karena interpretasi yang berbeda pada setiap orang
  • Tidak cocok untuk merekam perilaku yang mendasari atau menjadi konsekuensi dari sebuah perilaku
  • Tidak akurat bila terjadi time-delay atau perbedaan waktu pada pelaksanaan

Demikianlah penjelasan singkat tentang metode mencatat data dalam observasi. Semoga beberapa Teknik Mencatat Hasil Observasi di atas bisa menjadi solusi dalam pekerjaan Anda. Terima kasih telah berkunjung ke maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan