Tokoh Tokoh Psikologi Pendidikan dan Pemikirannya

Tokoh Tokoh Psikologi Pendidikan dan Pemikirannya

Tokoh Tokoh Psikologi Pendidikan dan Pemikirannya – Psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari bagaimana proses belajar dan pengajaran terjadi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Pemikiran tentang psikologi pendidikan telah berkembang selama bertahun-tahun, dengan beberapa teori dan ide yang telah muncul dan menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang cara manusia belajar hari ini. Berikut ini adalah beberapa tahap sejarah pemikiran psikologi pendidikan:

  1. Abad ke-19: Pemikiran tentang psikologi pendidikan dimulai pada abad ke-19, dengan munculnya teori belajar kondisional oleh Ivan Pavlov. Pavlov menunjukkan bahwa hewan dapat diprogram untuk merespons secara teratur terhadap rangsangan tertentu, yang kemudian menjadi dasar bagi teori belajar kondisional.
  2. Abad ke-20: Pada awal abad ke-20, John B. Watson memperkenalkan teori belajar behavioristik, yang menekankan pada pengaruh lingkungan terhadap perilaku seseorang. Sementara itu, Jean Piaget mengembangkan teori kognitif tentang bagaimana anak-anak memahami dunia di sekitar mereka melalui proses belajar dan pemecahan masalah.
  3. 1960-an: Pada tahun 1960-an, pemikiran psikologi pendidikan mulai berkembang ke arah yang lebih kompleks, dengan munculnya teori pembelajaran konstruktivistik yang menekankan pada peran aktif individu dalam membangun pemahaman mereka sendiri.
  4. 1980-an hingga sekarang: Selain teori-teori tersebut, beberapa teori lain tentang psikologi pendidikan juga muncul selama tahun 1980-an hingga sekarang, seperti teori pembelajaran situasional, teori pembelajaran kolaboratif, dan teori pembelajaran self-directed. Kita juga telah melihat munculnya berbagai pendekatan baru dalam psikologi pendidikan, seperti pendekatan holistik dan pendekatan neuroscience dalam belajar.

Tokoh Tokoh Psikologi Pendidikan

Berikut ini beberapa tokoh psikologi pendidikan yang terkenal:

John Dewey (1859-1952)

John Dewey adalah seorang filsuf dan psikolog pendidikan Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan yang paling berpengaruh di dunia, dan merupakan salah satu pencetus teori konstruktivisme dalam pendidikan.

Dewey menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membantu seseorang belajar dan berkembang sepanjang hidupnya. Menurut Dewey, proses belajar tidak terpisah dari kehidupan nyata seseorang, sehingga ia menekankan pentingnya memasukkan pembelajaran ke dalam aktivitas sehari-hari seseorang.

Dewey juga mempercayai bahwa pendidikan harus bertujuan untuk mengembangkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar dari pengalaman. Ia juga percaya bahwa pendidikan harus merangkul pendekatan holistik, dengan memperhatikan kebutuhan sosial, emosional, dan intelektual seseorang.

Dewey juga menekankan pentingnya pendidikan demokratis, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensi mereka. Ia percaya bahwa sistem pendidikan yang merata akan membantu membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Pemikiran Dewey tentang psikologi pendidikan telah memengaruhi pendidikan di seluruh dunia, terutama di negara-negara Barat. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh pendidikan terkemuka abad ke-20 dan terus dipelajari dan diakui hingga saat ini.

Jean Piaget (1896-1980)

Jean Piaget adalah seorang psikolog pendidikan Swiss yang dikenal dengan teorinya tentang perkembangan kognitif anak. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam psikologi pendidikan, dan teorinya tentang perkembangan kognitif anak masih dijadikan dasar dalam bidang tersebut.

Jean Piaget adalah seorang psikolog yang mempelajari perkembangan kognitif anak-anak dan bagaimana cara anak-anak memahami dunia di sekitarnya. Ia mengembangkan teori kognitif yang menjelaskan bagaimana anak-anak belajar dan memahami dunia di sekitarnya melalui proses belajar dan pemecahan masalah.

Menurut Piaget, anak-anak melalui tiga tahap perkembangan kognitif utama: sensorimotor, praoperasional, dan operasional formal. Pada tahap sensorimotor, anak-anak belajar tentang dunia di sekitarnya melalui indera dan gerakan. Pada tahap praoperasional, anak-anak belajar menggunakan simbol dan konsep-konsep abstrak. Dan pada tahap operasional formal, anak-anak belajar memahami dan memecahkan masalah secara logis.

Piaget juga percaya bahwa anak-anak harus diizinkan untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya secara bebas dan harus diberi kesempatan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri. Ia percaya bahwa proses belajar yang efektif adalah proses yang memungkinkan anak-anak untuk memecahkan masalah dan memahami dunia di sekitarnya secara aktif.

