Pengertian COR dan ICOR

Pengertian Serta Cara Menghitung COR dan ICOR

Loading...

Pengertian COR dan ICOR secara sederhana adalah salah satu metode untuk menghitung atau mengukur efek penambahan investasi modal/capital terhadap penambahan output yang dihasilkan. Konsep penghitungan COR dan ICOR ini sangat bermanfaat untuk mengukur bagaimana target investasi yang diharapkan dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi

Pengertian Capital Output Ratio (COR dan ICOR)

Incremental Capital Output Ratio (ICOR) adalah suatu besaran yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menambah satu unit output. Besaran ICOR diperoleh dengan membandingkan besarnya tambahan kapital dengan tambahan output.

Karena unit kapital bentuknya berbeda-beda dan beraneka ragam sementara unit output relatif tidak berbeda, maka untuk memudahkan penghitungan keduanya dinilai dalam bentuk uang (nominal).

Mempelajari tentang ICOR menjadi sangat menarik karena ICOR dapat merefleksikan besarnya produktifitas kapital (modal) yang pada akhirnya menyangkut besarnya pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai.

Secara teoritis hubungan ICOR dengan pertumbuhan ekonomi dikembangkan kali pertama oleh R. F. Harrod (1939) dan kemudian oleh Evsey Domar (1947). Namun, karena kedua teori tersebut banyak kesamaannya, maka kemudian teori tersebut lebih dikenal sebagai teori Harrod-Domar.

Pada dasarnya teori tentang ICOR dilandasi oleh dua konsep Rasio Modal-Output yaitu:

  1. Rasio Modal-Output atau Capital Output Ratio (COR) atau yang sering disebut sebagai Average Capital Output Ratio (ACOR), yaitu perbandingan antara kapital yang digunakan dengan output yang dihasilkan pada suatu periode tertentu. COR atau ACOR ini bersifat statis karena hanya menunjukkan besaran yang menggambarkan perbandingan modal dan output.
  2. Ratio Modal-Output Marginal atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yaitu suatu besaran yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menaikkan /menambah satu unit output baik secara fisik maupun secara nilai (uang).

Konsep ICOR lebih bersifat dinamis karena menunjukkan perubahan atau penambahan output sebagai akibat langsung dari penambahan kapital. Dari pengertian pada butir 2, maka ICOR bisa diformulasikan sebagai berikut:

ICOR = ΔK / ΔY

dimana:

  • ΔK = perubahan kapital
  • ΔY = perubahan output

Dari rumus ini didapatkan pengertian bahwa ICOR merupakan statistik yang menunjukkan kebutuhan perubahan stok kapital untuk menaikkan satu unit output.

Dalam perkembangannya, data yang digunakan untuk menghitung ICOR bukan lagi hanya penambahan barang modal baru atau perubahan stok kapital melainkan Investasi (I) yang ditanam baik oleh swasta maupun pemerintah sehingga rumusan ICOR dimodifikasi menjadi:

ICOR = I / ΔY

dimana:

  • I = Investasi
  • ΔY = perubahan output

Rumus penghitungan ICOR ini dapat diartikan sebagai banyaknya kebutuhan investasi yang diperlukan untuk mendapatkan 1 unit output.

Loading...

Sebagai contoh, misalnya besarnya investasi pada suatu tahun di negara A adalah sebesar Rp 300 miliar, sedangkan tambahan output yang diperoleh dari hasil penanaman investasi itu adalah sebesar Rp 60 miliar, maka nilai ICOR negara A adalah sebesar 5 (300 miliar / 60 miliar).

Angka ini menunjukkan bahwa untuk menaikkan 1 unit output diperlukan investasi sebesar 5 unit. Maka jika keduanya menggunakan nilai uang, maka untuk menaikkan barang dengan nilai Rp. 1 juta maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 5 juta.

Pada kenyataannya pertambahan output bukan hanya disebabkan oleh investasi, tetapi juga oleh faktor-faktor lain di luar investasi seperti pemakaian tenaga kerja, penerapan teknologi dan kemampuan kewirausahaan. Dengan demikian untuk melihat peranan investasi terhadap output berdasarkan konsep ICOR, maka peranan faktor-faktor selain investasi diasumsikan konstan (ceteris paribus).

Pengertian Kapital (K) dan Investasi (I)

Pengertian COR dan ICOR serta cara menghitungnya tidak akan terlepas dari apa itu modal/kapital (capital). Secara umum kapital atau yang sering disebut sebagai “Gross Capital Stock’ merupakan akumulasi pembentukan modal bruto dari tahun ke tahun yang digunakan untuk menghasilkan produk baru.

Kapital secara fisik adalah seluruh barang modal yang digunakan dalam proses produksi seperti mesin, bangunan, kendaraan dan lainnya. Dalam sistem pembukuan neraca perusahaan, yang dimaksud dengan kapital adalah harta tetap (fixed assests) suatu badan usaha.

Sementara itu menurut konsep ekonomi makro yang mengacu pada A System of National Account (UN, 1968), investasi adalah selisih antara stok kapital pada tahun (t) dikurangi dengan stok kapital pada tahun (t-1). Sehingga setiap terjadi penambahan kapital (modal) selalu dianggap sebagai investasi.

