KONSEP PENAWARAN DAN PERMINTAAN AGREGAT

Loading...

Konsep penawaran dan permintaan agregat adalah konsep kunci dalam mempelajari ekonomi makro. Apa itu penawaran agregat dan apa itu permintaan agregat? Simak artikel ini baik-baik sampai akhir ya.

Permintaan tenaga kerja berasal dari rumah tangga perusahaan. Bersama dengan modal, tenaga kerja dapat digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa.

Hubungan antara input yaitu modal dan tenaga kerja dengan output adalah produk yang dihasilkan dapat digambarkan sebagai sebuah fungsi produksi. Dalam jangka pendek modal dianggap konstan sehingga perubahan output datang dari perubahan tenaga kerja yang digunakan.

Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan output semakin besar tetapi produktivitas fisik marjinal tenaga kerja juga semakin menurun. Artinya perubahan output dari tambahan tenaga kerja, makin lama akan makin menurun (dengan asumsi modal konstan).

Penawaran tenaga kerja berasal dari rumah tangga individu (keluarga/masyarakat). Setiap rumah tangga individu dapat memilih menggunakan waktunya untuk dijual guna memperoleh pendapatan atau dinikmati sendiri sebagai waktu luang, yaitu waktu yang dapat digunakan untuk tidur, rekreasi, pesta, senda gurau, dan sebagainya.

Berapa banyak waktunya yang akan dijual tergantung pada tingginya upah yang ditawarkan padanya (upah riil). Keseimbangan pasar tenaga kerja akan terjadi jika keinginan rumah tangga perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja sejalan dengan keinginan rumah tangga individu untuk memperoleh pendapatan dari tenaga yang dijual.

PENAWARAN AGREGAT

Untuk mengawali pembahasan tentang konsep penawaran dan permintaan agregat, kita mulai dengan membahas apa itu penawaran agregat. Penawaran agregat adalah jumlah penawaran keseluruhan bagi barang & jasa dalam ekonomi. Jadi penawaran agregat adalah jumlah seluruh penawaran suatu barang dan jasa dari seluruh perusahaan yang ada di suatu negara.

Dengan kata lain penawaran agregat adalah agregasi dari setiap penawaran yang dilakukan setiap perusahaan atas produk dan jasanya. Harga dalam penawaran ini adalah menggambarkan penawaran individu bagi barang & jasa.

Misalnya kurva penawaran perusahaan A dan penawaran agregat seperti gambar di atas. Perusahaan A bisa saja tidak mampu memproduksi barang pada harga di bawah 500, namun perusahaan lain masih mampu karena keunggulan yang tidak dimiliki oleh perusahaan A. Contohnya adalah skala produksi dan sumberdaya yang lebih murah.

Artinya, pada harga di bawah 500 maka perusahaan A tidak akan mampu menawarkan barang. Namun perushaan-perusahaan lain masih mampu, namun jumlahnya pasti berkurang.

Penawaran komoditi di pasar komoditi berasal dari rumah tangga perusahaan yang menghasilkan komoditi itu. Dalam jangka pendek jumlah output yang berupa komoditi yang ditawarkan di pasar bergantung pada jumlah tenaga kerja yang digunakan serta produktivitas tenaga kerja itu.

Secara matematik output nasional adalah besarnya output nasional atau produk nasional bruto bergantung pada jumlah dan produktivitas tenaga kerja, yaitu L, dengan asumsi jumlah dan produktivitas modal konstan.

Penawaran Agregat dalam Jangka Pendek

Fungsi Penawaran Agregat terdiri dari 3 bagian :

  1. Mendatar (Keynesian). Bagian ini menunjukkan ekonomi berada pada tahap ketidakseimbangan & tingkat pengangguran berada pada kondisi tinggi. Apabila terdapat peningkatan output, harga tidak akan naik.
  2. Menurun. Persaingan antar perusahaan terjadi untuk mendapatkan sumber ekonomi yang semakin menurun. Keadaan ini akan mendorong harga input naik. Dengan demikian biaya pengeluaran juga akan naik.
  3. Menaik (Klasik). Pada tahap ini, ekonomi mencapai penggunaan tenaga penuh (full employment). Jadi, pasti ada kesulitan untuk meningkatkan output kecuali berlakunya peningkatan harga. Pada tahap ini, perusahaan-perusahaan akan bersaing untuk mendapatkan sumber-sumber & peningkatan output.