Lev Vygotsky (1896-1934)

Lev Vygotsky adalah seorang psikolog pendidikan Rusia yang dikenal dengan teorinya tentang perkembangan sosial dan kultural. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam psikologi pendidikan, dan teorinya tentang perkembangan sosial dan kultural masih dijadikan dasar dalam bidang tersebut.

Lev Vygotsky adalah seorang psikolog yang mempelajari bagaimana proses belajar terjadi dan bagaimana lingkungan sosial mempengaruhi perkembangan intelektual seseorang. Ia mengembangkan teori pembelajaran situasional yang menekankan pentingnya lingkungan sosial dalam proses belajar.

Menurut Vygotsky, proses belajar terjadi melalui interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang lebih ahli dalam suatu bidang tertentu. Ia menyebut ini sebagai “zona proximal perkembangan”, yang merujuk pada potensi seseorang untuk belajar melalui interaksi sosial dengan orang lain.

Vygotsky juga percaya bahwa pembelajaran terbaik terjadi melalui aktivitas yang terfokus pada masalah dan pemecahan masalah, di mana anak-anak dapat belajar dengan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri. Ia juga percaya bahwa pembelajaran terbaik terjadi melalui interaksi sosial yang terfokus pada pemecahan masalah, di mana anak-anak dapat belajar dengan bantuan orang lain yang lebih ahli.

Erik Erikson (1902-1994)

Erik Erikson adalah seorang psikolog pendidikan dan psikolog sosial Jerman-Amerika Serikat yang dikenal dengan teorinya tentang perkembangan psikososial. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam psikologi pendidikan, dan teorinya tentang perkembangan psikososial masih dijadikan dasar dalam bidang tersebut.

Erik Erikson adalah seorang psikolog yang mempelajari perkembangan manusia sepanjang hidupnya. Ia mengembangkan teori perkembangan yang terkenal, yang menjelaskan bagaimana individu mengalami serangkaian tahap perkembangan yang terorganisir secara teratur sepanjang hidupnya.

Menurut Erikson, perkembangan manusia terdiri dari delapan tahap, yang masing-masing terfokus pada suatu masalah psikologis yang harus diselesaikan pada setiap tahap tersebut. Setiap tahap terdiri dari dua kemungkinan hasil yang berlawanan, yaitu “eksitasi” dan “inkonsistensi”. Eksitasi mengacu pada hasil yang positif, di mana individu mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, sedangkan inkonsistensi mengacu pada hasil yang negatif, di mana individu gagal menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.

Erikson juga percaya bahwa proses belajar terjadi sepanjang hidup seseorang, dengan individu terus belajar dan berkembang melalui interaksi dengan lingkungan di sekitarnya. Ia menekankan pentingnya proses belajar yang terintegrasi dengan kehidupan nyata seseorang dan menyarankan agar pendidikan tidak hanya terfokus pada pengetahuan teoritis saja, tetapi juga harus mencakup pengalaman praktis dan aplikasi dari pengetahuan tersebut.

Howard Gardner (1943-sekarang)

Howard Gardner adalah seorang psikolog pendidikan dan filsuf Amerika Serikat yang dikenal dengan teorinya tentang inteligensi jamak. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam psikologi pendidikan, dan teorinya tentang inteligensi jamak masih dijadikan dasar dalam bidang tersebut.

Howard Gardner adalah seorang psikolog yang mempelajari bagaimana manusia belajar dan memahami dunia di sekitarnya. Ia mengembangkan teori inteligensi terpisah yang menyatakan bahwa ada beberapa jenis inteligensi yang terpisah, yaitu inteligensi linguistik, inteligensi logis-matematis, inteligensi spasial, inteligensi musikal, inteligensi kinestetik, inteligensi interpersonal, dan inteligensi intrapersonal.

Menurut Gardner, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam setiap jenis inteligensi, dan tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam setiap jenis inteligensi. Ia percaya bahwa pendidikan harus mengakomodasi kemampuan yang berbeda ini dengan memberikan peluang yang sama bagi semua orang untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensi mereka.

Gardner juga percaya bahwa proses belajar terbaik adalah proses yang memungkinkan seseorang untuk belajar melalui pengalaman dan pemecahan masalah yang terintegrasi dengan kehidupan nyata mereka. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang terfokus pada masalah dan pemecahan masalah, di mana seseorang dapat belajar dengan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri.

Demikianlah bahasan ringkas kami mengenai tokoh tokoh psikologi pendidikan dan pemikirannya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa kembali di lain bahasan. (maglearning.id)

Loading...

Tinggalkan Balasan