Komponen Persepsi Visual Manusia

Memahami persepsi visual manusia adalah bagian penting dari literasi visual karena gambar dibuat untuk mempersepsikan sesuatu. Nuansa persepsi visual dan memori visual adalah area belajar yang penting, sama dengan kognisi. Ada beberapa hal yang dapat menentukan persepsi visual manusia, diantaranya :

Gerakan Mata Saccadic

Ketika gambar beresonansi di otak sering kali sebagai citra yang halus, mata benar-benar bergerak dalam gerakan tersentak-sentak atau “saklet” pada “scanpath” untuk mengumpulkan informasi, dengan 2 hingga 5 saklet per detik. Informasi masuk ke sistem visual sebagai serangkaian snapshot diskrit. Mata bergerak dari fiksasi ke fiksasi, bergerak dengan cara konvergensi ketika objek mendekati dan kemudian dengan cara divergensi ketika objek bergerak menjauh.

Penciptaan Ilusi

Pengetahuan persepsi visual manusia dapat digunakan dalam penciptaan ilusi. Ketidakpedulian manusia terhadap detail dapat digunakan untuk menyimpulkan visual 3D. Yang terpenting adalah sejauh mana persepsi gambar dikonsentrasikan, bahwa ‘kurangnya perhatian‘ manusia terhadap detail warna dan bayangan adalah bagian dari alat mental standar setiap manusia untuk menyimpulkan identitas dan dimensionalitas gambar objek tiga dimensi.

Loading...

Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan kemampuan pemirsa dalam melihat pola. Ukuran optimal untuk mengenali objek visual adalah sekitar 4 hingga 6 derajat sudut visual. Ukuran ini bisa dijadikan pedoman penyajian gambar visual terkait dengan kecepatan penyajian sehingga pemirsa dapat melihat pola visual yang terkandung di dalamnya dengan sempurna. Perhatian terhadap hal ini juga digunakan untuk menghindari persepsi pola yang tidak diinginkan.

Mendapatkan perhatian pemirsa menjadi lebih sulit karena persaingan berbagai media terutama pada media berbasis hiburan dan komunikasi. Mata manusia cenderung lebih fokus ke warna-warna tertentu, ke ukuran, ke tengah layar, dan ke gerakan.

Memori Kerja Visual yang Rendah

Loading...

Manusia memiliki memori kerja visual jangka pendek yang rendah, oleh Rensink (2000) diistilahkan dengan “kebutaan perubahan” (change blindness). Pada dasarnya manusia cenderung mengingat begitu sedikit secara visual sehingga pada umumnya tidak akan melihat perubahan, terutama yang dibuat berkedip-kedip. Informasi memori ikonik dalam koordinat retina meluruh dalam waktu sekitar 2300 milidetik. Pada saat 400 milidetik telah berlalu, yang tersisa hanyalah memori kerja visual.

Mengingat memori kerja visual yang buruk, beberapa orang bertanya mengapa dunia tampak begitu kaya dan terperinci?. Jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa ‘dunia adalah ingatan kita sendiri’. Dunia kaya dan detail, bukan karena kita memiliki model detail internal, tetapi hanya karena setiap kali kita ingin melihat detail, kita bisa mendapatkannya, baik dengan memfokuskan perhatian pada beberapa aspek gambar visual pada fiksasi saat ini atau dengan menggerakkan mata kita untuk melihat detail di beberapa bagian lain dari bidang visual.

Tinggalkan Balasan