Penentuan Fungsi Penawaran Agregat

Harga merupakan salah satu penentu fungsi penawaran agregat. Perubahan harga hanya akan membawa perubahan sepanjang fungsi Penawaran Agregat, yaitu perubahan dalam jumlah ooutput yang ditawarkan.

Selain daripada faktor harga, faktor-faktor lain yang dapat merubah fungsi penawaran agregat ialah :

  1. Harga Input. Sumber Domestik, meliputi tanah,tenaga kerja, modal dan wirausahaan. Sumber-sumber yang diimport.
  2. Produktivitas. Mengukur rata-rata output (jumlah keluaran dibagi jumlah input) peningkatan produktivitas berarti ekonomi menikmati banyaknya output nyata daripada sumber yang digunakan.
  3. Kebijakan Pemerintah. Misalnya peningkatan cukai atau subsidi perdagangan, yaitu peningkatan cukai perdagangan seperti cukai penjualan berarti akan meningkatkan biaya pengeluaran. Kebijakan dilakukan oleh pemerintah terhadap distribusi barang dan jasa.
  4. Lingkungan. Pengaruh cuaca, bencana alam & kerusuhan sosial /perang.

Penawaran Agregat Tenaga Kerja

Penawaran tenaga kerja berasal dari rumah tangga individu (keluarga atau masyarakat). Setiap rumah tangga individu dapat memilih menggunakan waktunya untuk dijual guna memperoleh pendapatan atau dinikmati sendiri sebagai waktu luang, yaitu waktu yang dapat digunakan untuk tidur, rekreasi, pesta, senda gurau, dan sebagainya.

Berapa banyak waktunya yang akan dijual tergantung pada tingginya upah yang ditawarkan padanya (upah riil). Keseimbangan pasar tenaga kerja akan terjadi jika keinginan rumah tangga perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja sejalan dengan keinginan rumah tangga individu untuk memperoleh pendapatan dari tenaga yang dijual.

PERMINTAAN AGREGAT

Pembahasan selanjutnya tentang konsep penawaran dan permintaan agregat adalah dari sisi permintaan. Permintaan komoditi di pasar komoditi terdiri dari permintaan yang datang dari rumah tangga individu (C), dari rumah tangga perusahaan (I), rumah tangga pemerintah (G), dan dari luar negeri neto (X – M).

Pada ekonomi tertutup (X = M = 0). Artinya, jika GDP naik, I naik dan i naik I turun. Pada ekonomi dua sektor hanya ada rumah tangga individu dan rumah tangga perusahaan.

Peranan rumah tangga pemerintah sudah kami uraikan di SINI. Keseimbangan pasar komoditi tercapai apabila penawaran komoditi, GDP, sama dengan permintaan komoditi, YD yaitu GDP = YD.

Permintaan tenaga kerja berasal dari rumah tangga perusahaan. Bersama dengan modal, tenaga kerja dapat digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa.

Hubungan antara input yaitu modal dan tenaga kerja, dengan output, yaitu produk yang dihasilkan dapat digambarkan sebagai sebuah fungsi produksi. Dalam jangka pendek modal dianggap konstan sehingga perubahan output datang dari perubahan tenaga kerja yang digunakan.

Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan maka output semakin besar, tetapi produktivitas fisik marjinal tenaga kerja juga semakin menurun. Artinya perubahan output dari tambahan tenaga kerja, makin lama akan makin menurun (modal konstan).

Permintaan agregat adalah keseluruhan permintaan terhadap barang & jasa oleh masyarakat dalam suatu perekonomian. Permintaan agregat dapat ditunjukkan dengan menggunakan fungsi atau schedule yang menunjukkan berbagai jenis barang & jasa yang dibeli secara kolektif pada tingkat harga tertentu.

Misalnya perusahaan A berada pada pasar persaingan sempurna, maka kurva permintaan perusahaan A adalah seperti pada gambar sebelah kiri, sedangkan permintaan agregat (pasar) adalah di sebelah kanan. Bila perusahan menaikkan harga barang sedikit saja maka permintaannya akan lenyap, karena konsumen akan dengan mudah beralih ke perusahaan lain. Namun bila harga pasar naik, maka jumlah barang yang diminta konsumen akan berkurang. Sesuai dengan hukum ppermintaan.

Pelambangan permintaan dan permintaan agregat harus dibedakan. Ada yang menggunakan “d” (huruf kecil) sebagai permintaan, dan lambang “D” (huruf kapital) atau “AD” untuk permintaan agregat .

Bentuk fungsi Permintaan Agregat dan fungsi Permintaan pasar adalah equlibrium, tetapi faktor yang menyebabkan fungsi tersebut ber-slope negatif. Faktor-faktor yang menyebabkan schedule permintaan agregat bercerung negatif ialah :

  1. Tingkat Kekayaan. Pengeluaran atau penggunaan yang dilakukan oleh pengguna ekonomi tergantung kepada kekayaan, yaitu adanya hubungan yang positif. Kekayaan ditunjukkan uang yang dimiliki, saham, tagihan, rumah serta asset tetap yang lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat harga.
  2. Tingkat Bunga. Tingkat bunga ditunjukkan perubahan tingkat harga menunjukkan terhadap nilai tingkat bunga. Tingkat bunga ini berpengaruh terhadap pengeluaran dan tabungan.
  3. Pengeluaran Luar Negeri( Eksport & Import ). Jumlah eksport & import dalam suatu perekonomian tergantung kepada harga domestik & luar negeri.

Schedule Permintaan Agregat

Gambaran permintaan agregat dapat ditunjukkan pada model pengeluaran Agregat. Permintaan Agregat adalah jumlah seluruh permintaan barang & jasa dalam kegiatan ekonomi.

Faktor penentu permintaan agregat ditunjukkan hubungan negatif antara harga & kuantitas. Sebarang perubahan harga akan menyebabkan perubahan permintaan agregat yaitu perubahan kuantitas keluaran agregat yang diminta.

Komponen permintaan agregat adalah Konsumsi (C), Investasi (I), Belanja/Pengeluaran Pemerintah (G), dan Sektor Asing (X – M).

a) Konsumsi (C)

Konsumsi (C) adalah pengeluaran rumah tangga individu/msayarakat. Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi konsumsi ialah :

  • Pengeluaran yang menunjukkan asset lancar (piutang & saham) dan aset tetap (rumah & tanah).
  • Tingkat pendapatan. Semakin tinggi pendapatan maka akan semakin banyak dana yang dikeluarkan untuk konsumsi, namun secara proporsi dari pendapatan sebenarnya jurstru malah turun.
  • Hutang. Konsumen yang banyak hutangnya akan mengurangi pengeluarannya, karena pendapatan yang diperoleh akan digunakan untuk membayar hutang
  • Peningkatan pungutan pajak pendapatan akan mengurangi penghasilan yang siap dibelanjakan.

b) Investasi (I)

Besaran investasi akan sangat terkait dengan output perusahaan. Pengeluaran lain juga menyebabkan perubahan tingkat agregate demand. Faktor-faktor perubahan investasi ialah :

  1. peningkatan tingkat suku bunga yang disebabkan oleh faktor selain dari harga akan mengalihkan agregate demand schedule.
  2. pengembalian yang tinggi dari suatu kegiatan proyek pemerintah merupakan satu keuntungan kepada perusahaan.
  3. jika pengembalian yang tinggi dari proyek yang dijalankan, pihak perusahaan akan menambahkan pengeluaran dari segi pembelian barang modal
  4. pengurangan subsidi kepada perusahaan, artinya tingkat pajak yang tinggi akan mengurangi keuntungan setelah pajak, hal akan mengurangi intensif untuk perusahaan meningkatkan produksi.
  5. kelebihan kapasitas, artinya masih terdapat sumber-sumber pengeluaran yang tidak digunakan. Dan kelebihan kapasitis yang tinggi akan melambatkan permintaan untuk barang modal yang baru, akhirnya dapat mengurangi permintaan agregat.
  6. faktor teknologi, yaitu adanya penemuan teknologi baru yang dapat mengurangi pengeluaran proses produksi dan dapat meningkatkan permintaan agregat.

c) Pengeluaran Pemerintah (G)

  1. penyediaan fasilitas infrastruktur akan berpengaruh pada perbelanjaan pemerintah.
  2. jika pemerintah meningkatkan perbelanjaannya untuk menyediakan infrastruktur melalui dasar pengeluaran proyek, maka gambar agregate demand bergeser ke kanan.
  3. jika pemerintah mengeluarkan dananya berdasarkan proyek menguncup pula, gambar agregate demand bergeser ke kiri.

d) Pengeluaran Eksport Netto

Perubahan eksport yang berkaitan dengan pergeseran kurva agregate demand adalah disebabkan oleh faktor selain harga. Faktor perubahan eksport selain harga diantaranya adaalh penghasilan negara asing (PMA) dan tingkat valuta asing.

Demikianlah pembahasan saya tentang konsep penawaran dan permintaan agregat. Semoga bermanfaat.(maglearning.id)

Loading...

3 comments

Tinggalkan Balasan