Oleh karena itu besarnya investasi secara fisik yang direalisasikan pada suatu tahun tertentu dicerminkan oleh besarnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencakup pengadaan, pembuatan dan pembelian barang modal baru dari dalam negeri dan pembuatan dan pembelian barang modal baru maupun bekas dari luar negeri.

Termasuk dalam PMTB ini adalah perbaikan besar barang modal yang mengakibatkan menambah umur pemakaian atau meningkatkan kemampuan barang modal tersebut, dikurangi dengan penjualan barang modal bekas.

Konsep barang modal sendiri adalah seluruh peralatan dan prasarana fisik yang digunakan di dalam proses produksi. Ciri-ciri barang modal adalah:

  • Umur kegunaannya lebih dari 1 tahun atau mempunyai unsur ekonomis lebih dari satu tahun.
  • Nilai belinya relatif besar.
  • Manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang atau dapat digunakan berulang kali di dalam proses produksi.

Dalam penghitungan ICOR, konsep investasi yang digunakan mengacu pada konsep ekonomi makro (nasional/daerah). Pengertian investasi yang dimaksud di sini adalah fixed capital formation atau pembentukanbarang modal tetap yang terdiri dari tanah, gedung/konstruksi, mesin dan perlengkapannya, kendaraan dan barang modal lainnya. Sementara itu nilai yang diperhitungkan mencakup:

  • Pembelian barang baru/bekas
  • Pembuatan/perbaikan besar yang dilakukan pihak lain
  • Pembuatan/perbaikan besar yang dilakukan sendiri
  • Penjualan barang modal bekas
Loading...

Fixed Capital Formation atau Pembentukan Barang Modal Tetap dalam hal ini adalah Pembentukan Barang Modal Tetap Bruto (PMTB) Total nilai investasi diperoleh dari penjumlahan seluruh pembelian barang modal baru/bekas, pembuatan/perbaikan besar yang dilakukan oleh pihak lain dan sendiri dikurangi oleh penjualan barang modal bekas.

Pengertian Output (Y)

Output adalah hasil yang diperoleh dari pendayagunaan seluruh faktor produksi yang berbentuk barang atau jasa seperti tanah, tenaga kerja, modal dan kewiraswastaan. Dari segi ekonomi makro, output merupakan nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor domestik dalam negeri dalam suatu periode tertentu (penawaran agregat).

Dari segi perusahaan, output mencakup nilai barang (komoditi) jadi yang dihasilkan selama suatu periode tertentu ditambah nilai perubahan stok barang (komoditi) yang masih dalam proses (penawaran perusahaan). Output yang dimaksud adalah:

  • Barang-barang yang dihasilkan.
  • Tenaga listrik yang dijual.
  • Selisih nilai stok setengah jadi.

Output ini dihitung atas dasar harga produsen, yaitu harga yang diterima oleh produsen pada tingkat transaksi pertama.

Karena masih mengandung nilai penyusutan barang modal, output ini masih bersifat bruto. Untuk mendapatkan output neto atas harga pasar, output bruto atas harga pasar harus dikurangi dengan penyusutan barang modal.

Dalam pengertian ICOR, output adalah tambahan (flow) produk dari hasil kegiatan ekonomi dalam suatu periode atau nilai-nilai yang merupakan hasil pendayagunaan faktor produksi. Output ini merupakan seluruh nilai tambah atas dasar biaya faktor produksi yang dihasilkan dari seluruh kegiatan usaha.

Untuk itu dalam penghitungan ICOR sektor industri dipakai konsep Gross Value Added (nilaitambah) bukan konsep output secara umum. Atau dengan kata lain output yang dihitung adalah output barang dan jasa akhir yang siap dikonsumsi oleh konsumen/masyarakat, alias tidak digunakan lagi oleh produsen untuk membuat produk/jasa baru (memberi nilai tambah).

Pengertian Nilai Tambah

Nilai tambah adalah suatu tambahan nilai input antara yang digunakan dalam proses menghasilkan barang/jasa. Penambahan nilai input antara ini terjadi karena input antara tersebut telah mengalami proses produksi yang mengubahnya menjadi barang yang nilainya lebih tinggi.

Input antara sendiri mencakup nilai seluruh komoditi yang habis atau dianggap habis dalam suatu proses produksi, seperti: bahan baku, bahan bakar, pemakaian listrik dan sebagainya. Barang yang digunakan sebagai alat dalam suatu proses produksi dan umurnya kurang dari setahun dan habis dipakai dimasukkan sebagai input antara bukan barang modal.

Nilai tambah bisa berupa nilai tambah bruto maupun nilai tambah neto. Nilai tambah bruto dari suatu unit produksi dihitung dari output bruto atas harga produsen dikurangi input antara atas dasar harga pasar. Sedangkan nilai tambah neto atas harga pasar dihitung dari nilai tambah bruto atas harga pasar dikurangi pajak tak langsung dan penyusutan.

Demikianah bahasan kami tentang pengertian COR dan ICOR beserta rumus dan cara menghitungnya. Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat belajar. (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan