Jenis Jenis Hormon Reproduksi Pada Pria dan Fungsinya

Jenis Jenis Hormon Reproduksi Pada Pria dan Fungsinya

Jenis Jenis Hormon Reproduksi Pada Pria dan Fungsinya – Jenis kelamin manusia telah ditentukan sejak terjadinya fertilisasi. Apabila spermatozoa yang memiliki 22 autosom dan satu kromosom seks X membuahi oosit sekunder maka akan terbentuk individu baru dengan kromosom 46,XX yang normalnya akan menjadi wanita.

Apabila spermatozoa yang membuahi mengandung 22 autosom dan satu kromosom (biasanya ditulis sebagai 23,Y) maka individu baru yang terbentuk adalah 46,XY yang akan menjadi seorang pria.

Siklus hidup manusia dapat dibagi menjadi lima tahap:

  1. intrauterin,yaitu embrio dan janin,
  2. masa bayi dan kanak-kanak,
  3. pubertas danremaja,
  4. awal dan dewasa menengah, dan
  5. akhir dewasa dan usia tua.

Masa bayi dan kanak-kanak untuk selanjutnya diistilahkan sebagai masa pra pubertas.

Kata pubertas berasal dari “pubes” kata Latin yang berarti “rambut”. Pubertas adalah keadaan transisi yang mencakup semua perubahan fisiologis, morfologis, dan perilaku yang terjadi pada individu dari yang tidak subur berkembang menjadi subur (dewasa).

Secara morfologis, proses ini termasuk perubahan internal dan eksternal ciri-ciri seks primer dan sekunder. Bila pada perempuan menarche menjadi sebuah tanda yang jelas dari terjadinya pubertas, sedangkan tanda tahap yang sama pada anak laki-laki adalah ejakulasi pertama, yang sering terjadi nokturnal yang dikenal sebagai “mimpi basah”.

Jenis Jenis Hormon Reproduksi Pada Pria

Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Hormon-hormon tersebut adalah sebagai berikut:

1) Testosteron

Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan seks sekunder pria seperti pertumbuhan rambut di wajah (kumis dan jenggot), pertambahan massa otot, dan perubahan suara. Hormon ini diproduksi di testis, yaitu di sel Leydig. Produksinya dipengaruhi oleh FSH (Follicle Stimulating Hormone), yang dihasilkan oleh hipofisis.

Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. Hormon ini berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder serta mendorong spermatogenesis.

Berikut ini adalah fungsi hormon testosteron pada pria :

  • Perkembangan seksualitas
  • Perkembangan sistem reproduksi
  • Pertumbuhan otot
  • Perkembangan tulang
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Pendorong tingkah laku
  • Pertumbuhan rambut dan kulit

2) Luteinizing Hormone/LH

Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior. Fungsi LH adalah merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

Pada pria, awal pubertas antara usia 13 sampai 15 tahun terjadi peningkatan tinggi dan berat badan yang relatif cepat bersamaan dengan pertambahan lingkar bahu dan pertambahan panjang penis dan testis. Rambut pubis dan kumis serta jenggot mulai tumbuh. Pada masa ini, pria akan mengalami mimpi basah.

3) Follicle Stimulating Hormone/FSH

Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior. FSH berfungsi untuk merangsang sel Sertoli menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

4) Estrogen

Estrogen dibentuk oleh sel-sel Sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel Sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.

5) Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

6) Hormon Gonadotropin

Hormon gonadotropin dihasilkan oleh hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk merangsang kelenjar hipofisa bagian depan (anterior) agar mengeluarkan hormon FSH dan LH.

 

Demikianlah bahasan sederhana kami mengenai jenis jenis hormon reproduksi pada pria dan fungsinya. Semoga bermanfaat (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan